• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Potret Nurani yang Korup dan Serakah: Rumah Pensiun Jokowi Capai Rp200 M, Menurut Keppres Maksimal Rp20 M, Pengamat Minta BPK & KPK Usut!

fusilat by fusilat
October 28, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang kian menjerit dan ketimpangan sosial yang semakin dalam, kabar mengenai pembangunan rumah pensiun untuk mantan Presiden Joko Widodo dengan nilai fantastis mencapai Rp200 miliar menjadi tamparan keras bagi nurani publik. Sebuah potret gamblang tentang betapa jauhnya moral kekuasaan dari nurani kebangsaan.

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah, kembali menyalakan lonceng kritik yang menggema: proyek rumah hadiah negara untuk Jokowi sarat kejanggalan dan berpotensi membuka ruang korupsi besar-besaran. Kritik ini bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan panggilan logika dan etika yang harus dijawab oleh negara.

Berdasarkan UU No. 7 Tahun 1978, mantan Presiden atau Wakil Presiden memang berhak mendapatkan rumah yang layak beserta perlengkapannya. Namun, undang-undang itu sama sekali tidak menyebutkan nilai atau batas harga. Ketentuan tentang nilai baru muncul dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 81 Tahun 2004, yang dengan jelas membatasi harga rumah hadiah negara maksimal sebesar Rp20 miliar—sudah termasuk tanah dan bangunannya.

Namun, batas itu seolah tak berarti ketika Pemerintah Jokowi melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan Permenkeu No. 120/PMK-06/2022, yang membuka peluang pembiayaan tanpa batas dari APBN, asalkan luas tanah di DKI Jakarta tidak lebih dari 1.500 m² atau setara di daerah lain. Dari sinilah, kata Rizal Fadillah, “ruang korupsi terbuka lebar.”

Kisahnya menjadi lebih mencengangkan ketika diketahui bahwa Jokowi sendiri yang meminta lokasi tanah di Jl. Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar—dengan luas mencapai 12.000 m², delapan kali lipat dari batas wajar menurut Keppres lama. Harga tanah di sana berkisar Rp10–17 juta per meter persegi, sehingga hanya untuk tanah saja, APBN telah menggelontorkan sekitar Rp120 miliar. Belum termasuk biaya pembangunan rumah yang digarap oleh PT Tunas Jaya Sanur, kontraktor asal Bali yang ditunjuk langsung tanpa lelang terbuka.

Jika rumah presiden sebelumnya hanya senilai Rp20 miliar—seperti milik SBY di Jakarta—maka proyek rumah Jokowi yang bisa menembus Rp200 miliar adalah bentuk kemewahan yang menampar akal sehat. Apalagi, ada dugaan bahwa luas tanah semula hanya 9.000 m², kemudian “tiba-tiba” bertambah menjadi 12.000 m², dengan transaksi yang tak sepenuhnya diketahui pejabat desa setempat. Fakta ini menguatkan dugaan adanya manipulasi dan kolusi di balik proyek “hadiah negara” tersebut.

Dalam bahasa yang lebih keras, Rizal Fadillah menyebut Jokowi telah mencatat “rekor keserakahan” di antara para mantan presiden Indonesia. Rumah paling luas, pembiayaan paling mahal, dan kebijakan paling manipulatif—semua dengan menggunakan uang rakyat. Sebuah ironi yang pahit di tengah slogan kerakyatan yang dulu begitu sering dikumandangkan.

Jokowi seolah ingin meninggalkan “jejak istana” di tanah kelahirannya, bukan rumah pensiun sederhana seperti amanat undang-undang, melainkan simbol feodalisme baru di republik yang konon berdiri atas asas kesederhanaan dan keadilan sosial. Bukan hanya soal pelanggaran administratif, tetapi juga persoalan moral yang menelanjangi watak kekuasaan: ketika mandat rakyat berakhir, yang tertinggal bukan warisan kebijaksanaan, melainkan kerakusan yang dibungkus regulasi.

Kini, BPK dan KPK ditantang untuk membuktikan independensinya. Audit menyeluruh harus dilakukan terhadap proyek rumah Jokowi di Colomadu, agar publik tahu apakah uang negara digunakan secara sah atau telah diselewengkan dengan topeng legalitas.

Nurani yang korup tidak hanya terletak pada pencurian uang, tetapi pada keserakahan yang dilegalkan oleh kekuasaan. Dan dalam kasus ini, nurani kekuasaan tampak telah terjual di hadapan kemewahan pribadi.

Jika benar negara ini masih memiliki sisa akal sehat dan moral publik, maka inilah saatnya rakyat bersuara. Sebab, diam berarti ikut mengamini lahirnya “rumah korupsi” di atas tanah republik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JENDERAL BESAR SOEHARTO SUDAH SEHARUSNYA DIBERI GELAR PAHLAWAN

Next Post

Ada Apa dengan Mahfud MD dan Luhut?

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Ada Apa dengan Mahfud MD dan Luhut?

Ada Apa dengan Mahfud MD dan Luhut?

Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”

Mahfud MD di Mata Damai Hari Lubis: Intelektual Berkaki Dua

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist