• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

UTANG KCIC: DANANTARA JADI TAMENG, BUMN KURUS KERING

fusilat by fusilat
October 11, 2025
in Crime, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh : Malika Dwi Ana

Beberapa waktu lalu, pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sempat jadi sorotan menghebohkan. Banyak yang bertanya-tanya: apa sebenarnya tujuan dibalik segala regulasi yang mbulet dan muter-muter, serta diskusi panjang itu? Ternyata, jawabannya lebih simpel dari dugaan—yakni mengamankan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ke China. Ya, utang sebesar Rp116 triliun dari pinjaman China Development Bank (CDB) yang dulu jadi “bom waktu” di neraca PT Kereta Api Indonesia (KAI), kini resmi bergeser jadi beban Danantara. Bukan lagi APBN, tapi holding BUMN ini yang pegang kendali. Tapi, di balik itu, ada cerita yang lebih ironis: skema “tumpangan” yang bikin BUMN kita berpotensi “kurus kering” demi lunasi utang ke negeri Tirai Bambu.

Latar Belakang: Utang KCIC yang “7 Turunan”

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) memang prestisius, tapi biayanya membengkak. Dari rencana awal Rp60 triliun, total kini tembus Rp116 triliun—75% dari pinjaman CDB, sisanya modal saham dari konsorsium Indonesia (PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia/PSBI, 60%) dan China (Beijing Yawan HSR Co Ltd, 40%). KCIC sebagai operator patungan ini rugi Rp1,6 triliun di semester I 2025 saja, dan KAI sebagai induk PSBI ikut menanggung renteng: kerugiannya Rp1,42 triliun di paruh pertama tahun ini. Beban bunga dan cicilan utang aja sudah Rp4 triliun lebih per tahun, proyeksi 2026 bisa Rp6 triliun. Kalau dibiarkan, KAI bisa kolaps, apalagi dengan Japek II yang bakal nambah kompetisi.

Masalahnya, utang ini bersifat business-to-business (B2B), bukan utang negara langsung. Tapi realitanya, PSBI dikuasai BUMN (KAI 58,53%, Wijaya Karya 33,36%, Jasa Marga 7,08%, PTPN VIII 1,03%), jadi beban akhirnya nyangkut di pundak BUMN. Tempo hari, hebohnya Danantara dibentuk dengan pengawasan diserahkan ke bule (melibatkan konsultan internasional untuk transparansi), seolah-olah ini soal efisiensi holding. Tapi, seperti yang dibilang, tujuannya simpel, hanya ‘mak kluthik’ ajah, yaitu gimana supaya utang ke China bisa dibayar tanpa membuat negara default. China khawatir akan ketidakmampuan bayar, makanya negosiasi restrukturisasi sedang intensif dilakukan Danantara dengan National Development and Reform Commission (NDRC) China.

Skema Penyelesaian: Dua Opsi dari Danantara

Danantara, yang dipimpin Rosan Perkasa Roeslani (sekaligus Menko Investasi), sudah menyiapkan dua skema utama untuk beresin ini. COO Danantara Dony Oskaria bilang, ini demi menjaga keberlanjutan KAI sambil pastikan Whoosh tetep jalan—karena penumpangnya sudah 30 ribu per hari, dampak ekonominya signifikan (potong waktu tempuh Jakarta-Bandung jadi 40 menit).

Skema pertama : Suntik Equity ke KAI
Deskripsi : Tambah modal saham ke KAI/KCIC untuk nutupin utang. Danantara bakal alirkan dana dari dividen BUMN (rata-rata Rp80 triliun/tahun) secara bertahap, seperti “debit otomatis” dari rekening tabungan. Setiap cent dividen BUMN dialirin ke utang China sampai lunas.
Dampak Potensial : BUMN akan kering dalam jangka panjang—dividen yang biasa buat ekspansi atau bonus karyawan, kini diprioritaskan untuk bayar utang, sehingga China tenang.

Skema ke-dua : Ambil Alih Infrastruktur
Deskripsi : Serahkan aset rel dan stasiun ke pemerintah (mirip model kereta api konvensional: infrastruktur milik negara, operasi oleh KCIC). Utang infrastruktur (Rp111 triliun atau US$6,7 miliar) bisa direstrukturisasi jadi beban negara, tapi operasi tetep asset-light (tanpa aset berat).
Dampak Potensial : Lebih ringan buat KCIC/KAI, tapi potensi membeban APBN jika infrastruktur masuk fiskal. Ini yang bikin kontroversi.

Kedua opsi ini sedang dibahas komprehensif, termasuk reformasi struktur biaya supaya sustainable—termasuk rencana ekstensi ke Surabaya, meski Rosan bilang ini bisa kena imbas.

Purbaya: “Bukan Beban APBN Lagi, Tapi Danantara!”

Nah, ini poin krusial, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegas bilang KCIC bukan beban APBN lagi, tapi tanggung jawab Danantara. Di Media Gathering APBN 2026 (10/10/2025), Purbaya ogah APBN ikutan nanggung, meski ada opsi pengalihan infrastruktur. Alasannya? Danantara sudah mandiri—dividen BUMN gak lagi masuk APBN via PNBP/KND, tapi langsung ke kas Danantara. “Mereka punya manajemen sendiri, dividen Rp80 triliun/tahun lebih. Harusnya dimanage dari situ, jangan ke kita lagi. Kalau enggak, semuanya ke kita, termasuk dividennya,” tegas Purbaya. Dirjen Suminto Kemenkeu tambah: ini B2B, bukan utang pusat.

Purbaya belum dihubungi resmi soal usulan Danantara, tapi dia dorong pemisahan dengan jelas antara korporasi (Danantara/BUMN) dan fiskal negara. Kalau equity injection, ya BUMN yang kurus kering—bayar utang via kesepakatan debit dividen. China gak perlu khawatir ambles, tapi BUMN kita yang kena getahnya: ekspansi terhambat, karyawan potong bonus, proyek lain mandek.

Inti Cerita: Family Office atau Skema Tumpangan?

Rencana awalnya, diduga Prabowo punya visi Danantara sebagai “family office” untuk kelola aset negara secara efisien, seperti super-holding BUMN ala Temasek Singapura. Tapi, entah pengaruh atau bisikan siapa, sehingga muncul skema “tumpangan” ini—utang KCIC jadi alasan utama. Hasilnya? Memang gak bakalan default, tapi BUMN dibikin kurus kering kayak bonsai, seperti tabungan yang kena auto-debit bulanan. Logika bodohnya: duit BUMN gede, tapi prioritasnya lunasin utang China dulu. Pengawasan oleh bule mungkin buat kredibilitas, supaya investor asing percaya Danantara gak korup.

Pada akhirnya, ini soal prioritas: infrastruktur vital kayak Whoosh harus jalan, namun jangan sampe BUMN ambruk. Kalau skema equity dipilih, ya siap-siap BUMN kita “diet” panjang. Pemerintah bilang lagi nego, tapi substansinya sama: rakyat yang bayar, cuma lewat Danantara aja biar rasio utang fiskal keliatan bagus. Semoga gak jadi bom waktu baru ya. Kalau ada update negosiasi China, pasti tambah seru. Halahhh mbuh!! (MDA)

*SorMahoni, 11102025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hatiku Jurnalis (Fusilat)- The Journalist is to seek The Truth

Next Post

BUMN—Antara Kerugian Negara dan Keuntungan Pejabatnya

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Next Post
BUMN—Antara Kerugian Negara dan Keuntungan Pejabatnya

BUMN—Antara Kerugian Negara dan Keuntungan Pejabatnya

Muhammad Diutus Allah untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia

Muhammad Diutus Allah untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...