• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Yahudi Israel Exodus – Pergi, Seperti Layang-Layang Putus

Ali Syarief by Ali Syarief
June 26, 2025
in Cross Cultural, Migrasi
0
Yahudi Israel Exodus – Pergi, Seperti Layang-Layang Putus
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Mereka pergi. Berbondong-bondong. Mengantre di bandara, dengan wajah pucat yang tak bisa lagi membedakan antara panik dan pasrah. Roket-roket dari langit menyisir tanah yang mereka klaim sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan. Tapi barangkali, mereka bukan pergi. Mereka sedang kembali.

Kembali ke tempat di mana nama belakang mereka bisa diucapkan tanpa gemetar. Kembali ke kota-kota tua di Eropa yang pernah mereka tinggalkan karena luka yang terlalu lama. Ke Vilnius. Ke Odessa. Ke Frankfurt. Ke New York. Ke mana saja—asal jauh dari sirene dan api.

Ironi itu terasa getir. Dulu mereka datang—dengan semangat, dengan ideologi, dengan janji. Zionisme tidak lahir di Palestina, tetapi di Wina, di Basel, dan di seminar-seminar filsafat yang menggigil karena anti-semitisme. Mereka datang bukan dengan tangan kosong, tapi membawa klaim sejarah. Bahwa tanah ini milik mereka. Bahwa Yerusalem harus ditebus, bukan dirundingkan.

Dan Palestina, dengan dusun-dusunnya yang sederhana, dengan pohon zaitunnya yang tua, menjadi catatan kaki dalam sejarah besar itu.

Kini, sejarah menulis ulang dirinya. Para imigran yang dulu datang, hari ini disebut pengungsi. Mereka yang mengambil rumah, kini tak punya rumah. Mereka yang membentangkan peta dan mengganti nama desa, kini tersesat di bandara-bandara asing, berharap sebuah visa, atau setidaknya simpati.

Tapi dunia berubah. Ia tidak selalu ingat, tapi sesekali punya ingatan.

Ketika warga Gaza dikurung dan dibakar, langit diplomasi dunia gelap. Ketika kamp pengungsi Palestina bertahan selama tujuh dekade, tak banyak negara membuka pintu. Kini, giliran pesawat dari Tel Aviv yang mendarat dan ditolak. Dunia tak selalu adil, tapi kadang keadilan punya cara yang sunyi untuk hadir.

Apakah ini karma? Mungkin bukan. Sejarah terlalu kompleks untuk dibaca sebagai hukum sebab-akibat yang sederhana. Tapi sejarah punya gema. Dan gema itu kadang terdengar seperti tanya yang tak selesai: Siapa yang benar-benar punya rumah di tanah ini?

Di masa depan, anak-anak akan membaca kisah ini tanpa kepastian siapa yang pahlawan, siapa yang penjarah. Mungkin mereka hanya akan mengenang bahwa pernah ada bangsa yang pergi karena datang.

Dan ketika itu terjadi, kebenaran tak selalu akan berpihak pada yang kuat. Kadang ia hanya muncul dalam bisik kecil: bahwa pulang tak selalu berarti kembali, dan pergi tak selalu berarti kehilangan.

Seperti yang pernah ditulis oleh Simone Weil, filsuf Prancis yang mengerti makna terusir tanpa kehilangan martabat:
“To be rooted is perhaps the most important and least recognized human soul need.”
Dan barangkali itulah tragedi paling dalam dari seluruh perang ini: mereka yang datang ke tanah yang bukan miliknya, mengira telah berakar—padahal hanya berteduh sementara, di tanah yang menolak melupakan.


Ingin ditambahkan visual ilustrasi atau subjudul untuk tiap bagian bila dimuat sebagai feature media?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Warga Israel Berbondong-bondong Kabur dari Negaranya, Namun Ditolak Banyak Negara Tujuan

Next Post

STANDAR OPERASIONAL PENINDASAN-SOP

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”
Birokrasi

Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”

April 15, 2026
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Next Post
STANDAR OPERASIONAL PENINDASAN-SOP

STANDAR OPERASIONAL PENINDASAN-SOP

SIPRUS DEPAK WARGA ISRAEL

SIPRUS DEPAK WARGA ISRAEL

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist