• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Blending vs Oplosan: Ketika Permainan Kata Mencoba Menutupi Korupsi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 3, 2025
in Crime, Feature
0
BPKN Persilahkan Gugat Pertamina, Jika beli Pertamax Dapat Pertalite Oplosan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di Indonesia, praktik pencampuran bahan bakar kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan kontroversial dari Kejaksaan Agung dan Pertamina. Kejaksaan menggunakan istilah “oplosan” dalam kasus dugaan korupsi di sektor energi, sementara Pertamina membela diri dengan menyebut proses tersebut sebagai “blending.” Sekilas, dua istilah ini tampak serupa, namun perbedaan makna yang terkandung di dalamnya justru membuka celah bagi manipulasi kebenaran.

Oplosan: Konotasi Kecurangan dan Bahaya
Dalam pemahaman umum, “oplosan” identik dengan tindakan mencampur sesuatu secara tidak sah, sering kali demi keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan standar atau keselamatan. Dalam kasus bahan bakar, istilah ini merujuk pada pencampuran yang dilakukan di luar prosedur resmi, biasanya dengan bahan tambahan yang lebih murah dan berpotensi merugikan kualitas serta keamanan. Istilah ini membawa citra negatif, menandakan adanya unsur kecurangan dan potensi pelanggaran hukum.

Ketika Kejaksaan menggunakan istilah ini dalam konteks dugaan korupsi, pesan yang disampaikan cukup jelas: ada indikasi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Oplosan mengacu pada praktik yang mencederai integritas bisnis serta melibatkan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu dengan mengorbankan kepentingan publik.

Blending: Permainan Kata untuk Melunakkan Makna?
Sebaliknya, Pertamina menggunakan istilah “blending” sebagai upaya membenarkan praktik pencampuran yang dilakukan. Dalam industri energi, blending memang merupakan istilah teknis yang sah dan digunakan untuk mencampur berbagai jenis bahan bakar guna mencapai kualitas tertentu yang telah ditetapkan sesuai regulasi. Namun, ketika istilah ini digunakan sebagai tameng untuk menggugurkan dugaan korupsi, maka maknanya menjadi kabur.

Blending seharusnya dilakukan dalam koridor hukum dan standar industri yang jelas. Jika pencampuran dilakukan secara ilegal atau tanpa pengawasan yang memadai, maka praktik tersebut lebih mendekati oplosan daripada blending. Namun, dengan penggunaan istilah yang lebih netral bahkan berkonotasi profesional, ada upaya untuk mengalihkan narasi dari potensi pelanggaran menjadi sekadar prosedur bisnis biasa.

Blending Sebagai Celah untuk Menggugurkan Korupsi Oplosan
Pernyataan dari Pertamina seolah ingin menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran karena pencampuran yang dilakukan adalah “blending,” bukan “oplosan.” Ini menjadi persoalan serius karena bahasa yang digunakan dapat mempengaruhi persepsi publik dan bahkan proses hukum itu sendiri.

Jika blending dijadikan tameng, maka potensi korupsi dapat dengan mudah terabaikan. Pelaku bisa bersembunyi di balik terminologi teknis untuk melegitimasi tindakan yang sebenarnya merugikan negara. Hal ini bukan sekadar permainan kata, tetapi bagian dari strategi untuk melemahkan upaya pemberantasan korupsi dengan membingkai ulang masalah dalam istilah yang lebih netral atau bahkan positif.

Bahaya Normalisasi Manipulasi Bahasa
Permainan kata dalam kasus ini mencerminkan bagaimana bahasa bisa menjadi alat politik dan hukum untuk membelokkan realitas. Normalisasi istilah seperti “blending” dalam konteks dugaan korupsi dapat menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indonesia. Jika tidak dikritisi, bukan tidak mungkin di masa depan istilah-istilah lain akan digunakan untuk mengaburkan tindakan melanggar hukum, menghindarkan pihak tertentu dari pertanggungjawaban, serta mengaburkan keadilan bagi masyarakat.

Dalam negara yang masih berjuang melawan korupsi, penting bagi publik untuk tidak hanya melihat fakta secara permukaan, tetapi juga memahami bagaimana narasi dibentuk untuk menutupi kebenaran. Jangan sampai permainan kata menjadi alat bagi pelaku korupsi untuk terus mengelabui hukum dan merampas hak rakyat. Oplosan tetaplah oplosan, meskipun diberi nama blending.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Deddy Sitorus : “Pilkada Gagal” – 60% Bersamalah Kita Bertanggung Jawab

Next Post

Pertamina Akhirnya Meminta Maaf

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Pertamina Akhirnya Meminta Maaf

Pertamina Akhirnya Meminta Maaf

Sudirman Said: Banyak Tokoh Tidak Secara Terbuka Mendukung Anies

Korupsi di Pertamina: Modus Lama dengan Pemain Baru, Sudirman Said Soroti Tiga Faktor Utama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist