• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sistem Politik yang Buruk: Mengikat Prabowo dan Jokowi dalam Irama yang Bertentangan dengan Presidensialisme

Ali Syarief by Ali Syarief
November 3, 2025
in Feature, Politik
0
Jokowi Puji Prabowo  Karena Meningktanya Elektabilitas  Gerindra dan Dirinya
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam demokrasi presidensial sejati, presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, bukan oleh partai politik atau parlemen, dengan tujuan menjaga keseimbangan kekuasaan dan memisahkan eksekutif dari legislatif. Namun, kenyataannya di Indonesia, prinsip ini kerap terkoyak oleh sistem politik yang buruk, yang secara struktural memaksa tokoh-tokoh besar seperti Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) untuk saling “mengikatkan diri” demi kelangsungan politik mereka.

Fenomena ini bermula dari ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang diterapkan dalam sistem politik Indonesia. Presidential threshold, yang mewajibkan calon presiden untuk memiliki dukungan minimal partai politik tertentu, secara otomatis menggeser kekuatan politik ke tangan partai. Sementara itu, parliamentary threshold, yang membatasi jumlah partai yang bisa memperoleh kursi di parlemen, menekan pluralitas politik dan memaksa partai-partai kecil bergabung dengan blok besar untuk bertahan. Kedua mekanisme ini, meski bertujuan menyaring calon yang “layak”, justru menciptakan ketimpangan demokrasi.

Akibatnya, sistem presidensial Indonesia secara praktis “bernapas” dalam kerangka parlementer. Presiden yang seharusnya memiliki legitimasi langsung dari rakyat kini bergantung pada koalisi partai untuk bisa maju dan bertahan. Inilah yang membuat hubungan antara Prabowo dan Jokowi tidak bisa dilepaskan begitu saja; mereka harus saling menautkan kepentingan politik demi mengamankan posisi masing-masing, meskipun secara ideologi atau program kerja mereka berbeda. Praktik ini bertentangan dengan semangat presidensial murni, di mana presiden seharusnya menjadi pemimpin independen yang memimpin pemerintahan tanpa harus terikat kompromi yang berlebihan dengan kekuatan legislatif.

Lebih jauh lagi, sistem ini menimbulkan efek domino terhadap kualitas demokrasi. Dengan mengikat figur-figur besar dalam koalisi politik yang sering kali pragmatis, pilihan rakyat menjadi terbatas dan substansi program pemerintahan dipangkas untuk menyesuaikan kepentingan koalisi. Sistem yang seharusnya menjamin kedaulatan rakyat justru menumbuhkan “politik kontrak”, di mana kesepakatan di balik layar lebih menentukan arah pemerintahan daripada aspirasi publik.

Singkatnya, ketimpangan antara norma presidensial dan praktik parlementer di Indonesia menunjukkan bahwa sistem politik yang buruk bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah struktural yang mengekang kebebasan politik. Prabowo dan Jokowi, dua figur besar dalam lanskap politik nasional, menjadi simbol dari ironi ini: mereka harus tetap saling mengikatkan diri dalam jaringan kepentingan yang sesungguhnya bertentangan dengan prinsip demokrasi presidensial. Selama ambang batas pencalonan dan ambang batas parlemen tidak direvisi, demokrasi Indonesia akan terus timpang, dan presidensialisme hanya akan menjadi topeng bagi praktik politik parlementer yang dominan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggota DPR yang Hidup Hedon: Cermin Ketimpangan di Parlemen

Next Post

Apalah Artinya Negara Memberi Gelar Pahlawan Kalau Rakyat Tidak Mempahlawankan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Apalah Artinya Negara Memberi Gelar Pahlawan Kalau Rakyat Tidak Mempahlawankan?

Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...