• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Berat Hidup yang Tak Pernah Diumumkan

Ali Syarief by Ali Syarief
February 7, 2026
in Economy, Feature
0
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Share on FacebookShare on Twitter

Ada beban yang tidak pernah dibacakan dalam pidato kenegaraan. Ia tidak tampil di layar presentasi APBN, tidak pula muncul dalam grafik pertumbuhan yang kerap dipoles optimisme. Beban itu hidup di dapur rumah tangga, di rekening yang semakin tipis, di kebiasaan menunda—menunda beli, menunda berobat, menunda mimpi.

Sejak era Jokowi hingga kini, kehidupan ekonomi bangsa Indonesia terasa semakin berat, bukan karena satu kejadian besar yang meledak tiba-tiba, melainkan karena akumulasi tekanan yang berjalan pelan, senyap, namun konsisten. Berat yang tidak dramatis, tapi menggerogoti.

Data hanya sesekali membuka tirai rasa itu. Jumlah rekening tabungan masyarakat, misalnya, menyusut dari sekitar 21 juta menjadi 19 juta. Dua juta rekening bukan sekadar angka yang hilang. Ia adalah dua juta cerita tentang orang-orang yang tak lagi sanggup menyisihkan. Tentang gaji yang habis sebelum akhir bulan. Tentang upah yang kalah cepat dibanding harga.

Menabung—yang dulu dianggap kebiasaan baik—perlahan berubah menjadi kemewahan.

Di sisi lain, negara merasakan hal serupa dalam skala yang berbeda. Penerimaan PPN dan PPh yang melemah menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi tidak sekuat yang kerap digambarkan. Pajak konsumsi menurun bukan karena rakyat mendadak hemat secara filosofis, tetapi karena daya beli memang tertekan. Pajak penghasilan melandai bukan karena kesadaran pajak berkurang, melainkan karena penghasilan itu sendiri tak lagi bertumbuh luas.

Ketika rakyat menahan belanja, negara ikut menahan napas.

Namun kebutuhan negara tidak pernah menunggu. Infrastruktur harus dirawat, subsidi harus dibayar, janji politik harus ditepati. Maka utang menjadi jalan yang terus dibuka. Beban utang meningkat, bukan hanya dalam jumlah, tapi dalam konsekuensi jangka panjang. Bunga utang menjadi pengeluaran rutin, seperti cicilan yang tak bisa ditawar. Ia tidak menciptakan rasa bangga, tapi menuntut kesetiaan anggaran setiap tahun.

Di tengah itu semua, defisit APBN mendekati batas psikologis 3 persen. Angka yang secara teknis masih “aman”, namun secara sosial terasa menekan. Karena defisit bukan sekadar selisih pendapatan dan belanja negara; ia adalah cermin dari jurang antara kemampuan dan keinginan. Antara apa yang bisa diproduksi ekonomi dan apa yang harus dibiayai kekuasaan.

Rakyat merasakannya tanpa perlu membaca laporan keuangan negara. Mereka merasakannya saat harga naik lebih cepat daripada penghasilan. Saat bantuan sosial menjadi penopang, bukan jembatan. Saat bekerja keras tak lagi identik dengan hidup layak.

Yang paling berat dari semua ini bukanlah kemiskinan ekstrem—karena ia selalu terlihat dan sering disorot—melainkan kerapuhan kelas menengah. Mereka yang dulu menabung, kini menghabiskan tabungan. Mereka yang dulu mandiri, kini cemas. Mereka tidak jatuh, tapi terus meluncur pelan ke bawah, sambil berpura-pura baik-baik saja.

Era Jokowi sering dibingkai sebagai era pembangunan. Jalan dibangun, bandara diresmikan, ibu kota baru dirancang. Tetapi di balik beton dan seremoni, ada rasa tertinggal yang sulit dihapus: rasa bahwa pertumbuhan tidak sepenuhnya menjadi milik semua orang. Bahwa stabilitas makro tidak selalu berarti ketenangan mikro.

Kini, setelah era itu berlalu, rasa berat tersebut belum ikut pergi. Ia tertinggal seperti utang yang diwariskan, seperti defisit yang harus dikelola, seperti kepercayaan yang perlu dipulihkan. Pemerintahan boleh berganti, tetapi beban ekonomi rakyat tidak otomatis berganti nasib.

Barangkali inilah ironi terbesar kehidupan berbangsa hari ini: negara masih bisa berbicara angka, sementara rakyat sudah kehabisan kata. Yang tersisa hanyalah rasa—lelah, cemas, dan berharap tanpa suara.

Karena pada akhirnya, bangsa ini tidak hanya hidup dari pertumbuhan, tetapi dari rasa adil yang dirasakan. Dan selama rasa itu belum kembali, kehidupan akan terus terasa berat, meski angka-angka mencoba berkata sebaliknya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Delik Aduan, Bukan Drama Publik: Laporan Hukum atas Pernyataan Viral Ahmad Khoizinudin

Next Post

Dalam Sistem yang Buruk, Malaikat Hukum Tata Negarapun Kalah Oleh Iblis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Mempertahankan yang Sudah Normal Saja Tidak Mampu

July 27, 2026
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING
Feature

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Next Post
Kapasitas dan Kompetensi: Jokowi, Gibran, dan Pertanyaan “Siapa yang Tolol?”

Dalam Sistem yang Buruk, Malaikat Hukum Tata Negarapun Kalah Oleh Iblis

Pax Americana dan Epstein Files: Kemunafikan Hegemoni yang Terbongkar

Pax Americana dan Epstein Files: Kemunafikan Hegemoni yang Terbongkar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

July 27, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Mempertahankan yang Sudah Normal Saja Tidak Mampu

July 27, 2026
Misteri Pengunduran Diri Perry Warjiyo: Tekanan Politik, Kasus CSR BI, atau Jalan bagi Tommy Djiwandono?

Misteri Pengunduran Diri Perry Warjiyo: Tekanan Politik, Kasus CSR BI, atau Jalan bagi Tommy Djiwandono?

July 27, 2026
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

July 27, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Mempertahankan yang Sudah Normal Saja Tidak Mampu

July 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...