TRT World- Fusilatnews-Menyoroti potensi besar dan risiko AI, laporan setebal 100 halaman ini menekankan pentingnya menjaga hak asasi manusia dan hukum internasional dalam pengembangan teknologi transformatif ini.
kecerdasan buatan (AI) berkembang dengan sangat cepat, kebutuhan akan tata kelola global menjadi semakin mendesak.
Dalam laporan baru, yang dirilis sebelum KTT Masa Depan mendatang, badan penasihat PBB yang berkuasa telah menyerukan pembentukan lembaga internasional yang inklusif untuk mengatur AI dan memastikan manfaatnya dibagi secara adil.
KTT Masa Depan akan diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membahas masalah global seperti konflik, krisis iklim, kecerdasan buatan, dan perlunya reformasi PBB.
Berikut adalah hal-hal penting dari dorongan terbaru PBB untuk mengatur AI bagi kemanusiaan:
- Tata kelola AI global sangat mendesak
Badan penasihat PBB telah menyatakan bahwa tata kelola kecerdasan buatan (AI) global “sangat penting” untuk memastikan pengembangan dan regulasi yang bertanggung jawab atas teknologi yang berkembang pesat ini.
- Potensi transformatif AI
Laporan tersebut menyoroti kemampuan AI untuk mengubah banyak sektor, mulai dari memajukan sains dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga meningkatkan kesehatan masyarakat, pertanian, dan efisiensi energi.
- Risiko AI yang tidak diatur
Tanpa tata kelola yang tepat, manfaat AI dapat terpusat di beberapa negara dan perusahaan, sementara teknologi tersebut juga dapat menyebabkan gangguan pekerjaan, persenjataan otonom, dan peningkatan risiko keamanan global.
- Hak asasi manusia sebagai inti
Badan penasihat tersebut menyerukan agar tata kelola AI berakar pada hukum internasional, khususnya hukum hak asasi manusia, yang memastikan bahwa hak asasi manusia dilindungi saat AI berkembang secara global.
- Rekomendasi untuk lembaga baru
Kelompok tersebut merekomendasikan pembentukan lembaga global baru, termasuk panel ilmiah internasional untuk menilai kemampuan dan risiko AI, dan dialog global tentang tata kelola AI yang berlandaskan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia.
- Dana AI global dan bursa standar
Untuk menutup kesenjangan antara negara kaya dan miskin, laporan tersebut menyerukan dana AI global dan “bursa standar” untuk mempromosikan kompatibilitas teknis di seluruh negara.
- Partisipasi global terbatas
Dari 193 negara anggota PBB, hanya tujuh yang saat ini terlibat dalam inisiatif tata kelola AI. Yang paling menonjol, 118 negara dari belahan bumi selatan sama sekali tidak dilibatkan dalam diskusi AI.
- Kerangka tata kelola AI regional
Inisiatif regional yang patut dicatat mencakup kerangka hukum UE untuk AI dan pedoman terkini G20 yang menyerukan penggunaan AI yang etis dan transparan, dengan pengawasan manusia dan penghormatan terhadap hukum privasi dan hak asasi manusia.
- Optimisme yang hati-hati untuk masa depan AI
Meskipun optimis tentang potensi AI, badan penasihat memperingatkan bahwa optimisme bergantung pada penilaian realistis risiko AI dan kekurangan saat ini dalam struktur tata kelola global.
- Tidak ada badan AI baru (untuk saat ini)
Meskipun badan penasihat belum merekomendasikan pembentukan badan PBB untuk AI segera, mereka mengakui bahwa badan semacam itu mungkin diperlukan di masa mendatang, dengan studi lanjutan tentang masalah tersebut didorong.
Guterres membentuk badan penasihat tersebut pada bulan Oktober, dengan menekankan perlunya respons global yang terkoordinasi untuk mencegah kecerdasan buatan menjadi kekuatan yang berbahaya dan tidak terkendali.
Kelompok penasihat tersebut terdiri dari 39 pakar AI terkemuka dari 33 negara, yang dipilih dari lebih dari 2.000 kandidat. Mewakili berbagai wilayah dan latar belakang, para anggotanya meliputi individu dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, yang semuanya bertugas dalam kapasitas pribadi mereka.
Pada hari Kamis, Guterres memuji upaya kelompok tersebut dan sepenuhnya mendukung rekomendasi mereka, yang ia gambarkan sebagai peta jalan untuk meningkatkan inisiatif saat ini dan membangun kerangka kerja AI yang inklusif, mudah beradaptasi, dan efektif untuk masa kini dan masa depan.


























