• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bangsa Ini Tak Lagi Tahu Apa Itu Aib

Ali Syarief by Ali Syarief
July 10, 2025
in Crime, Feature
0
Bangsa Ini Tak Lagi Tahu Apa Itu Aib
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sungguh tak ada pengunci moral. Tidak falsafah negara, tidak ideologi, tidak pula agama. Semua seperti paku tua di pintu lapuk: tak lagi sanggup menahan dobrakan hasrat manusia yang ingin lebih dari cukup.

Korupsi di negeri ini bukan hanya peristiwa hukum. Ia bukan semata-mata penyimpangan perilaku, bukan hanya kejahatan ekonomi. Ia adalah semacam suasana, semacam aroma yang menempel di dinding-dinding kekuasaan dan merembes ke ruang tamu rumah rakyat. Ia bukan sesuatu yang harus dicari dalam dokumen keuangan atau bukti transfer; ia lebih menyerupai bayangan yang mengikuti ke mana pun birokrasi melangkah—dari meja kecil di kelurahan hingga kursi empuk di istana.

Kita telah mencoba segalanya. Pancasila yang sakral, konstitusi yang agung, kitab suci yang dibaca lantang dalam kampanye politik. Tapi semua itu, di hadapan godaan kekayaan dan kuasa, seperti kata-kata tanpa tubuh. Ia tinggal sebagai bunyi. Kering dan tak membekas.

Para koruptor, sering kita dengar, adalah orang-orang yang tersenyum ramah, berpakaian rapi, dan fasih berbicara tentang pengabdian. Mereka tidak datang dari lorong gelap atau sudut pasar yang kasar. Mereka duduk di podium, membagi amplop di hari raya, dan memimpin doa sebelum memulai rapat anggaran. Mereka adalah simbol kontradiksi yang begitu sempurna: menyanjung Tuhan, sambil mencuri dari sesama.

Ada yang menyebut ini penyakit. Tapi mungkin ia lebih dalam dari itu. Korupsi telah menjadi semacam gaya hidup: hedonisme yang dibungkus dalam retorika pelayanan. Bukan lagi soal lapar dan miskin, tapi soal tamak yang dibungkus rapih dengan dasi dan senyum. Mereka tak mencuri untuk hidup, tapi mencuri untuk lebih hidup dari yang lain.

Dan karena itulah, agama pun tumpul. Ia bisa dinyanyikan dalam qasidah atau diceramahkan di televisi, tapi tetap tak sanggup mengunci tangan yang terbiasa menerima suap. Nilai-nilai spiritual ditinggalkan seperti etiket yang hanya dipakai saat pesta kenegaraan.

Maka kita bertanya: bila semua tak sanggup mengunci, lantas pada apa kita bisa berharap?

Goethe pernah menulis: “Jika engkau mengambil semua hukuman dunia dan meletakkannya pada keinginan manusia akan kekuasaan, engkau akan dapati ia tetap melanggarnya.” Mungkin benar. Tapi barangkali harapan itu tak hilang—hanya mengecil. Ia ada di ruang-ruang yang tak terlihat: dalam anak kecil yang menolak mencontek, dalam pegawai rendah yang mengembalikan uang lebih, dalam warga yang tak menjual suaranya.

Moral, mungkin, bukan tembok besar yang menjulang. Ia lebih menyerupai nyala kecil di malam panjang. Ia bisa padam oleh angin besar, tapi bisa juga dinyalakan kembali oleh tangan-tangan yang sabar.

Dan hari ini, ketika nama-nama besar dipanggil ke gedung-gedung pemberantasan korupsi, kita seperti ditampar oleh kenyataan: bahwa sistem, sesuci apa pun namanya, tetap bisa bobrok bila manusia di dalamnya memilih jalan yang salah.

Maka jangan hanya bertanya siapa yang salah. Tapi tanyakan juga, mengapa kita terlalu lama membiarkannya berjalan sendiri, tanpa penjaga, tanpa nurani.

Karena sungguh, tak ada pengunci moral. Kecuali diri sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gubernur Jatim Dipanggil KPK, Kasus Dana Hibah Kian Menyeret Nama Besar

Next Post

Ketika Jokowi Membiarkan Gosip Bekerja

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Jokowi Tidur Tak Nyenyak di IKN: Sebuah Refleksi dan Penyebab Umum Gangguan Tidur

Ketika Jokowi Membiarkan Gosip Bekerja

IJAZAH JOKOWI: ASLI, PALSU, ATAU ASLI TAPI PALSU?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist