• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Bukan Bencana Alam Biasa: Partai Masyumi Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
December 15, 2025
in Bencana, News, Politik
0
Bukan Bencana Alam Biasa: Partai Masyumi Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA-Fusilatnews – Fakta memilukan yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hari-hari ini, menurut Partai Masyumi, bukan semata cerita tentang cuaca ekstrem. Bencana tersebut tidak hanya menghanyutkan rumah dan memicu longsor, tetapi juga mengubur masa depan rakyat. Peristiwa ini, bagi Masyumi, adalah alarm keras bagi Republik. Di balik lumpur, banjir bandang, dan gelondongan kayu yang menerjang permukiman, tersimpan jejak kebijakan yang salah arah, eksploitatif, dan predatorik.

Menyikapi tragedi tersebut, Partai Masyumi menolak menyederhanakan penderitaan rakyat sebagai fenomena alam biasa. Ketua Umum Partai Masyumi, Dr. Ahmad Yani, SH., MH., menegaskan bahwa bencana yang terjadi merupakan konsekuensi dari kesalahan struktural dalam tata kelola sumber daya alam.

“Peristiwa ini tidak hanya merenggut nyawa, menghancurkan permukiman, sawah ladang, dan fasilitas umum, serta menghilangkan masa depan rakyat. Ini juga bukti nyata adanya state crime atau kejahatan negara. Bencana ini adalah konsekuensi logis dari desain pembangunan yang predatorik, korup, dan mengabdi pada kepentingan oligarki,” tegas Ahmad Yani dalam keterangan resminya di Jakarta.

Atas dasar itu, Partai Masyumi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas dan radikal dengan menetapkan situasi ini sebagai Bencana Nasional.

Akar Masalah Struktural

Desakan tersebut, menurut Ahmad Yani, memiliki dasar rasional yang kuat. Ia menyoroti sentralisasi kekuasaan pasca disahkannya Revisi Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 serta Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Regulasi tersebut, kata Yani, telah menarik kewenangan perizinan tambang dan pelepasan kawasan hutan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Akibatnya, daerah kehilangan kendali atas ruang hidupnya sendiri, namun justru harus menanggung dampak paling berat ketika bencana terjadi.

“Ironisnya, pemerintah pusat yang membuat kebijakan dan ‘berpesta’, tetapi daerah yang harus menanggung dampak bencananya. Ini adalah ketidakadilan yang nyata,” ujar Ahmad Yani.

Karena itu, penetapan status Bencana Nasional dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus konstitusional yang tidak bisa ditawar.

“Jika kewenangan perizinan ditarik ke pusat, maka pusat wajib bertanggung jawab penuh atas penanganan dampak dan rekonstruksi total menggunakan APBN. Hentikan praktik ‘enak di pusat, sakit di daerah’,” cetusnya.

Kutukan Sumber Daya Alam

Dalam analisisnya, Partai Masyumi menilai bencana di Sumatera sebagai bukti empirik bagaimana kekayaan alam Indonesia telah berubah menjadi resource curse atau kutukan sumber daya alam. Eksploitasi hutan tropis dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan secara ugal-ugalan demi keuntungan segelintir elite.

“Terjadi ketidakadilan yang mencolok. Di satu pihak ada privatisasi keuntungan yang mengalir ke segelintir konglomerat, sementara di pihak lain kerugian ekologis berupa limbah, longsor, dan banjir dibebankan kepada rakyat,” papar Yani.

Lebih jauh, Ahmad Yani mengungkap praktik yang ia sebut sebagai ijon politik, yakni penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang kerap tidak didasarkan pada kajian AMDAL yang benar, melainkan transaksi politik untuk mendanai kontestasi elektoral.

“Ini adalah siklus setan. Demokrasi berbiaya tinggi dibiayai oleh kerusakan alam tingkat tinggi,” ungkapnya. Kondisi tersebut, menurutnya, memicu pembusukan politik (political decay), di mana regulator justru tersandera oleh kelompok kepentingan yang seharusnya diawasi.

Desakan Reshuffle dan Penegakan Hukum

Selain mendesak penetapan status Bencana Nasional, Partai Masyumi juga meminta Presiden Prabowo mewaspadai potensi sabotase dari dalam pemerintahan. Ahmad Yani mengingatkan kembali sinyal yang pernah disampaikan Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin mengenai ancaman dari dalam.

“Presiden harus segera melakukan reshuffle total. Bersihkan kabinet dari ‘musuh dalam selimut’. Pecat menteri, dirjen, dan pejabat yang memiliki rekam jejak konflik kepentingan dengan industri ekstraktif penyebab bencana,” tegasnya.

Partai Masyumi juga menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu, mulai dari moratorium operasi tambang di hulu sungai di Sumatera, audit forensik lingkungan, hingga pencabutan izin perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan lindung.

Bahkan, Masyumi mendesak agar pasal “pemutihan” kejahatan kehutanan, yakni Pasal 110A dan 110B UU Cipta Kerja, segera dibatalkan karena dinilai sebagai skandal hukum yang melegalkan perampokan hutan.

Ultimatum Moral

Menutup pernyataannya, Ahmad Yani menyampaikan ultimatum moral kepada Presiden Prabowo demi masa depan bangsa.

“Partai Masyumi menegaskan, tidak ada kedaulatan negara tanpa kedaulatan ekologis. Jika Presiden Prabowo ingin mewujudkan ‘Indonesia Emas’, maka fondasi tanah air harus diselamatkan agar tidak berubah menjadi ‘Indonesia Cemas’,” pungkasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gugatan Cerai Atalia Praratya Terhadap Ridwan Kamil Terdaftar di PA Bandung

Next Post

Sore Hari: Seni Menutup Hari dengan Kesadaran

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang
Japanese Supesharu

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI
Komunitas

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Next Post

Sore Hari: Seni Menutup Hari dengan Kesadaran

Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM

Advokat-Jurnalis Damai Hari Lubis Protes Keras Polda Metro Jaya: “Saya Bukan Tersangka, Ini Sesat Prosedur!”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist