• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Ancaman Tersembunyi di Pesisir: Potensi Invasi Tentara China melalui Jalur Laut

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 28, 2025
in Bencana, Feature
0
Ancaman Tersembunyi di Pesisir: Potensi Invasi Tentara China melalui Jalur Laut
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik (KUHP)

Bayangkan jika suatu saat terjadi konflik yang berujung pada hilangnya nyawa dan harta benda warga negara asing (WNA) asal China (RRC) yang tinggal atau memiliki aset di wilayah pesisir Tangerang. Dalam skenario ini, Tentara Komunis China (TKC) dapat dengan mudah datang ke Indonesia atas perintah Beijing, dengan dalih melindungi warga negara mereka (WNC) dari ancaman amuk massa. Alasan ini, meskipun terkesan masuk akal, berpotensi menjadi pembenaran bagi Beijing untuk melakukan operasi militer di tanah air.

Situasi ini dapat diperparah jika pengusaha asal RRC yang beroperasi di Indonesia memiliki hubungan erat dengan bank-bank pemerintah China. Kehadiran TKC, yang mungkin dilakukan dengan dalih menjaga keselamatan aset warga negara mereka, berisiko dianggap oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk “agresi terbuka.” Operasi semacam ini dapat menyasar berbagai kota besar, termasuk Jakarta, dan meluas ke wilayah lain di tanah air.

Akses Laut Mempermudah Invasi
Jalur laut menjadi faktor strategis yang memudahkan TKC untuk mendatangkan bala bantuan. Dengan kapal induk RRC yang siaga di perairan internasional, mereka dapat dengan cepat mengerahkan pasukan menuju lokasi-lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya, termasuk kawasan permukiman pesisir tempat WNA China tinggal. Dalam hitungan jam, mereka dapat menguasai titik-titik strategis, termasuk ibu kota, dengan minim perlawanan.

Situasi ini diperburuk oleh keberadaan segelintir elit lokal yang bersikap oportunis—atau yang kerap disebut sebagai “komprador.” Sejak era pemerintahan Jokowi, mereka leluasa bergerak tanpa hambatan, membuka celah bagi penetrasi kekuatan asing.

Ancaman Dominasi RRC di Indonesia
Jika hal ini terjadi, kekalahan masyarakat pribumi dalam menghadapi kekuatan TKC dapat berdampak besar. Indonesia berisiko didikte oleh Beijing di berbagai sektor: politik, ekonomi, budaya, hingga eksploitasi kekayaan alam.

Konflik semacam ini bisa saja dipicu oleh hal sepele, seperti ketimpangan sosial akibat perbedaan gaji yang mencolok antara pekerja lokal (WNI) dan pekerja asing asal China (WNC). Ketegangan ini dapat berkembang menjadi konflik besar, memberi alasan bagi Beijing untuk mengintervensi dengan mengerahkan TKC. Alasan utamanya mungkin terdengar “mulia,” yakni melindungi keselamatan dan aset warga negara mereka, namun pada kenyataannya, ini bisa menjadi kedok untuk invasi militer.

Dilema antara Perlindungan dan Invasi
Situasi semacam ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kehadiran TKC benar-benar untuk melindungi WNC dan aset mereka, ataukah ini adalah bentuk agresi terselubung? Bahkan, sulit membedakan antara tentara aktif TKC dan WNC pekerja di Indonesia yang notabene banyak di antaranya adalah eks-militer.

Dengan dalih perlindungan, RRC mungkin akan mendorong traktat yang memungkinkan mereka mendirikan pos militer di Indonesia, lengkap dengan hak memantau aktivitas masyarakat. Bahkan, bisa saja mereka diberikan kewenangan untuk menangkap individu atau kelompok yang dianggap “mengancam stabilitas.” Jika ini terjadi, Indonesia bisa berakhir menjadi negara semi-kolonial yang tunduk pada kepentingan asing.

Menghentikan “Metode Dua Sekawan”
Agar skenario ini tidak menjadi kenyataan, tanda-tanda awal berupa kebijakan pemberian HGU hingga 190 tahun kepada pihak asing harus segera dihentikan. Kebijakan seperti ini, yang dijalankan oleh “dua sekawan” Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan, telah membuka pintu lebar-lebar bagi penetrasi asing. Kini saatnya Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kebijakan tersebut demi menjaga kedaulatan bangsa.

Hanya dengan langkah yang tepat, kita dapat mencegah terulangnya sejarah kolonialisme dalam bentuk baru, di mana Indonesia kembali dijajah oleh kekuatan asing melalui ekonomi, politik, dan militer.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makan Bergizi Mandiri: Reformasi Istilah Demi Generasi Emas 2045

Next Post

Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno

Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno

Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

PERBAIKI KELEMAHAN PERUM BULOG MENYERAP GABAH DAN BERAS PETANI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...