• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dalam Sistem yang Buruk, Malaikat Hukum Tata Negarapun Kalah Oleh Iblis

Ali Syarief by Ali Syarief
February 8, 2026
in Feature, Law, Politik
0
Kapasitas dan Kompetensi: Jokowi, Gibran, dan Pertanyaan “Siapa yang Tolol?”
Share on FacebookShare on Twitter

Ada sebuah pepatah lama yang kembali relevan di republik ini: dalam sistem yang rusak, orang baik pun bisa terseret menjadi bagian dari keburukan. Bahkan lebih dari itu—bukan karena niat, melainkan karena mekanisme kekuasaan yang membengkokkan akal sehat dan etika.

Prof. Dr. KH. Mahfud MD adalah simbol dari “malaikat” dalam metafora itu. Rekam jejaknya panjang, bersih, dan konsisten. Ia akademisi hukum tata negara, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, tokoh Nahdlatul Ulama, dan figur yang selama bertahun-tahun berdiri di garis depan penegakan konstitusi. Dalam logika normal sebuah negara hukum, Mahfud MD adalah representasi ideal dari kepantasan moral dan intelektual seorang pemimpin nasional.

Namun realitas politik berkata lain.

Mahfud MD kalah—bukan oleh gagasan yang lebih unggul, bukan oleh integritas yang lebih kuat, melainkan oleh sistem politik yang menormalisasi anomali. Ia dikalahkan oleh Gibran Rakabuming Raka, figur yang kemunculannya di panggung nasional bukan lahir dari proses kaderisasi, pengalaman kenegaraan, atau prestasi konstitusional, melainkan dari rekayasa kekuasaan yang telanjang.

Di sinilah paradoks itu menjadi telak dan menyakitkan.

Dalam polemik publik, bahkan muncul pertanyaan mendasar: apakah seluruh syarat administratif—termasuk ijazah SMA sebagai syarat minimal—dipenuhi secara transparan? Pertanyaan ini mungkin tak pernah dijawab secara jujur dan terbuka, karena sistem telah memilih untuk menutupnya rapat-rapat. Bukan karena tidak penting, melainkan karena kebenaran justru dianggap ancaman.

Dan ketika sistem lebih sibuk melindungi hasil daripada proses, maka konstitusi pun diperlakukan seperti karet—ditarik, dipelintir, lalu dilepaskan sesuai kepentingan penguasa.

Di titik inilah “malaikat” bisa tampak kalah, bahkan seolah tak berdaya. Bukan karena Mahfud MD berubah menjadi iblis dalam arti moral, tetapi karena sistem memaksa kebaikan untuk tunduk, diam, atau menerima kekalahan tanpa keadilan. Sistem yang buruk tidak selalu mengubah orang baik menjadi jahat; sering kali ia cukup membuat kejahatan tampak sah, legal, dan konstitusional di atas kertas.

Lebih berbahaya lagi, sistem seperti ini mendidik publik untuk percaya bahwa kepantasan tidak lagi relevan, bahwa etika bisa dikalahkan oleh garis keturunan, dan bahwa hukum hanyalah alat legitimasi kekuasaan, bukan penjaga keadilan.

Jika Mahfud MD—dengan seluruh integritas dan kapasitasnya—bisa “dikalahkan” oleh figur yang diproduksi secara instan oleh kekuasaan, maka persoalannya jelas bukan pada individu. Persoalannya adalah pada arsitektur politik yang busuk, yang memberi panggung pada absurditas dan menyingkirkan rasionalitas.

Inilah bahaya terbesar dari sistem yang buruk:
ia tidak hanya melahirkan pemimpin yang tak layak, tetapi juga membunuh harapan bahwa kebaikan akan pernah menang dengan cara yang adil.

Dan ketika itu terjadi, bangsa ini tidak sedang bergerak maju—melainkan sedang belajar hidup berdamai dengan keburukan yang dilegalkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berat Hidup yang Tak Pernah Diumumkan

Next Post

Pax Americana dan Epstein Files: Kemunafikan Hegemoni yang Terbongkar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
Pax Americana dan Epstein Files: Kemunafikan Hegemoni yang Terbongkar

Pax Americana dan Epstein Files: Kemunafikan Hegemoni yang Terbongkar

Haram Mengonsumsi Saham Gorengan di Ramadhan?

Haram Mengonsumsi Saham Gorengan di Ramadhan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...