• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi

Ali Syarief by Ali Syarief
November 3, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Pro-Kontra Soeharto Dipahlawankan: Antara Luka Sejarah dan Politik Balas Budi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tak ada nama yang lebih membelah memori bangsa selain Soeharto. Di satu sisi, ia disebut Bapak Pembangunan yang menegakkan stabilitas dan infrastruktur modern. Di sisi lain, ia dituding sebagai otokrat yang mengebiri demokrasi, menumpuk kekayaan kroni, dan meninggalkan luka HAM yang belum terobati. Maka ketika isu gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto kembali berembus, perdebatan publik pun langsung mengeras: apakah bangsa ini siap memuliakan seorang figur yang begitu kompleks dan kontroversial?

Bagi kalangan yang menolak, terutama di lingkaran PDIP, penolakan itu bukan sekadar sentimen politik, melainkan soal moral sejarah. Di bawah payung ideologi Bung Karno, Soekarnoisme adalah napas yang dijaga. Dan mereka tak bisa begitu saja memaafkan bagaimana Soeharto menyingkirkan Bung Karno dari panggung kekuasaan melalui rangkaian peristiwa 1965—yang hingga kini masih menyisakan kabut kebenaran sejarah.
Ketua umum PDIP, yang darah ideologinya berkelindan dengan warisan Bung Karno, tentu punya alasan emosional dan historis untuk menolak keras upaya pemutihan Soeharto. Bagi mereka, memberi gelar pahlawan kepada Soeharto adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah—terutama terhadap penderitaan mereka yang menjadi korban represi politik Orde Baru.

Namun di sisi lain, realitas politik hari ini telah berubah. Pemerintahan berada di tangan Gerindra, partai yang dipimpin oleh menantu Soeharto sendiri: Prabowo Subianto. Ada kepentingan simbolik di sana—bukan hanya sebagai bentuk balas budi keluarga, tapi juga sebagai upaya merehabilitasi citra masa lalu. Gerindra yang kini menjadi pusat kekuasaan mungkin melihat momen ini sebagai kesempatan mengembalikan “keseimbangan sejarah” setelah dua dekade Soeharto dicap diktator tanpa ampun.

Bagi kubu pendukung, jasa Soeharto dalam membangun negeri ini tak bisa dihapus begitu saja. Mereka menunjuk pada pembangunan infrastruktur, stabilitas ekonomi, dan program pertanian yang menjadikan Indonesia sempat swasembada pangan. Jalan tol, bendungan, hingga institusi pendidikan lahir di era Soeharto—sesuatu yang, bagi generasi 80–90an, menjadi bagian dari memori kolektif tentang kemajuan.
“Kalau Bung Karno adalah peletak dasar, maka Soeharto adalah pembangun nyata,” begitu argumen mereka.

Tapi pertanyaan yang lebih dalam: apakah pembangunan fisik bisa menebus pelanggaran terhadap kemanusiaan dan kebebasan? Apakah keberhasilan ekonomi layak menjadi alasan untuk melupakan pembredelan pers, pemenjaraan tanpa pengadilan, dan korupsi yang mengakar sampai ke sumsum birokrasi?

Soeharto adalah paradoks. Ia sekaligus simbol keteraturan dan ketakutan, kemakmuran dan pengekangan. Memberinya gelar pahlawan tanpa refleksi kritis berarti memutihkan sejarah; menolaknya tanpa menimbang jasa, berarti mengingkari sebagian kenyataan bangsa.

Kini, keputusan politik berada di tangan mereka yang berkuasa—dan di sanalah paradoks lain muncul: bagaimana seorang menantu yang kini menjadi presiden menimbang objektivitas sejarah mertuanya sendiri?

Apakah Prabowo akan membuka ruang bagi penilaian sejarah yang jujur, ataukah sejarah sekali lagi akan ditulis oleh mereka yang menang?

Dalam pusaran pro dan kontra ini, bangsa tampaknya harus berhenti melihat Soeharto hanya sebagai sosok tunggal—entah pahlawan atau penjahat—dan mulai menilai masa lalunya dengan keberanian moral. Sebab, seperti kata pepatah Jawa yang sering dikutip Soeharto sendiri, “urip iku mung mampir ngombe.”
Yang tersisa dari seorang pemimpin bukan kekuasaan atau gelarnya, melainkan bagaimana ia dikenang: dengan hormat, atau dengan luka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apalah Artinya Negara Memberi Gelar Pahlawan Kalau Rakyat Tidak Mempahlawankan?

Next Post

KPK OTT di Riau, Sepuluh Orang Diamankan: Bayang Korupsi Mengintai Proyek Pemerintah Daerah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
KPK OTT di Riau, Sepuluh Orang Diamankan: Bayang Korupsi Mengintai Proyek Pemerintah Daerah

KPK OTT di Riau, Sepuluh Orang Diamankan: Bayang Korupsi Mengintai Proyek Pemerintah Daerah

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist