Jubir lain Timnas AMIN Iwan Tarigan mengatakan iklan videotron Anies yang dipasang penggemar K-Pop itu belum sehari dipasang dari kontrak sepekan dengan pemerintah daerah setempat. Selanjutnya Timnas AMIN akan mengambil langkah hukum.
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi tindakan Pemeritah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melakukan penurunan videotrnn LED Anies Baswedan Juru Bicara Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ramli Rahim, menyesalkan tayangan iklan videotron Anies di wilayah Bekasi dan Jakarta diturunkan (take down).
Iklan yang dipasang atas biaya hasil patugan para penggemar K-Pop yang mendukung Anies.merupakan bentuk pemberangusan terhadap kreativitas masyarakat.
“Padahal ini urunan anak-anak penggemar K-Pop untuk pasang iklan. Sayang sekali kreativitas anak bangsa diberangus oleh kekuatan penguasa,” kata Ramli , Selasa (16/1/2024).
Ramli menegaskan rasa herannya ada pihak yang menurunkan iklan tersebut.Dan erupakan bentuk ketakutan terhadap paslon no 1 Anies – Imin
“Sebegitu takutnya mereka sama AMIN,” ucapnya.
Ramli lantas berkaca pada kasus di kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan. Ia menuturkan ratusan bendera dan spanduk AMIN hilang dicuri orang tak dikenal.
Menurut informasi ada orang yang dibayar untuk melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, penurunan ratusan bendera dan spanduk itu dilakukan dengan profesional.
“Entah siapa yang bayar, karena mereka sangat profesional,” kata dia.
Jubir lain Timnas AMIN Iwan Tarigan mengatakan iklan videotron Anies yang dipasang penggemar K-Pop itu belum sehari dipasang dari kontrak sepekan dengan pemerintah daerah setempat. Selanjutnya Timnas AMIN akan mengambil langkah hukum.
“Atas tindakan semena mena ini kami Timnas AMIN mengutuk keras dan akan mengambil langkah langkah hukum,” kata Iwan.
Iwan mengatakan perlakuan ini sangat tidak adil.Menurutnya penurunan videotron ini berkaitan dengan penguasa karena tak suka dengan aktivitas Anies-Muhaimin.
“Seperti kata Bapak Anies Baswedan, tekanan kepada kami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan tekanan yang dirasakan rakyat dengan biaya hidup yg semakin mahal,” kata dia.
Sebelumnya, Olppaemi Project, pihak penyelenggara proyek yang memasang iklan videotron Anies di Bekasi dan Jakarta mengabarkan bahwa iklan Anies tidak ditayangkan lagi dengan alasan ‘di luar kuasa mereka’. Padahal iklan itu dijadwalkan tayang selama sepekan hingga 24 Januari 2024.
“Kami harus mengabarkan bahwa LED ads yang telah dijadwalkan tayang selama seminggu (15-21 Januari 2024) di Bekasi dan Jakarta tidak dapat lanjut tayang di lokasi tersebut karena suatu hal yang di luar kuasa kami,” tulis mereka di akun @olpproject.

























