• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apalah Artinya Negara Memberi Gelar Pahlawan Kalau Rakyat Tidak Mempahlawankan?

fusilat by fusilat
November 3, 2025
in Feature, Pojok KSP
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir Suharto Wongsosumarto, Kader PDI Perjuangan tinggal di Yogyakarta.

Jakarta – Nyaris dapat dipastikan mantan Presiden Soeharto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari negara pada peringatan Hari Pahlawan 10 November nanti. Ada 40 nama yang diusulkan berbagai daerah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Mengapa mantan penguasa rezim Orde Baru itu nyaris dapat dipastikan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional?

Sebab semua pihak sudah setuju, mulai dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang juga Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hingga Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Kini, keputusan apakah Soeharto akan benar-benar menjadi Pahlawan Nasional atau tidak ada di tangan Presiden Prabowo Subianto yang juga mantan menantunya.

Hanya satu pihak yang menolak Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sikap PDIP ini sejalan dengan kalangan masyarakat sipil dan akademisi. Artinya, PDIP senafas dengan rakyat. Rakyat ada di belakang PDIP.

Saat berpidato dalam Seminar Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Perpustakaan Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025) lalu,
Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar pemerintah tidak sembarangan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada para tokoh.

Beliau menilai, penganugerahan gelar itu tidak bisa dilakukan secara mudah tanpa menimbang rekam jejak perjuangan, nilai kemanusiaan, serta tanggung jawab moral seorang tokoh terhadap bangsa.

Ibu Megawati memang tidak secara eksplisit menyebut nama Soeharto. Namun secara implisit yang beliau maksud sudah nyaris dapat dipastikan adalah Soeharto. Apalagi sikap PDIP sudah jelas: menolak gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.

Puni, dalam salah satu bagian pidato di Makam Bung Karno itu, Ibu Megawati menyinggung sulitnya memakamkan jenazah mendiang ayahandanya itu yang meninggal dunia di Jakarta pada 21 Juni 1970 di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta, karena ditolak Soeharto.

Rezim Orde Baru justru memutuskan jenazah Bung Karno dimakamkan di Blitar di area pemakaman kecil yang merupakan makam para tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Adapun wasiat Bung Karno sendiri ingin dimakamkan di bawah pohon rindang di tepian sungai yang arusnya deras, tepatnya di daerah Priangan, Bandung, Jawa Barat, tempat Proklamator dan Presiden Pertama RI itu bertemu petani gurem bernama Marhaen.

Blessing in Disguise

Blessing in disguise (berkah di balik musibah). Di kemudian hari justru banyak masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia yang berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Bandingkan jika dimakamkan di TMPN Kalibata yang perlu prosedur tak mudah jika rakyat mau berziarah ke makam Bung Karno.

Demikianlah jika rakyat sudah mempahlawankan seorang tokoh. Mau dimakamkan di mana pun, kalau memang rakyat sudah cinta, pasti akan menziarahinya.

Pertanyaan pun muncul: apalah artinya negara memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada seorang tokoh jika ternyata rakyat tidak mempahlawankannya?

Pahlawan atau bukan, gelar itu yang hakiki berasal dari hati rakyat, bukan dari pemerintah atau negara. Tanpa gelar dari pemerintah pun, kalau rakyat sudah mempahlawankan, seorang tokoh akan menjadi pahlawan.

Sebaliknya, diberi gelar pahlawan oleh pemerintah pun, kalau memang rakyat tidak mempahlawankan, tokoh tersebut tidak akan menjadi pahlawan di hati rakyat.

Sebab itu, seperti kata Ibu Megawati, pemerintah tidak boleh sembarangan dalam memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada para tokoh. Harus ditimbang “track records” atau rekam jejak perjuangannya, nilai kemanusiaannya, serta tanggung jawab moral seorang tokoh tersebut terhadap bangsa dan negaranya.

Sikap PDIP yang menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto ternyata sejalan dengan kalangan masyarakat sipil dan akademisi. Akademisi merupakan penjaga nalar, akal sehat dan hati nurani rakyat. Akademisi tidak punya kepentingan politik atau kepentingan pragmatis apa pun ketika menolak gelar Pahlawan Nasional buat Soeharto.

Maka ketika Soeharto akan diberi gelar Pahlawan Nasional, hanya ada satu kata: tolak!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sistem Politik yang Buruk: Mengikat Prabowo dan Jokowi dalam Irama yang Bertentangan dengan Presidensialisme

Next Post

Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

KPK OTT di Riau, Sepuluh Orang Diamankan: Bayang Korupsi Mengintai Proyek Pemerintah Daerah

KPK OTT di Riau, Sepuluh Orang Diamankan: Bayang Korupsi Mengintai Proyek Pemerintah Daerah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...