• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wilayat al-Faqih: Eksperimen Politik Islam di Tengah Kepungan Hegemoni

fusilat by fusilat
April 9, 2026
in Feature, Politik
0
Wilayat al-Faqih: Eksperimen Politik Islam di Tengah Kepungan Hegemoni
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Narasi mengenai Iran sering kali terjebak dalam dua kutub ekstrem: pemujaan tanpa syarat atau demonisasi total. Namun, jika kita menanggalkan kacamata bias Barat, Republik Islam Iran sebenarnya sedang menyuguhkan sebuah drama ijtihad politik yang paling berani di abad modern melalui konsep Wilayat al-Faqih. Ia bukan sekadar doktrin teokrasi statis, melainkan sebuah antitesis terhadap monarki absolut Syah Reza Pahlevi sekaligus upaya menggabungkan doktrin teologis Imamah dengan mekanisme demokrasi modern.

Ijtihad di Bawah Tekanan Global

Kekuatan sekaligus daya tarik Wilayat al-Faqih terletak pada kemampuannya memberikan arah pembangunan yang jelas di tengah isolasi. Sejak kelahirannya pada Revolusi 1979, konsep ini tidak pernah diberi kesempatan untuk tumbuh dalam ruang yang “objektif”. Embargo, boikot, dan stigma sebagai “musuh global” memaksa Iran berada dalam mode revolusioner permanen.

Namun, sejarah mencatat sebuah ironi yang memukau: tekanan luar biasa ini justru menjadi katalisator kemandirian. Di saat banyak negara Muslim terjebak dalam ketergantungan impor dan bayang-bayang keamanan Barat, Iran justru tumbuh menjadi kekuatan industri dan pionir sains-teknologi di dunia Islam. Keberhasilan mereka mengembangkan teknologi nuklir medis hingga alutsista canggih adalah bukti bahwa kedaulatan bukan sekadar jargon, melainkan hasil dari ijtihad politik yang konsisten.

Benturan Ideologi: Revolusi vs. Status Quo

Pasca-revolusi, Iran tidak hanya membawa api anti-imperialisme, tetapi juga tantangan eksistensial bagi kemapanan monarki di Teluk. Hal inilah yang memicu alarm bagi negara-negara seperti Arab Saudi. Di titik inilah terjadi titik temu kepentingan yang ganjil antara monarki Teluk, Zionisme, dan kepentingan Amerika Serikat.

Upaya membendung pengaruh Iran dilakukan melalui instrumentalisasi agama. Wahabisme, yang secara teologis merupakan bagian dari upaya pemurnian tauhid dalam tradisi Ibnu Taimiyyah dan mazhab Hambali, mengalami pergeseran fungsi. Problematika muncul bukan pada doktrin keagamaannya, melainkan ketika ia dijadikan alat geopolitik untuk mengimbangi pengaruh Syiah yang revolusioner. Akibatnya, dunia Islam terjebak dalam konflik sektarian yang sebenarnya adalah perang proksi demi mempertahankan hegemoni politik tertentu.

Peta Jalan yang Jelas di Tengah Kebingungan Global
Jika dibandingkan dengan negara-negara Muslim lain yang saat ini terombang-ambing di antara sekularisme semu atau monarki absolut yang rapuh, Iran menawarkan sesuatu yang berbeda. Meski memiliki kelemahan internal dan tantangan demokrasi yang dinamis, Wilayat al-Faqih memberikan “peta jalan” (roadmap) yang lebih tegas dalam menegaskan jati diri keislaman di panggung dunia.

Iran membuktikan bahwa sebuah bangsa bisa bertahan selama hampir setengah abad di bawah kepungan ekonomi tanpa harus menggadaikan kedaulatannya kepada kekuatan hegemonik. Hari ini, saat peta geopolitik dunia mulai bergeser ke arah multipolar, Iran tidak lagi sekadar bertahan; mereka sedang menulis ulang sejarah.

Satu Dekade Menuju Kemandirian Eksistensial

Kritik terhadap Iran tetap diperlukan, namun mengabaikan capaian intelektual dan politik dari ijtihad Wilayat al-Faqih adalah sebuah ketimpangan berpikir. Di tengah kegagalan banyak negara Islam dalam melepaskan diri dari dependensi Barat, eksperimen Iran adalah pengingat bahwa kemandirian adalah buah dari keberanian untuk mendefinisikan diri sendiri, meski harganya harus dibayar dengan boikot berdekade-dekade.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korupsi, Spiritualitas Palsu, dan Mindset Dogmatis

Next Post

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Feature

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda
Feature

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026
Next Post
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

Tabung Emas dari Rp50 Ribu: KPID DKI Dorong Budaya Betawi, BSI Masuk Panggung Penyiaran

Tabung Emas dari Rp50 Ribu: KPID DKI Dorong Budaya Betawi, BSI Masuk Panggung Penyiaran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...