• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Absurditas Hidayah: Antara Kitab, Rasul, dan Prerogatif Tuhan

Ali Syarief by Ali Syarief
September 27, 2025
in Feature, Spiritual
0
Absurditas Hidayah: Antara Kitab, Rasul, dan Prerogatif Tuhan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika Tuhan menurunkan kitab-kitab suci-Nya, lalu mengutus para nabi dan rasul-Nya, logika yang langsung muncul di benak manusia adalah: supaya manusia tercerahkan, mendapat petunjuk, lalu berjalan di jalan lurus. Tujuan itu tampak begitu jelas, karena apa gunanya wahyu dan risalah jika manusia dibiarkan dalam kegelapan? Kitab hadir sebagai pedoman, nabi hadir sebagai teladan, dan keduanya ditujukan untuk kemaslahatan manusia.

Namun di sisi lain, terdapat keterangan lain yang justru menghadirkan semacam paradoks: hidayah adalah hak prerogatif Allah. Manusia tidak bisa memaksa, kitab tidak bisa menjamin, bahkan rasul pun tidak bisa memastikan siapa yang benar-benar mendapat hidayah. Ayat yang menegaskan “Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki” seolah menegasikan rasionalitas misi kerasulan itu sendiri. Inilah absurditas yang tak pernah selesai diperdebatkan.

Jika manusia dituntut untuk beriman melalui kitab dan teladan rasul, tetapi kuncinya tetap berada di genggaman Tuhan semata, di mana letak keadilan logikanya? Apakah wahyu hanya sekadar panggilan kosong yang bisa saja tidak berbuah karena Allah tidak menurunkan hidayah kepada seseorang? Ataukah wahyu dan kerasulan itu justru instrumen dari mekanisme hidayah itu sendiri—jalan formal yang mesti dilalui meski hasilnya tetap misteri?

Di titik inilah umat beragama sering terombang-ambing. Hadis, yang merupakan ucapan manusia—betapapun dekatnya dengan sumber kebenaran—tetaplah interpretasi, kesaksian, dan penjelasan yang bisa salah, bisa benar, bisa bias, bisa pula suci. Sementara itu, ayat kauniah—yaitu tanda-tanda Tuhan dalam alam semesta—adalah wahyu yang langsung hadir pada setiap orang, tanpa perantara, tanpa sanad. Ia universal, dapat dibaca oleh siapa saja, tanpa perlu label agama tertentu.

Di sinilah letaknya ironi: kitab dan hadis selalu membutuhkan tafsir, sementara langit yang luas dan tanah yang retak tidak meminta otoritas siapa pun untuk menjelaskannya. Ayat kauniah tampil sebagai bahasa yang tak mungkin dipalsukan; bintang tetap bersinar meski manusia buta huruf, hujan tetap turun meski tak seorang pun menghafal hadis. Hanya saja, manusia sering memilih menutup mata terhadap wahyu yang hadir tanpa teks, karena ia terlalu jujur, terlalu bebas dari kepentingan, terlalu tak bisa dijadikan alat legitimasi.

Pertanyaannya kemudian: jalan mana yang lebih utama? Apakah kita harus tunduk pada sistem otoritas teks dan tafsir, ataukah kita lebih jujur dengan ayat-ayat kauniah yang hadir sebagai wahyu eksistensial?

Barangkali jawabannya bukan “memilih salah satu,” melainkan menyadari bahwa absurditas ini adalah bagian dari misteri ketuhanan itu sendiri. Tuhan memberi kitab dan rasul agar manusia punya pijakan. Tetapi hak prerogatif-Nya atas hidayah adalah cara-Nya mengingatkan bahwa kebenaran tak bisa dipasung hanya oleh teks, dogma, atau tafsir manusia. Ia tetap bebas, tetap transenden, tetap di luar jangkauan kalkulasi logika.

Pada akhirnya, absurditas itu bukan sekadar kebingungan. Ia adalah undangan bagi manusia untuk terus berpikir, menimbang, mencari, dan pada saat yang sama merendahkan diri di hadapan misteri terbesar: bahwa dalam terang kitab dan rasul sekalipun, cahaya sejati tetap datang dari-Nya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IPW Desak Kapolda Metro Jaya Proses Kasus Dugaan Pemerasan oleh Penyidik Polrestro Depok

Next Post

Mul, Maneh Nurustunjung

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bencana

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Next Post
Mul, Maneh Nurustunjung

Mul, Maneh Nurustunjung

Bagaimana Dengan Riwayat Pendidikan Kaesang?

Bagaimana Dengan Riwayat Pendidikan Kaesang?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist