• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Begawan Politik, Cebong-Kadrun, dan Ancaman Perpecahan

fusilat by fusilat
August 1, 2022
in Feature
0
Begawan Politik, Cebong-Kadrun, dan Ancaman Perpecahan

Priyo Budi Santoso (Dok Priyo Budi Santoso)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Priyo Budi Santoso

Baru-baru ini, publik tersentak atas pidato orasi tokoh nasional Surya Paloh, saat menerima gelar Doktor (HC) di Universitas Brawijaya Malang. Saya salut atas orasi yang hebat dan inspiratif ini, tentang warning bahayanya perpecahan bangsa. Nampaknya, Bang Surya Paloh sedang membangunkan pikiran berpolitik yang selama ini tertidur dari iklim politik ‘ora mikir’ dan ‘telat mikir’ yang abai terhadap bahaya perpecahan. Ini adalah orasi tingkat “begawan politik”, yang disampaikan pada waktu dan momentum yang tepat, yaitu saat kita mau memasuki tahun politik (pilpres dan pileg) yang menentukan arah masa depan demokrasi kita.
Hari-hari ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang menggelantung dan belum dituntaskan bangsa ini. PR besar itu adalah potensi perpecahan bangsa dan gesekan sosial yang rawan yang sewaktu-waktu bisa meledak. Ini adalah bahaya laten yang jelas-jelas masih bersemai mengancam keberlangsungan kita sebagai sebuah keluarga bangsa.

Nilai-nilai kekeluargaan, gotong-royong, tepa-slira, keramahtamahan, keadaban dan nilai luhur lainnya berasa semakin hilang di keseharian masyarakat politik dan sosial kita. Bangsa ini seolah telah berubah menjadi bangsa pemarah, dengki, fitnah, adu domba, saling gugat, sumpah serapah.

Nilai-nilai harmoni dan persatuan sebagai sebuah keluarga bangsa mulai goyah. Kita seolah berjalan sempoyongan di lorong gelap menuju “anomali” yang membahayakan kehidupan berdemokrasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Padahal nilai-nilai luhur tersebut sudah susah payah digali dan dibangun para the founding fathers.

Hampir setiap hari di media sosial, seperti Twitter, Facebook, YouTube, maupun WhatsApp Group (WAG), kita mendapati pertengkaran. Baik itu pertengkaran berdasar data-fakta, ataupun hanya bersumber fitnah untuk saling mengejek atau menjatuhkan. Hingga pada akhirnya dua kelompok ini menempatkan diri pada posisi blok yang berhadapan, yaitu ‘grup pecinta’ dan ‘grup pembenci’.

Lihatlah hiruk-pikuk yang tersebar di grup-grup WA (WAG). Mereka yang masuk dalam ‘grup pecinta’, sebegitunya membela sang idola, membabi-buta. Kadang membela bukan karena sang idola benar, tapi karena antipati terhadap semua hal yang berasal dari grup seberangnya. Demikian pula sebaliknya terjadi di Grup WA satunya, dengan narasi-narasi syak wasangka yang serba pokoknya. Grup-grup WA ini, juga terjadi di grup di medsos lainnya, masing-masing asyik-masyuk bicara informasi apa saja dengan kawan segrupnya, dan masing-masing menyimpulkan ‘kebenaran’ menurut versinya. Tak peduli apakah isu yang mereka bicarakan adalah fakta atau hoaks. Dan mereka pun mengambil kesimpulan sendiri-sendiri.

Bayangkan jika pembicaraan di medsos seperti ini terjadi secara massive di semua lini massa dan di segala tingkatan strata sosial masyarakat. Mulai dari kalangan terdidik hingga yang SD saja tidak lulus. Mulai dari kalangan elit, kelas menengah, orang kaya, kaum miskin, tua-muda, hingga rakyat jelata.

Fenomena Cebong vs Kadrun terbukti menjadi pelatuk yang mempertajam polarisasi masyarakat. Pertengkaran (sektarian) yang terus dipelihara adalah diskursus yang tidak mencerdaskan, bahkan makin menambah luka sosial yang destruktif. Ini harus segera disudahi, segera tutup buku dan tamat riwayat sebelum memasuki tahun politik 2024. Kesengajaan melanggengkan Buzzer-Cebong-Kadrun sama saja membiarkan api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membakar tatanan sosial bangsa. Ini menjadi musuh bersama.

Politik identitas, sebenarnya lumrah dalam politik dan demokrasi, karena identitas merupakan trademark dan ciri khas perjuangan suatu kelompok politik. Ini given dalam politik.

Sejarah perpolitikan kita (pemilu 1955) bahkan pernah mengalami ragam politik identitas yang sangat berwarna. Politik identitas nasionalis, komunis, agamis (partai Islam, Kristen, Katolik) tampil mengemuka. Namun pemilu 1955 tersebut (disebut sebagai pemilu yang paling orisinil dan demokratis) berlangsung selamat dan negara bangsa tidak terpecah akibat politik identitas ini.

Kuncinya ternyata para tokoh politik zaman itu berdinamika dalam tradisi dan koridor moralitas politik yang wisdom. Pergesekan pandangan terjadi secara alamiah dan wajar, bukan untuk keretakan atau perpecahan, tapi proses mencari jalan harmoni. Ini sebenarnya esensi dari spirit luhur: “Nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake”.

Yang berbahaya adalah jika politik identitas dan pergesekan didalangi dan dibiayai ‘kekuatan gelap’ dengan menyulut narasi-narasi politik kebencian dan permusuhan. Politik identitas kemudian mengarah menjadi politik eksklusif. Politik identitas seperti ini menihilkan kelompok lainnya, yang pada gilirannya akan melahirkan politik kebencian, permusuhan, kedengkian, atau phobia yang akut terhadap kelompok dan aliran politik lainnya. Penganut madzab ini biasanya menghalalkan seribu cara, yang penting kemenangan atas kelompoknya. Kelompok lain ke laut saja.

“Begawan Politik”.

Terimakasih kepada Bang Surya Paloh yang telah menunjukkan warna identitas berpolitiknya yang wisdom. Telah membangunkan kewarasan berpolitik yang tertidur.

Kita tentu mengajak dan menunggu pikiran-pikiran dari para begawan dan tokoh-tokoh bangsa seperti Presiden Jokowi, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan para Ketua Umum partai politik ternama, seperti Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, AHY, Syaikhu, Zulkifli Hasan, maupun Suharso Monoarfa.

Tokoh-tokoh ternama di atas merupakan penentu lahirnya blok koalisi partai politik dalam pencalonan presiden mendatang. Dengan sudah ditolaknya uji materi Presidential Threshold (PT) maka merekalah harapan kita, agar pilpres mendatang tidak lagi hanya melahirkan dua blok besar yang langsung head to head berhadapan. Kita tentu berharap kondisi seperti Pemilu 2019 tidak terulang lagi. Jangan sampai politik menjadi bensin yang meletupkan perpecahan bangsa.

Sebenarnya gagasan dari banyak kalangan, termasuk di antaranya para pegiat demokrasi untuk menggugat PT merupakan bentuk kekhawatiran atas keterbelahan bangsa, yang diakibatkan head to head dua pasangan calon di pilpres. Namun upaya-upaya ini telah kandas di tengah jalan. Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengetukkan palu godam amar keputusannya. Biarlah sejarah yang kelak menilai apakah MK masih setia menjadi The Guardian of Ideology atau seperti apa?

Toh, kita harus tetap menghormati putusan lembaga-lembaga hukum yang ada di negeri ini, menghormati ‘aturan main’ yang diputuskan. Kita harus mengetuk dan mengajak pikiran-pikiran negarawan di negeri ini. Bersama-sama kita selamatkan demokrasi kita. Demokrasi yang sehat, berkompetisi yang sehat, tapi tetap berkeadaban, menjaga keutuhan dan harmoni bangsa dalam bingkai NKRI.

Priyo Budi Santoso | Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 | Pendiri Pridem Institute

Dikutip detik.com Sabtu, 30 Jul 2022



Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Produsen Mobil Jepang Tangguhkan Pesanan

Next Post

Citayam Fashion Week dan Kekayaan Intelektual

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak
Birokrasi

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Next Post
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Citayam Fashion Week dan Kekayaan Intelektual

Perlakuan Polisi ke Bharada E, Purnawirawan Polri: Tokoh Maha Sakti, Kekuatannya Melebihi Jendral!

Perlakuan Polisi ke Bharada E, Purnawirawan Polri: Tokoh Maha Sakti, Kekuatannya Melebihi Jendral!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist