FusilatNews- Presiden Jokowi memanggil Kepala BPOM Penny Lukito dan Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait kasus ginjal misterius pada anak. Sejauh ini sudah 141 anak meninggal dunia. Penny K Lukito mengungkapkan ada dua farmasi yang akan ditindaklanjuti pada perkara pidana lantaran ada indikasi kandungan zat berbahaya, etilen glikol dan dietilen glikol pada produknya.
“Penting juga kami mendapatkan dua industri farmasi yang akan kami tindak lanjuti pidana,” kata Penny di Istana Kepresidenan Bogor, dikutip CNNIndonesia.com Senin (24/10).
Penny baru saja mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri terkait penanganan kasus gagal ginjal akut. “Tadi pesan Pak Presiden jelas sekali sangat hati-hati. Kami BPOM menguji dan sampling obat ini sangat hati-hati sekali,” ujarnya.
Penny mengungkap zat berbahaya di dalam produknya itu tak hanya sebagai konsentrasi kontaminan tetapi juga digunakan sebagai pelarut obat, sehingga diduga mengakibatkan gagal ginjal akut
“Jenis obatnya pun kesimpulan rapat tadi fokus pada obat-obatan yang tidak mengandung empat jenis pelarut tadi,” kata Penny menambahkan.
Meskipun demikian, sampai saat ini Penny masih belum menyebut nama dari dua industri farmasi tersebut lantaran prosesnya masih berlangsung.
“Ada indikasinya bahwa kandungan EG dan DEG di produknya itu tidak hanya sebagai konsentrasi kontaminan tapi sangat-sangat tinggi dan tentu saja sangat toksik itu tepat diduga mengakibatkan gagal ginjal akut dalam hal ini,” sambungnya lagi.
























