• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

EKONOMI PURBAYA HIDUP

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
November 3, 2025
in Economy, Feature, Tokoh/Figur
0
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Apa mazhab ekonomi Purbaya? Betulkah ia sedang membangun rejim moneterisme sebagaimana dipopulerkan oleh Milton Friedman? Saya kira tidak. Ia terlalu matang untuk terjebak dalam kontroversi madzhabiah,

Walau begitu Purbaya telah mengubah cara negara memandang uang. Perubahan itu tidak riuh, tidak penuh slogan, dan tidak muncul dalam bentuk program besar yang diumumkan di panggung. Ia hadir dalam langkah-langkah administratif, sidak senyap, koreksi sistem pajak, dan seruan kepada pemerintah daerah. Tetapi jika diperhatikan dengan teliti, kita melihat pola yang jelas: negara sedang menggeser orientasi ekonominya dari ‘menjaga uang’ menjadi ‘menggerakkan uang.’

Selama lebih dari dua dekade, asumsi dasar ekonomi Indonesia relatif sama: stabilitas fiskal adalah fondasi utama. Defisit harus dijaga, belanja harus hati-hati, cadangan harus aman, dan sebagaimana sering diulang oleh teknokrat, yang penting APBN kuat. Pendekatan ini berhasil menjaga kepercayaan pasar dan menahan gejolak krisis global. Namun ia juga punya sisi lain: aliran uang menjadi lambat. Uang lebih banyak disimpan daripada diputar. Dan ekonomi yang tumbuh perlahan mulai kehilangan energinya di akar rumput.

Kita melihat gejalanya dalam angka yang jarang menjadi sorotan publik: velocity of money — kecepatan uang berpindah tangan dalam perekonomian. Bank Indonesia mencatat, velocity Indonesia turun dari sekitar 8,5 pada 2011 menjadi sekitar 6,0 pada 2023. Uang yang sama kini menghasilkan lebih sedikit transaksi. Ada aktivitas, tetapi arusnya lemah; seperti sungai yang masih penuh air, namun permukaannya tenang dan dasarnya mulai mengendap lumpur.

Pada saat yang sama, APBD daerah yang mengendap di perbankan daerah mencapai sekitar Rp 250 triliun pada beberapa periode anggaran. Uang itu tidak hilang — ia sekadar diam. Diam di rekening bank. Diam menunggu prosedur. Diam demi kehati-hatian. Diam dalam nama stabilitas.

Padahal, seperti yang pernah dikatakan Amartya Sen, statistik dapat menenangkan pemerintah, tetapi tidak selalu menenangkan perut manusia.


Dalam konteks ini, langkah-langkah Purbaya Yudhi Sadewa — Menkeu baru — menjadi menarik untuk diperhatikan. Ia memandang uang bukan sebagai sesuatu yang harus diamankan lebih dulu, tetapi sebagai energi yang harus dialirkan agar ekonomi hidup. Dan dari sinilah serangkaian kebijakannya dapat dipahami sebagai satu proyek intelektual: mengembalikan arus.*

Pertama, kritiknya terhadap APBD parkir di bank. Bagi sebagian pemerintah daerah, saldo APBD yang tinggi dianggap sebagai tanda kinerja keuangan yang baik — bahkan dapat menghasilkan bunga tambahan yang mempercantik laporan. Purbaya justru mengatakan: “APBD bukan instrumen investasi. APBD adalah mesin penggerak ekonomi daerah.”

Artinya jelas: uang daerah bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibelanjakan. Ketika APBD dibelanjakan, warung makan bekerja, tukang material bekerja, pabrik semen bekerja, bengkel alat berat bekerja, dan UMKM lokal masuk kembali dalam sirkulasi. Belanja daerah adalah denyut kehidupan ekonomi lokal.

Ketika ia berhenti, velocity jatuh — dan seluruh kawasan melemah.

Kedua, sidak ke Bea Cukai. Banyak orang membaca ini sebagai persoalan pemberantasan pungli. Sebagian menganggapnya sebagai bagian dari penegakan disiplin birokrasi. Namun esensinya lebih dalam: Bea Cukai adalah pintu aliran barang. Ketika pintu itu tersumbat oleh ketidakpastian, biaya tambahan, atau intervensi informal, uang yang telah dikeluarkan pelaku usaha untuk produksi tidak mengalir kembali menjadi pendapatan — melainkan membeku menjadi biaya tunggu.

Sidak itu adalah upaya melancarkan katup aliran ekonomi.

Ketiga, percepatan implementasi Coretax. Sistem perpajakan yang lambat, ambigu, atau penuh ruang negosiasi menciptakan friksi transaksi. Pelaku usaha menunda keputusan, ekspansi tertahan, kredit tidak dicairkan, dan uang berhenti di tengah jalan. Coretax bukan hanya sistem pajak digital — ia adalah infrastruktur kepastian yang membuat uang berani bergerak.

Tidak semua orang berani berinvestasi. Tetapi hampir tidak ada orang yang berani berinvestasi tanpa kepastian.

Keempat, ancaman menarik dana negara dari BUMN yang penyerapan anggarannya rendah. Selama ini, dana pemerintah yang ditempatkan di BUMN sering memperindah neraca tetapi tidak mengalir menjadi kegiatan ekonomi. Purbaya mengirim pesan yang sangat sederhana: “Uang negara bukan kosmetika laporan keuangan.”

Dana itu harus bergerak, menjadi barang dan jasa, menjadi upah, menjadi pembelian, menjadi transaksi. Ia harus hidup.

Jika kita rangkum, maka benang merahnya jelas:

Purbaya sedang memindahkan orientasi ekonomi dari ‘rejim penumpukan’ menjadi ‘rejim perputaran.’

Tetapi apakah ia sedang menegakkan rejim moneterisme dalam kebijakan ekonomi negara? Purbaya bukan sedang menggantikan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter. Ia justru keluar dari moneterisme steril yang terlalu lama menganggap uang sebagai angka neraca.

Orientasi lama:
– Stabilitas lebih penting daripada dinamika
– Dana pemerintah lebih baik diam daripada salah sasaran
– Risiko dihindari bahkan ketika stagnasi terjadi
Orientasi baru:
– Dana harus bekerja
– Velocity adalah variabel tujuan, bukan sekadar statistik
– Ekonomi yang hidup lebih sehat daripada ekonomi yang aman tetapi lamban

Inilah ekonomi arus, ekonomi yang percaya bahwa nilai uang bukan terletak pada kemampuannya disimpan, tetapi pada kemampuannya mengalir.

Sebagian akan berkata: pendekatan ini berisiko. Itu benar — setiap aliran membawa risiko. Tetapi stagnasi juga membawa risiko, hanya saja ia lebih senyap, lebih lambat, dan lebih sulit disadari.

Stagnasi mematikan perlahan. Ia memotong pendapatan dulu, lalu harapan, lalu legitimasi politik. Dan pada titik itu, bukan ekonomi saja yang goyah — demokrasi pun ikut kehilangan pijakannya.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah:“Apakah kebijakan ini berani?”, melainkan: “Apakah kita masih bisa menunda pergerakan?”

Sebab, pada akhirnya:
– Negara bukan gudang uang.
– Negara adalah mesin aliran energi sosial-ekonomi.

Dan mesin hanya berarti bila ia bergerak. Uang yang disimpan adalah uang yang menua. Uang yang mengalir adalah uang yang hidup.

Dan mungkin — di titik inilah — kita sedang menyaksikan kebijakan ekonomi Indonesia belajar untuk hidup kembali.===

Cimahi, 2 November 2025

Penulis:
Berijasah asli dari Jurusan Studi Pembangunan FE-Unpad
Anggota Komite Eksekutif KAMI
Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bak Cacing Kepanasan: Luhut Geram, Purbaya Tegak di Atas Prinsip

Next Post

Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

Jokowi: Tiga Tirai-nya Menutup Dustanya

ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...