• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Benarkah Program Hilirisasi Mampu Naikkan Peluang Kerja Sebesar 40 Kali Lipat Seperti Klaim Jokowi?

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
August 3, 2023
in Economy
0
Benarkah Program Hilirisasi Mampu Naikkan Peluang Kerja Sebesar 40 Kali Lipat Seperti Klaim Jokowi?

Menguji klaim Jokowi bahwa program hilirisasi mineral meningkatkan lapangan kerja 40 kali lipat

Share on FacebookShare on Twitter

“Perlu dilihat lebih lanjut karena 40 kali lipat ini besar sekali. Kalau misal awalnya ada 1 juta (tenaga kerja), berarti ini jadi 40 juta dengan kebijakan ini (hilirisasi). Apakah memang sebesar itu? Ini pentingnya untuk dihitung. Mungkin atau tidaknya belum tahu pasti, harus lihat kajiannya,”

Jakarta – Fusilatnews – Dalam Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2023-2028 di Jakarta Pusat, Senin (31/7).Presiden Jokowi mengklaim program hilirisasi yang dia banggakan karena sukses menciptakan lapangan kerja sebesar 40 kali lipat dengan bukti bukti hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah yang sanggup mempekerjakan 71.500 orang. Padahal, ia menyebut sebelumnya hanya 1.800 tenaga kerja terserap dalam pengolahan nikel di wilayah tersebut.

“Kemudian di Maluku Utara. Sebelum hilirisasi hanya 500 orang, setelah hilirisasi menjadi 45.600 pekerja yang bekerja di hilirisasi nikel di sana,” klaim Jokowi
Selain berbangga sukses melipatgandakan lapangan kerja, Jokowi memamerkan buah hilirisasi berhasil meningkatkan nilai ekspor nikel dari Rp31 triliun pada 2015 menjadi Rp510 triliun saat ini.

Pengamat Energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menguji klaim Jokowi. dengan menggunakan data tabel input output (IO) Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 yang diterbitkan pada 2021 lalu.

Berdasarkan analisis tabel tersebut, Yayan menjelaskan output multiplier sektor bijih nikel belum menyentuh dua kali lipat. Artinya, distribusi dampak sektor bijih nikel ke sektor lain sebenarnya belum berefek besar seperti kontribusi karet atau kelapa sawit.

Namun, ia memperkirakan tren hilirisasi nikel berpotensi menuju ke arah sana.

“Jika kita hubungkan dengan labour multiplier dari sektor bijih nikel memang tidak akan jauh dari output multiplier-nya. Walaupun, ini perlu dihitung lebih detail terhadap turunan sektor pada statistik survei angkatan kerja nasional (Sakernas) BPS,” kata Yayan , Selasa (1/8).

Yayan menduga labour multiplier yang disebut Jokowi diambil dari data lokal. Menurutnya, secara empiris, local spillover impact alias dampak limpahan lokal bisa berdampak signifikan bagi daerah yang memang mengalami dutch disease booming.

Dutch disease booming adalah meningkatnya sektor tenaga kerja akibat ditemukannya sumber daya alam. Yayan mencotohkan peristiwa pada 1959 silam di Groningen, Belanda ketika ditemukan gas alam sehingga sektor gas meningkat alias terjadi boom sector.

“Ini terjadi persis seperti sektor nikel di Indonesia yang memang spillover impact-nya bisa meningkat secara signifikan. Bisa saja (lapangan kerja meningkat 40 kali lipat) jika kita lihat secara geografis di Sulawesi. Namun, kita juga harus mencermati multiplier impact,” jelasnya.

Terlepas dari klaim Jokowi, hilirisasi sangat penting karena mampu menghubungkan antara upstream dengan downstream industry. Yayan meyakini jika koneksi sudah terjadi, maka dampak yang dirasakan Indonesia bakal jauh lebih besar.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi PLN Iwa Garniwa tak memungkiri bahwa secara teori hilirisasi sumber daya alam (SDA) memungkinkan pendapatan negara meroket. Jika pendapatan digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat, otomatis lapangan kerja semakin terbuka lebar.

Sedangkan angka-angka yang disampaikan Jokowi, sebetulnya masih belum mendorong ekonomi Indonesia bergerak sesuai harapan meski sudah ada hilirisasi, dan ini bisa dilihat dari meningkatnya data pengangguran.

“Jadi, tidak bisa ukuran nilai tambah yang semula Rp31 triliun ke Rp510 triliun mengakibatkan 40 kali lipat lapangan kerja. Saya setuju lebih ke arah multiplier effect daripada klaim peningkatan sebesar itu. Hampir tidak mungkin,” tutur Iwa.

Meski begitu, Iwa tak menutup mata program hilirisasi ala Jokowi berpotensi meningkatkan lapangan kerja. Oleh karena itu, ia mendukung hilirisasi terus digarap di dalam negeri.

Iwa berharap sektor pertambangan dan mineral lain segera mengikuti kisah sukses nikel. Selain itu, ia ingin hilirisasi menyasar sektor pertanian dan SDA lain yang ada di tanah air.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro juga mempertanyakan basis data yang digunakan Presiden Jokowi saat memamerkan peningkatan 40 kali lipat lapangan kerja. Menurutnya, perlu transparansi ketimbang hanya pamer sana-sini.

Penting bagi Jokowi merinci apakah peningkatan lapangan kerja yang dimaksud khusus di sektor hilirisasi mineral dan batu bara (minerba) atau menghitung juga multiplier effect yang muncul. Karena Komaidi merasa smelter tak mungkin menyerap pekerja sebanyak itu.

“Mengingat hilirisasi, pada tenaga kerja di smelter semestinya tidak sepadat di sektor infrastruktur lain, misal jalan tol yang kelihatan melibatkan banyak orang. Apalagi kalau sudah operating, kan tidak banyak juga (tenaga kerja),” ujar Komaidi.

“Perlu dilihat lebih lanjut karena 40 kali lipat ini besar sekali. Kalau misal awalnya ada 1 juta (tenaga kerja), berarti ini jadi 40 juta dengan kebijakan ini (hilirisasi). Apakah memang sebesar itu? Ini pentingnya untuk dihitung. Mungkin atau tidaknya belum tahu pasti, harus lihat kajiannya,” imbuhnya.

Jika memang hitungan yang dipakai adalah multiplier effect, Komaidi meminta penjelasan sektor apa saja yang terlibat dan diuntungkan adanya hilirisasi. Dengan begitu, bisa terlihat bagaimana sebaran tenaga kerja sebelum dan sesudah hilirisasi.

“Saya tidak dalam kapasitas membantah bahwa Pak Jokowi salah atau tidak, tapi ini perlu diklarifikasi basisnya apa dalam menyampaikan angka 40 kali lipat. Kalau 40 kali lipat ini kan beda dengan 40 persen. Ini harus dilihat, karena 40 kali lipat bukan angka kecil,” tutup Komaidi.

Di lain sisi, Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga menilai klaim Presiden Jokowi masih masuk akal. Terlebih, nyaris tidak ada kegiatan industri terkait sebelum adanya pelarangan ekspor bijih nikel dan hilirisasi.

Dengan hadirnya smelter alias fasilitas pemurnian, tenaga kerja di daerah dibutuhkan cukup banyak. Pada akhirnya, banyak rantai industri lain yang terdampak, baik langsung maupun tidak, seperti makanan, pembangunan infrastruktur penunjang, dan lain-lain.

“Hilirisasi untuk industri mineral memang sangat menjanjikan karena banyaknya nilai tambah yang didapatkan dibanding menjual barang mentah. Apalagi bila ekosistem hilirisasi nanti bisa mencapai produksi barang jadi, tentunya makin besar lagi,” ujar Daymas.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK Minta Penanganan Kasus Dugaan Suap Di Basarnas Dilaksanakan Secara Koneksitas

Next Post

Bersama Gubernur Jabar RK dan Menteri Erik Thohir, Jokowi Uji Coba LRT Harja Mukti Menuju Duku Atas

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan
Economy

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Bersama Gubernur Jabar RK dan Menteri Erik Thohir, Jokowi Uji Coba LRT Harja Mukti  Menuju Duku Atas

Bersama Gubernur Jabar RK dan Menteri Erik Thohir, Jokowi Uji Coba LRT Harja Mukti Menuju Duku Atas

Rocky Gerung Hadapi Gugatan Tak Boleh Jadi Nara Sumber Seumur Hidup

Rocky Gerung Hadapi Gugatan Tak Boleh Jadi Nara Sumber Seumur Hidup

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist