• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ayam Impor dan Negara yang Kehilangan Naluri Berdikari

fusilat by fusilat
February 24, 2026
in Economy, Feature
0
Ayam Impor dan Negara yang Kehilangan Naluri Berdikari
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Isu impor induk ayam (grandparent stock/GPS) dari Amerika Serikat dengan harga yang disebut mencapai ratusan ribu rupiah per ekor bukan sekadar kabar teknis peternakan. Ia adalah penanda arah politik pangan: ke mana negara hendak membawa kedaulatan produksinya, dan siapa yang sesungguhnya dilayani oleh kebijakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri perunggasan nasional memang menghadapi persoalan klasik—fluktuasi harga, kelebihan pasokan di hilir, dan ketergantungan bibit unggul dari luar negeri. Namun, solusi yang kembali mengemuka selalu sama: impor. Entah dalam bentuk GPS, parent stock, maupun pakan. Negara seakan mengakui secara diam-diam bahwa ia gagal membangun ekosistem pembibitan nasional yang mandiri.

Padahal, Indonesia bukan negara tanpa modal. Peternak rakyat tersebar luas, pengalaman puluhan tahun dimiliki, dan kebutuhan domestik sangat besar. Yang absen justru keberanian politik untuk memutus ketergantungan dan kesungguhan investasi negara dalam riset genetika, balai pembibitan, serta perlindungan peternak kecil dari dominasi integrator besar.

Harga induk ayam impor yang dikabarkan mencapai sekitar Rp500 ribu per ekor—apapun angka pastinya—secara logika ekonomi akan berimbas ke seluruh rantai produksi. Biaya awal naik, risiko ditransfer ke peternak, dan pada akhirnya konsumen menanggung harga. Ironisnya, peternak kecil yang sejak awal dijanjikan “efisiensi” justru kerap menjadi korban ketika pasar jatuh, sementara pemain besar relatif lebih lentur bertahan.

Di sinilah persoalan politiknya menjadi terang. Kebijakan impor sering dibungkus narasi stabilisasi dan modernisasi, tetapi luput menjawab pertanyaan mendasar: mengapa negara terus memilih jalan cepat, bukan jalan benar? Mengapa anggaran besar lebih mudah disetujui untuk impor ketimbang untuk membangun kemandirian bibit dalam negeri yang hasilnya memang tidak instan, tetapi berdaulat?

Lebih jauh, ketergantungan pada negara besar seperti Amerika Serikat juga membawa konsekuensi geopolitik. Pangan bukan komoditas netral. Ia adalah alat tawar. Ketika bibit, teknologi, dan standar dikendalikan oleh pihak luar, kedaulatan tidak lagi utuh. Negara boleh berdaulat secara politik, tetapi rapuh secara struktural.

Janji swasembada dan kemandirian pangan akhirnya terdengar seperti slogan musiman. Setiap kali harga bergejolak, setiap kali produksi terganggu, impor kembali dijadikan jawaban pamungkas. Ini bukan sekadar kegagalan teknokrasi, melainkan krisis visi: negara kehilangan naluri berdikari.

Ayam impor itu, dengan segala simbolisme yang melekat padanya, menjadi cermin. Di balik pidato tentang nasionalisme ekonomi, masih bercokol kebijakan yang memanjakan ketergantungan. Dan selama itu terus dipelihara, peternak rakyat akan tetap berada di pinggir sejarah—menjadi objek, bukan subjek pembangunan pangan.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal mampu atau tidak. Melainkan: apakah negara sungguh mau berdiri di atas kakinya sendiri, atau nyaman selamanya bersandar pada impor?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menyulap Lahan Bawang Jadi Surga Wisata: Kisah Petani Enrekang Menyelamatkan Alam

Next Post

Ibu, Juru Masak Agung di Dapur Kenangan

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Ibu, Juru Masak Agung di Dapur Kenangan

Ibu, Juru Masak Agung di Dapur Kenangan

Apa Benefit Pujian Trump kepada Prabowo bagi Rakyat Indonesia?

De Facto: Indonesia Negara Bagian ke-51 AS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist