Banyuwangi, Fusliantnews – 3 Juli 2025 — Sebanyak 27 orang penumpang dan kru kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara 4 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Insiden tragis ini terjadi tak lama setelah kapal penyeberangan yang melayani rute Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali) berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB, Rabu malam (2/7/2025). Sekitar pukul 23.35 WIB, kapal dilaporkan tenggelam dan terlihat oleh petugas jaga Syahbandar. Posisi terakhir kapal tercatat di koordinat 8° 9’32.35″ LS dan 114°25’6.38″ BT, di perairan Selat Bali.
Berdasarkan data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya memuat total 53 penumpang, 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Upaya evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta relawan dan nelayan setempat.
Berikut daftar nama-nama penumpang dan kru yang telah berhasil ditemukan hingga Kamis siang:
Penumpang yang Ditemukan Selamat:
Bintang (31), Jakarta Pusat
Dewa Gede (48), Kab. Pasuruan
Eko Satriyo (49), Kab. Banyuwangi
Kadek Oka (40), Kab. Banyuwangi
Nyoman (52), Kab. Banyuwangi
Rahmat (40), domisili belum diketahui
Sinyo (36), Jakarta Pusat
Siswanto (30), Kab. Jember
Siti Indah Maghfiroh (36), Kab. Lumajang
Sofi (51), Kab. Banyuwangi
Sofian (40), Kab. Banyuwangi
Sudar (25), Kab. Banyuwangi
Ahmad (6), domisili belum diketahui
Budi (13), domisili belum diketahui
Cly (26), Kab. Banyuwangi
Kabul (25), Kab. Pidie
Mamad (55), Kab. Banyuwangi
Mujiono (11), Kab. Pidie
Putu (40), Kab. Tabanan
Rehan (33), Kab. Banyuwangi
Sakur (34), Kab. Bireuen
Suyit (29), Kab. Banyuwangi
Tommy (43), domisili belum diketahui
Korban Meninggal Dunia:
Togar (40), domisili belum diketahui
Nardi (34), Kab. Banyuwangi
Wati (40), Kab. Banyuwangi
Candra (31), Jakarta Pusat
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung. Tim SAR mengerahkan kapal penyelamat, helikopter, dan penyelam untuk memperluas area pencarian. Keluarga para korban yang menunggu di dermaga Ketapang dan Gilimanuk pun masih terus memantau perkembangan informasi.
Pihak otoritas pelabuhan dan Kementerian Perhubungan belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab tenggelamnya kapal. Namun, sejumlah saksi mata menyebut bahwa kapal mulai oleng beberapa menit setelah meninggalkan pelabuhan.
Pihak Syahbandar menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa kelayakan kapal dan prosedur keberangkatan yang dijalankan pada malam kejadian.

























