• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anies Baswedan, Prabowo, dan Rekonsiliasi Tanpa Sisa

Ali Syarief by Ali Syarief
August 3, 2025
in Feature, Politik
0
Anies Baswedan, Prabowo, dan Rekonsiliasi Tanpa Sisa
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sebuah podcast pasca Pilpres 2024, Anies Baswedan menyatakan satu kalimat penting yang, jika ditafsirkan dalam konteks politik kekuasaan, menyimpan sinyal besar: “Jika Prabowo melaksanakan janji-janji perubahan dan memperbaiki arah kebijakan, maka saya akan mendukung.” Di permukaan, kalimat ini terdengar seperti ucapan normatif—sebuah sikap negarawan yang membuka ruang kerja sama. Namun jika dicermati lebih dalam, pernyataan ini adalah semacam kode politik yang mengandung dua syarat: pelaksanaan janji dan perubahan arah kebijakan.

Dan tampaknya, Prabowo membaca kode itu dengan sangat baik.


Langkah-langkah Prabowo dalam menghapus persoalan terhadap tokoh-tokoh yang sebelumnya berseberangan secara ideologis maupun politik—seperti Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto—bisa dibaca sebagai bagian dari proses pemenuhan syarat tersebut.

Tom Lembong adalah ekonom dan eks Menteri Perdagangan yang berada di kubu Anies selama masa kampanye. Dalam konteks politik transisi, sosok seperti Tom bisa saja menjadi korban “pembersihan politik” jika Prabowo hendak mengonsolidasikan kekuasaan secara keras. Tapi tidak. Justru Prabowo memutuskan untuk menormalisasi kembali posisi Tom, bahkan menghilangkan segala bentuk tekanan hukum maupun politik yang bisa menyeretnya. Ini seperti bentuk abolisi de facto, sebuah penghapusan perkara secara politis tanpa proses hukum formal.

Begitu pula dengan Hasto Kristiyanto. Sebagai Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto tengah menghadapi gelombang persoalan hukum terkait kasus korupsi Harun Masiku. Tetapi arah angin berubah. Tekanan terhadap Hasto mulai mereda. Dan sinyal perubahan ini tidak datang begitu saja. Ia datang setelah muncul gelagat pergeseran sikap politik PDIP terhadap Prabowo. Jika terhadap Tom Lembong dilakukan abolisi diam-diam, terhadap Hasto dilakukan sesuatu yang serupa dengan amnesty moral—ia salah, tapi dimaafkan karena alasan politik yang lebih besar.

Lalu, apa yang mengubah segalanya?


Anies Baswedan—meski bukan bagian dari pemerintahan Prabowo—tiba-tiba menjadi poros moral dari rekonsiliasi nasional yang sedang dibangun. Sebagai mantan capres yang memperoleh dukungan besar rakyat urban dan kelompok kritis, Anies berada di posisi strategis meski di luar kekuasaan. Dan pernyataan “jika Prabowo melaksanakan janji-janji perubahan, saya akan mendukung” tidak bisa dianggap enteng. Sebab itu adalah bentuk tawaran: bukan koalisi politik, tapi koalisi legitimasi.

Di titik ini, terlihat bahwa Prabowo bukan hanya sedang membentuk pemerintahan, melainkan sedang membentuk ulang basis legitimasi kekuasaannya. Ia sadar, legitimasi bukan hanya datang dari partai pendukung dan elite istana, tetapi juga dari lawan-lawan yang telah berubah menjadi pemberi pengakuan.

Maka, kita menyaksikan ironi politik yang menakjubkan: Prabowo justru semakin kuat ketika dia berhasil memuaskan syarat dari orang yang sebelumnya menjadi rivalnya. Dengan mengakomodasi Anies melalui tokoh-tokohnya, dan mendekati PDIP lewat jalan kompromi terhadap Hasto, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya bukan sekadar kelanjutan dari era Jokowi, tetapi sebuah bentuk rekonsiliasi nasional yang telah menihilkan kubu-kubu lama.


Puncak dari proses ini terjadi ketika Megawati Soekarnoputri—yang selama ini dikenal tegas menjaga garis ideologis PDIP—secara tidak langsung mulai melunak. Melalui berbagai sinyal dan pernyataan tersirat, instruksi politik mulai mengalir ke kader-kader PDIP untuk bersikap rasional dan mendukung kebijakan pemerintah ke depan. Ini tentu saja bukan semata-mata karena kedekatan dengan Prabowo, melainkan karena kalkulasi: jika Anies saja bisa memberi pengakuan moral, maka tak ada alasan bagi PDIP untuk terus berada di luar lingkar kekuasaan.

Dengan kata lain, Megawati bukan sedang mencari tempat nyaman di bawah kekuasaan Prabowo. Ia sedang menyelamatkan posisi partainya dari keterasingan politik. Dan strategi ini hanya mungkin berhasil karena atmosfer politik sudah tidak lagi dikotomis. Sudah tidak ada kubu pendukung Anies, kubu Prabowo, atau kubu PDIP. Yang tersisa adalah satu poros besar: poros legitimasi nasional—dengan Prabowo sebagai pusatnya.


Dari semua ini, kita bisa menyimpulkan satu hal: keputusan-keputusan Prabowo terhadap Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto bukanlah insiden pragmatis biasa. Ia merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjawab syarat dukungan yang dilontarkan oleh Anies. Dan dalam menjawab syarat itu, Prabowo bukan hanya mendapat legitimasi, tetapi juga berhasil menutup semua celah perlawanan politik.

Kini, tidak ada lagi oposisi yang signifikan. Yang ada adalah satu kekuasaan yang telah menyerap semua lawan menjadi bagian dari konsensus besar. Dan sejarah akan mencatat, rekonsiliasi nasional ini dimulai dari satu pernyataan kecil di sebuah podcast: “Jika Prabowo melaksanakan janji-janji perubahan, saya akan mendukung.”


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironi Negeri Beras: Swasembada di Atas Kertas, Harga di Langit!

Next Post

Menko Polhukam Soroti Pengibaran Bendera One Piece: Langgar Hukum

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP
Economy

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Feature

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Next Post
Menko Polhukam Soroti Pengibaran Bendera One Piece: Langgar Hukum

Menko Polhukam Soroti Pengibaran Bendera One Piece: Langgar Hukum

Pengakuan Gibran dan Gambaran Keterbatasan Intelektualitas

Pengakuan Gibran dan Gambaran Keterbatasan Intelektualitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

August 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...