• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bak Cacing Kepanasan: Luhut Geram, Purbaya Tegak di Atas Prinsip

Ali Syarief by Ali Syarief
November 2, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bossman ; LBP dan Purbaya Tidak Saling Menegur
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tak banyak pejabat berani berkata tidak di hadapan kekuasaan, apalagi ketika proyek raksasa bernama Whoosh—kereta cepat Jakarta–Bandung—sudah sejak lama dijadikan simbol “kemajuan bangsa” yang dipaksakan. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih jalan yang jarang dilalui: menolak menalangi utang proyek itu dari APBN. Dan sejak kalimat itu keluar dari mulutnya, politik di sekitar Istana mendadak panas.

Yang paling geram, konon, adalah Luhut Binsar Pandjaitan. Ia keceplosan di depan awak media, mengatakan proyek Whoosh itu “sudah busuk sedari awal”. Sebuah kalimat yang terdengar seperti ledakan frustrasi, tapi sekaligus pengakuan terselubung: bahwa proyek yang dulu mati-matian ia kawal kini mulai berbau busuk di hidung publik. Pernyataan itu seolah hendak melempar batu, tapi justru pecah di tangannya sendiri—karena publik tahu, siapa eksekutor sesungguhnya dari proyek Whoosh sejak hari pertama.

Luhut tampak seperti cacing kepanasan. Ucapan Purbaya—“tidak mau membayar dari APBN”—adalah tamparan moral bagi sistem yang selama ini gemar memindahkan beban bisnis ke punggung rakyat. Ia tak hanya menolak, tapi juga menelanjangi pola lama yang biasa terjadi di proyek-proyek strategis nasional: untung buat segelintir, rugi ditanggung negara.

Dan seperti hukum besi di republik ini, siapa pun yang terlalu jujur akan selalu dicurigai. Maka rumor pun merebak: Purbaya terancam di-reshuffle. Seolah integritas kini menjadi kesalahan administratif, dan ketegasan dianggap dosa politik.

Isu itu menguap dari ruang-ruang gosip istana, disebarkan oleh mereka yang gelisah karena rantai kepentingan mulai terguncang. Bagi sebagian orang, Purbaya adalah batu sandungan—karena ia tidak mau menandatangani cek kosong untuk menambal lubang yang digali sendiri oleh kekuasaan. Tapi bagi publik, sikapnya adalah secercah harapan bahwa masih ada pejabat yang memegang garis moral di tengah rawa kepentingan.

Luhut boleh saja menepis tanggung jawab, menyebut proyek Whoosh “busuk sedari awal” seolah dirinya hanya penonton. Tapi sejarah mencatat siapa yang paling bersemangat memotong pita peresmian, siapa yang mengundang investor Tiongkok dengan janji manis, dan siapa yang memaksakan penyelesaian proyek meski hitungannya tidak masuk akal. Kini, ketika utang jatuh tempo dan beban membengkak, tangannya mencari bahu lain untuk memikulnya.

Purbaya memilih berdiri di garis yang sulit—garis di mana logika ekonomi bertabrakan dengan logika politik. Ia paham bahwa APBN bukan celengan pribadi, bukan pula tempat menampung kegagalan proyek ambisius. Dalam konteks itu, keberaniannya bukan sekadar teknokratis, tapi politis.

Dan mungkin itulah yang membuat ia kini berada di ujung ancaman reshuffle. Karena di republik yang terlalu sering menjadikan loyalitas lebih penting dari akuntabilitas, menolak tunduk adalah bentuk pembangkangan.

Namun bagi rakyat yang masih menaruh harapan pada pemerintahan yang waras, Purbaya adalah anomali yang menyegarkan: pejabat yang memilih dihantam badai daripada menipu nurani.

Jika sejarah punya nurani, barangkali ia akan mencatat bahwa di tengah pesta kekuasaan yang penuh tipu muslihat, ada satu nama yang memilih berdiri tegak, menolak menjadi bagian dari kebohongan berjamaah.

Dan di saat itulah, para cacing mulai kepanasan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Freeport: Tirai Dusta Jokowi yang Dibuka Purbaya

Next Post

EKONOMI PURBAYA HIDUP

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

EKONOMI PURBAYA HIDUP

Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist