Jakarta, Fusilatnews – Universitas Borobudur, Jakarta, menggelar wisuda doktoral awal pekan ini. Wisuda akbar itu digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat.
Ada sosok menarik yang menjalani prosesi wisuda doktoral hari itu. Yakni, Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Partai NasDem yang juga mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang sempat “menghilang” usai rumah mewahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi korban aksi penjarahan massa.
Selain Sahroni, ada sosok menarik lainnya yang mengikuti wisuda doktoral Universitas Borobudur, yakni Kanjeng Pangeran Haji Katno Hadi. Siapa dia?
Setelah menyandang gelar doktor, maka nama dan gelar lengkapnya kini menjadi KP Dr H Katno Hadi SE MM MH. Karena berlatar pengusaha, maka gelar S3 yang dia ambil pun ilmu ekonomi.
Selain pengusaha, Katno Hadi juga seorang Ketua Umum Senkom Mitra Polri. Sebab itu, gelar akademik yang dia sandang sudah setara dengan jenderal polisi, karena doktor adalah gelar tertinggi yang disandang sipil.
Pencapaian yang diraih Katno Hadi menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri untuk terus meningkatkan kompetensi, dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan dan pengabdiannya.
Banyak koleganya dari Senkom Mitra Polri maupun dari Polri sendiri yang mengucapkan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Katno Hadi meraih gelar akademik tertinggi ini. “Alhamdulillah, semua ini saya dedikasikan buat keluarga, bangsa dan negara,” kata Katno Hadi.
Gelar doktor itu juga ia dedikasikan buat Senkom Mitra Polri, organisasi yang dipimpinnya sejak 2019.
“Untuk menjadi pemimpin yang efektif, kita harus memiliki visi jauh ke depan. Dengan pemikiran strategis, organisasi dapat terus berkembang sesuai dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan,” jelas Komisaris Utama PT Jala Pro Kreasi dan PT Bina Panca Nusantara ini.
KH, panggilan akrabnya, lahir di Solo, Jawa Tengah, tahun 1968. Ia juga sahabat dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang sama-sama wong Solo.
Bidang usahanya bermacam-macam, mulai dari peternakan ayam dan ikan, garmen, hingga advertising atau periklanan. Belakangan ia merambah bisnis kuliner.
Tahun 2021, KH nengembangkan “D‘Lawu Bistro” dengan konsep keindahan alam di bawah kaki gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah, guna memanjakan wisatawan dengan menikmati aneka minuman dan makanan sembari menyaksikan pemandangan alam dan sejuknya hawa pegunungan.
Meski sudah menyandang gelar doktor, KH tetaplah seorang yang “humble”, bersahaja dan “low profile” atau rendah hati.
Memang, bagi seorang pengusaha, “low profile but high profit” sudah menjadi semacam pakem.




















