• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

Ali Syarief by Ali Syarief
November 3, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya
Share on FacebookShare on Twitter

Tirai pertama terbuka pada sebuah bengkel kecil di Solo. Di sanalah, lebih dari satu dekade lalu, Joko Widodo—yang kala itu masih wali kota—memperkenalkan mobil “karya anak bangsa” bernama Esemka. Kamera berkerumun, rakyat bertepuk tangan, dan media menulisnya sebagai tonggak kemandirian industri otomotif nasional. Jokowi tampil sebagai figur yang sederhana, membumi, sekaligus visioner. Tapi seiring waktu, Esemka justru berubah menjadi mitos nasionalisme. Mobil yang digadang-gadang akan menyaingi Jepang itu tak pernah benar-benar lahir dari rahim industri lokal, melainkan sekadar tirai pencitraan.

Ketika Jokowi melangkah ke Istana, Esemka ikut ditinggalkan di bengkel—seperti properti panggung yang sudah selesai masa pakainya. Tak ada laporan produksi massal, tak ada ekspor, tak ada rantai pasok industri yang nyata. Namun narasi “produk anak bangsa” tetap dijaga hidup oleh propaganda yang rapi. Tirai pertama menutupi dusta pertama: bahwa nasionalisme bisa dijual dalam bentuk slogan, bukan hasil kerja nyata.


Tirai kedua terbentang di Papua, di atas gunung emas yang sudah digali selama puluhan tahun: Freeport. Jokowi memproklamasikan “pengambilalihan” saham sebagai bukti kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia tampil gagah, mengklaim bahwa negara kini memegang kendali atas sumber daya strategis. Tapi jika tirai itu disibak, tampak kenyataan yang tak seindah panggungnya.

Saham 51% yang digembar-gemborkan itu bukan hasil pembelian tunai atau negosiasi berdaulat, melainkan utang besar BUMN yang pembayarannya menekan anggaran negara. Struktur kepemilikan yang berlapis membuat keuntungan tetap mengalir ke Freeport-McMoRan. Bahkan, pemerintah masih bergantung pada keahlian, teknologi, dan perizinan yang dikendalikan korporasi Amerika itu. Tirai kedua pun menutupi dusta kedua: bahwa kedaulatan bisa diklaim lewat akuntansi, bukan kendali sesungguhnya.


Tirai ketiga menjuntai di sektor energi—dunia yang selama puluhan tahun dikuasai oleh mafia minyak. Pada awal pemerintahannya, Jokowi dengan lantang berjanji akan membubarkan Petral (Pertamina Energy Trading Ltd), yang disebut sebagai sumber kebocoran besar dalam tata niaga migas. Publik menyambut gembira; seolah babak baru transparansi energi telah dimulai.

Namun, bayangan lama tak pernah benar-benar hilang. Nama-nama seperti Reza Chalid—yang dulu dijuluki “Raja Minyak Indonesia”—kembali muncul dalam berbagai laporan dan rumor bisnis. Petral memang bubar secara administratif, tapi jaringannya bereinkarnasi dalam bentuk baru, menyusup di perusahaan-perusahaan migas milik negara. Tirai ketiga pun menutupi dusta ketiga: bahwa mafia tak bisa diberantas dengan pidato, apalagi jika kekuasaan sendiri menjadi bagian dari jaringan itu.


Tirai-tirai ini membentuk panggung besar kekuasaan Jokowi: panggung yang gemerlap di depan, namun rapuh di belakang layar. Dari proyek infrastruktur raksasa, food estate gagal panen, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara yang membebani APBN—semuanya berdiri di atas narasi, bukan prestasi yang solid. Setiap tirai dibuka, hanya memperlihatkan tirai lain yang lebih besar dan lebih tebal.

Sementara itu, rakyat dibuat sibuk dengan retorika “kerja, kerja, kerja”. Padahal kerja yang dimaksud sering kali hanya kerja menutupi jejak. Negara dikelola seperti panggung sandiwara: pencitraan menjadi politik, politik menjadi bisnis, dan bisnis akhirnya menjadi sumber kekuasaan baru. Jokowi bukan lagi presiden yang memimpin, melainkan sutradara yang mengatur pencahayaan agar bayangan tampak seperti cahaya.


Kini, di penghujung kekuasaannya, tirai-tirai itu mulai robek oleh waktu. Skandal demi skandal muncul, dari politik dinasti hingga manipulasi hukum. Kedaulatan berubah menjadi proyek keluarga, meritokrasi digantikan loyalitas, dan republik disulap menjadi kerajaan kecil yang dikelola dari istana dan ruang rapat BUMN.

Namun publik pun telah belajar. Masyarakat kini tahu bahwa setiap janji yang diucapkan dengan nada lirih dan senyum sederhana bisa menyembunyikan ambisi yang besar. Jokowi mengajarkan satu hal penting bagi sejarah politik Indonesia: bahwa kesederhanaan bisa menjadi topeng paling efektif bagi kekuasaan.


Jika nanti tirai terakhir benar-benar terbuka, mungkin kita baru akan melihat apa yang selama ini tersembunyi di balik panggung. Bukan hanya dusta, tapi juga struktur kekuasaan yang dibangun dari kepura-puraan. Dan ketika itu terjadi, sejarah akan menilai—bahwa Jokowi bukanlah pemimpin yang jujur dalam tindakan, melainkan aktor yang piawai memainkan peran rakyat kecil di tengah sistem yang ia bentuk untuk kepentingannya sendiri.

“Setiap tirai yang dibuka, hanya memperlihatkan tirai lain di belakangnya. Dan di balik semua itu, Jokowi tetap berdiri di panggung yang ia ciptakan sendiri — antara ilusi keberhasilan dan kenyataan yang sengaja dikaburkan.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

EKONOMI PURBAYA HIDUP

Next Post

ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

Menyelamatkan Jantung Pangan: Saatnya Negara Membela Penggilingan Padi Kecil

Menyelamatkan Jantung Pangan: Saatnya Negara Membela Penggilingan Padi Kecil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...