• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Amnesti dan Abolisi: Potret Simbol Relasi Politik Prabowo dan Warisan Bayangan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
July 31, 2025
in Feature, Law
0
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Tokyo – Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Lembong (Tom Lembong) adalah lebih dari sekadar tindakan hukum; ia adalah isyarat politik yang dalam, bahkan mungkin penanda perubahan arah kekuasaan. Dua nama itu bukanlah kriminal murni, melainkan aktor politik yang terseret ke ranah hukum karena posisinya dalam pusaran konflik dengan Presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Politik yang Menyeret ke Ruang Sidang

Baik Hasto maupun Tom adalah representasi dari dua kutub yang berseberangan dengan kepentingan Jokowi dalam masa transisi dan konsolidasi kekuasaan menjelang akhir masa jabatan sang presiden dua periode. Hasto, sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, berada dalam posisi sulit antara kesetiaan pada Megawati dan tekanan dari kelompok istana yang mencoba membelokkan arah partai. Sementara Tom Lembong, mantan Kepala BKPM dan ekonom terkemuka, konsisten menyuarakan kritik terhadap proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek mercusuar Jokowi yang sarat kontroversi.

Ketegasan sikap dan suara kritis mereka bukan tanpa konsekuensi. Keduanya menjadi sasaran empuk dalam arena politik yang semakin otoriter. Proses hukum yang menimpa mereka terkesan politis, dipaksakan, dan berbau pembungkaman. Bagi publik, ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan pertarungan tafsir atas demokrasi yang mulai menyusut di era Jokowi.

Prabowo: Simbol Perubahan atau Sekadar Penjaga Stabilitas?

Langkah Prabowo memberikan pengampunan kepada keduanya adalah manuver cerdas yang menyimpan banyak pesan. Ia ingin menegaskan bahwa kekuasaan kini berada di tangannya, bukan lagi dalam bayang-bayang istana lama. Namun di sisi lain, keputusan ini juga menunjukkan bagaimana hubungan Prabowo dan Jokowi selama ini dibentuk bukan oleh kesamaan nilai, tapi oleh kompromi politik—yang kadang getir dan memaksa.

Bagi sebagian pengamat, pengampunan ini bisa dibaca sebagai balas budi atau bahkan bentuk pembalasan halus. Prabowo ingin menunjukkan bahwa dirinya bukan boneka yang dikendalikan Jokowi. Dengan membebaskan dua tokoh yang sebelumnya terkesan dikriminalisasi oleh lingkungan Jokowi, ia mengirimkan sinyal bahwa ia mampu berdiri di atas peta konflik lama, bahkan mengoreksinya.

Namun di sisi lain, langkah ini juga tak bisa dilepaskan dari kebutuhan untuk memperluas basis politiknya sendiri. Dengan mengakomodasi Hasto—yang mewakili PDIP, dan Tom—yang punya kredibilitas di kalangan profesional dan internasional, Prabowo sedang merakit ulang fondasi kekuasaan yang lebih luas dan cair.

Potret Retak di Balik Kompromi

Relasi Prabowo dan Jokowi selama ini bukanlah relasi mentor dan murid, melainkan relasi dua kutub kepentingan yang terpaksa bersenyawa demi stabilitas politik. Prabowo memang diberi panggung oleh Jokowi—dari Menhan hingga akhirnya jadi presiden. Tapi jalan itu dibayar dengan sikap tunduk yang panjang dan kompromi atas banyak prinsip.

Dengan keputusan amnesti dan abolisi ini, Prabowo tampaknya sedang menegaskan satu hal: masa transisi telah usai, dan kini saatnya ia membentuk narasinya sendiri. Ia hendak membuka lembaran baru yang—secara simbolik—juga menyapu jejak-jejak kriminalisasi politik warisan Jokowi.

Penutup: Demokrasi yang Harus Dijaga

Keputusan ini, tentu, pantas diapresiasi. Tapi publik juga mesti tetap waspada. Amnesti dan abolisi tak boleh hanya menjadi alat negosiasi politik, melainkan harus ditopang oleh prinsip keadilan dan rekonsiliasi nasional. Demokrasi tak boleh bergantung pada kemurahan hati seorang presiden, tapi harus ditopang sistem hukum yang adil dan merdeka dari dendam politik.

Prabowo telah membuat langkah awal. Tapi jalan panjang untuk menghapus bayang-bayang masa lalu dan membangun pemerintahan yang betul-betul independen masih harus diuji. Kita tunggu: apakah ini titik balik menuju kebebasan, atau sekadar babak baru dalam permainan lama kekuasaan?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Berikan Amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan Abolisi kepada Tom Lembong

Next Post

Makna Abolisi dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Makna Abolisi dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Indonesia

Makna Abolisi dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Indonesia

Indonesia Menghambur-hamburkan Tenaga Muda Potensial – Tenaga Muda Terbuang di Negeri Sendiri

Indonesia Menghambur-hamburkan Tenaga Muda Potensial - Tenaga Muda Terbuang di Negeri Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...