• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ada Apa dengan Mahfud MD dan Luhut?

Analisis atas silang pandangan soal proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

fusilat by fusilat
October 28, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Ada Apa dengan Mahfud MD dan Luhut?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sejak awal, publik menilai proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, atau kini disebut Whoosh, tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Ia sering dipersepsikan sebagai “eksekutor” di balik proyek ambisius Jokowi ini—seorang problem solver yang dikirim untuk membereskan proyek strategis nasional yang macet. Namun pernyataan Mahfud MD baru-baru ini mengguncang persepsi itu.

Dalam wawancara dengan Kompas TV pada 28 Oktober 2025, Mahfud secara terang menyatakan keraguannya bahwa Luhut terlibat sejak awal proyek Whoosh. Menurutnya, kontrak awal proyek tersebut terjadi pada 2015–2016, jauh sebelum Luhut mendapatkan mandat yang bersentuhan langsung dengan proyek ini. Ia bahkan menegaskan bahwa Luhut baru ditugaskan Jokowi menangani proyek tersebut pada 2020, ketika “barang itu sudah busuk.”

Pernyataan Mahfud ini menantang nalar publik yang sudah terlanjur percaya bahwa Luhut adalah figur sentral sejak perencanaan awal proyek. Ada yang menilai, Mahfud sedang menempatkan dirinya sebagai counter narrative terhadap stereotip “Luhut di mana-mana.” Tetapi ada pula yang membaca pernyataannya sebagai bentuk diplomasi moral—upaya meluruskan persepsi agar tanggung jawab proyek tidak seluruhnya ditimpakan kepada satu orang.

Namun, sulit menafsirkan pernyataan Mahfud tanpa membaca relasi politik yang lebih luas. Sebagai mantan Menkopolhukam dan tokoh dengan reputasi integritas hukum, Mahfud tampak ingin menunjukkan sikap objektif—bahwa kesalahan dalam proyek Whoosh adalah sistemik, bukan personal. Tapi publik justru menangkap sinyal lain: mengapa Mahfud seolah ingin “melunakkan” peran Luhut di tengah berbagai tudingan tentang kegagalan dan pembengkakan biaya proyek itu?

Ada dua tafsir yang mungkin. Pertama, Mahfud sedang menegaskan prinsip tanggung jawab komando, sebagaimana ia jelaskan: “Kalau di militer, kalau ada apa-apa yang bertanggung jawab adalah atasan yang memberi tugas.” Ia ingin menekankan bahwa Luhut hanyalah pelaksana dari perintah presiden. Tafsir ini menempatkan Luhut sebagai loyalis murni, bukan inisiator proyek.

Kedua, Mahfud mungkin sedang mengingatkan publik bahwa kritik terhadap proyek Whoosh seharusnya diarahkan ke sumber keputusan—bukan hanya ke figur pelaksana. Dengan kata lain, jika proyek ini menjadi beban fiskal negara, maka tanggung jawab utamanya bukan pada Luhut, tetapi pada visi pembangunan Jokowi sendiri yang menempatkan ambisi sebagai prioritas di atas kelayakan.

Di sisi lain, publik sulit melupakan kenyataan bahwa Luhut memang kerap muncul dalam setiap proyek strategis Jokowi—dari nikel, hilirisasi, hingga IKN. Citra “Luhut di segala lini” sudah menjadi bagian dari lanskap kekuasaan era Jokowi. Maka, ketika Mahfud meragukan keterlibatan awal Luhut dalam proyek kereta cepat, opini publik pun menjadi canggung: apakah ini klarifikasi faktual, atau justru bentuk “penyelamatan” reputasi seorang loyalis utama presiden?

Hubungan Mahfud dan Luhut sendiri menarik. Keduanya sama-sama tokoh senior, sama-sama loyal pada Jokowi, namun berdiri di kutub pendekatan yang berbeda. Mahfud berpijak pada etika hukum dan moral konstitusional, sedangkan Luhut beroperasi dengan logika kekuasaan dan efektivitas militeristik. Maka ketika Mahfud bicara soal Luhut, sesungguhnya yang sedang ia uji bukan sekadar peran seseorang dalam proyek Whoosh, melainkan sejauh mana loyalitas dan tanggung jawab bisa dibedakan dari keterlibatan.

Di ujungnya, publik bertanya: ada apa dengan Mahfud MD dan Luhut? Apakah ini sekadar perbedaan pandangan dua sahabat dalam lingkar kekuasaan, atau sinyal dari Mahfud bahwa persoalan Whoosh tak bisa disederhanakan dengan mencari kambing hitam tunggal?

Yang jelas, dari polemik ini, satu hal tampak nyata: proyek ambisius yang dibungkus jargon kemajuan kini menjadi simbol dari bagaimana kekuasaan bekerja—di mana tanggung jawab kabur, dan persepsi publik menjadi medan perebutan narasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Potret Nurani yang Korup dan Serakah: Rumah Pensiun Jokowi Capai Rp200 M, Menurut Keppres Maksimal Rp20 M, Pengamat Minta BPK & KPK Usut!

Next Post

Mahfud MD di Mata Damai Hari Lubis: Intelektual Berkaki Dua

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”

Mahfud MD di Mata Damai Hari Lubis: Intelektual Berkaki Dua

Keindonesiaan Kita: Antara Yamin, Hamka, dan STA

Keindonesiaan Kita: Antara Yamin, Hamka, dan STA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist