• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

KELANGKAAN BBM SWASTA: BAYANG-BAYANG MONOPOLI PERTAMINA

fusilat by fusilat
October 16, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh : Malika Dwi Ana

Sejak Agustus 2025, kelangkaan BBM nonsubsidi di SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, Vivo, dan ExxonMobil menjadi sorotan. Antrean panjang dan penutupan sementara di wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Barat menunjukkan masalah struktural yang dalam—dan jari penunjuk menuju dominasi Pertamina. Pemicu utama? Habisnya kuota impor BBM nonsubsidi untuk SPBU swasta, yang seharusnya cukup hingga akhir tahun, namun kandas akibat lonjakan konsumsi dan kebijakan ketat dari Kementerian ESDM yang tampaknya melindungi raksasa BUMN ini.

Kuota Impor Terbatas: Alat Pertamina Kendalikan Pasar

Kuota impor BBM nonsubsidi untuk swasta ditingkatkan 10% dari realisasi 2024 sesuai Surat Edaran ESDM No. T-19/MG.05/WM.M/2025. Namun, konsumsi bensin RON 92-98 melonjak 14-15% year-on-year, sementara Pertalite turun 5,1% dibandingkan 2024, menandakan pergeseran preferensi ke BBM berkualitas tinggi dari swasta. Permintaan nonsubsidi naik 0,64-0,86 juta kiloliter (KL), melampaui kuota yang tak diantisipasi. Padahal, BBM nonsubsidi tak disubsidi negara, seharusnya bebas impor—tapi regulasi membatasinya demi “stabilitas pasokan”, yang justru menguntungkan Pertamina.

Ketika SPBU swasta mengajukan tambahan kuota sejak Juni 2025, ESDM menolak dengan alasan “neraca komoditas nasional”. Stok Pertamina Patra Niaga masih berlimpah—7,52 juta KL atau 34% kuota impor per September 2025. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan impor baru diizinkan setelah stok Pertamina menipis. Solusi “base fuel” via kuota Pertamina juga tersendat karena isu kualitas—BBM dengan etanol 3,5% ditakutkan rusak mesin, meski ahli bilang aman. Ini bukti kuat: kebijakan diatur untuk menjaga dominasi Pertamina, bukan kompetisi sehat.

Skandal Oplosan: Peluang Swasta, Ancaman Monopoli

Lonjakan ke swasta dipicu skandal oplosan Pertamax awal 2025 (campur RON 90 ke RON 92), yang merusak kepercayaan konsumen. Mereka beralih ke swasta yang menawarkan BBM dengan aditif khusus dan oktane stabil. Namun, alih-alih membiarkan pasar bebas, Pertamina—dengan dukungan regulasi—mengunci kuota impor, memaksa konsumen kembali ke BBM-nya meski reputasi tercoreng. Harga swasta (Rp 13.000-14.500/liter untuk RON 95) lebih mahal dari subsidi (Rp 10.000/liter), tapi kualitas jadi daya tarik. Kini, stok swasta habis Oktober 2025, SPBU swasta terancam tutup dan PHK karyawan, sementara pangsa pasar swasta anjlok dari 15% ke di bawah itu—Pertamina kini dominasi 85%+ pasar.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut ini dugaan monopoli. Kebijakan kuota impor yang ketat, ditambah skema base fuel yang rumit, jelas menguntungkan Pertamina, membatasi pilihan konsumen dan melemahkan swasta.

Subsidi Energi: Amunisi Monopoli Pertamina

Isu ini terhubung dengan pengelolaan subsidi energi yang bermasalah. Anggaran 2025 mencapai Rp 300-400 triliun, naik karena harga minyak dunia. Namun, korupsi dan inefisiensi membuat subsidi “bocor”. Kasus korupsi minyak mentah Pertamina Maret 2025 rugikan Rp 1 triliun+, sementara impor boros (utilisasi kilang 70-80%) menambah ketergantungan Rp 3.000 triliun selama 2014-2024. Menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), penghapusan korupsi bisa hemat lebih dari Rp 500 triliun sejak 2010. Subsidi ini malah mengalir ke korporasi dan oknum, memperkuat posisi Pertamina di pasar.

Dampak Monopoli pada Rakyat

Konsumen nonsubsidi, yang bayar pajak besar, kehilangan opsi berkualitas. Regulasi pro-Pertamina memperkuat monopoli, mengurangi kompetisi, dan membebani masyarakat. Pemerintah Prabowo-Gibran berjanji revisi 2026 (hapus batas 10% kuota swasta, hilirisasi kilang), tapi tanpa pengawasan DPR dan KPK, risiko penyimpangan tetap ada. Untuk jangka pendek, kargo base fuel dijanjikan tiba akhir Oktober 2025, tapi efektivitasnya diragukan.

Penutup: Akhiri Monopoli, Pulihkan Pilihan

Kelangkaan BBM swasta adalah wajah monopoli Pertamina yang terselubung di balik kuota impor dan subsidi bermasalah. Rakyat berhak atas pasar kompetitif dan energi transparan. Mari kawal janji revisi 2026—biar subsidi dan pasokan BBM tak lagi jadi alat dominasi, tapi pendorong kesejahteraan.(@mda)

(TerasMalawu, 20:11 WIB, 14 Oktober 2025)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

One Way Ticket: Jalan Politik Prabowo untuk Selamatkan Ekonomi – “Adili Jokowi”

Next Post

Pemkot Bandung Bangun Tungku Pembakaran Sampah di Kelurahan Isola

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Pemkot Bandung Bangun Tungku Pembakaran Sampah di Kelurahan Isola

Pemkot Bandung Bangun Tungku Pembakaran Sampah di Kelurahan Isola

Phinisi Nusantara 1986: Ketika Layar Bugis Menyentuh Langit Vancouver

Phinisi Nusantara 1986: Ketika Layar Bugis Menyentuh Langit Vancouver

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...