• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Cak Imin: 210 Ribu Warga Keluar dari Kemiskinan, Fokus Selanjutnya adalah Kesejahteraan

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
July 28, 2025
in Aya Aya Wae, News
0
Bantah Koalisinya Dikabarkan Goyah, Cak Imin Klaim Akan Ada Tambahan kekuatan Pendukung
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA-Fusialtnews – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa sebanyak 210.000 orang telah berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Pemerintah, kata dia, kini memfokuskan langkah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang telah terangkat tersebut agar bisa mandiri dan berdaya.

“Sebanyak 210.000 orang yang telah keluar dari belenggu kemiskinan akan kita fokuskan untuk menjadi berdaya dan sejahtera,” ujar Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Pernyataan tersebut merespons rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan nasional sebesar 0,20 juta orang per Maret 2025, dibandingkan data terakhir pada September 2024. Saat ini, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 23,85 juta orang atau setara 8,47 persen dari total populasi Indonesia.

Menurut Cak Imin, pemerintah terus memperkuat orkestrasi program pemberdayaan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Model-model upaya pengentasan kemiskinan terus kami kembangkan dan perkuat, dengan mengorkestrasikan kementerian dan lembaga terkait, agar target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 bisa tercapai,” tegasnya.

Salah satu model yang diandalkan adalah pemberdayaan berbasis kemitraan. Pemerintah menggandeng lembaga filantropi seperti Baznas dan Forum Zakat, serta mengoptimalkan peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk program-program berdampak langsung pada masyarakat miskin.

Perhatian Khusus untuk Kemiskinan Ekstrem

Tak hanya masyarakat yang telah keluar dari garis kemiskinan, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada 2,38 juta warga yang masih tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 0,40 juta orang dari September 2024.

Cak Imin menegaskan pentingnya penggunaan data yang akurat untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. “Pengambilan kebijakan harus berbasis data agar intervensi terhadap kantong-kantong kemiskinan dan peningkatan ekonomi rakyat bisa tepat sasaran,” katanya.

Desa Jadi Kunci Penurunan Angka Kemiskinan

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan nasional banyak dipengaruhi oleh perbaikan kondisi sosial ekonomi di wilayah perdesaan.

“Faktor utama penurunan kemiskinan di desa adalah meningkatnya nilai tukar petani yang mencapai 123,45 pada Februari 2025, menunjukkan daya beli petani yang membaik,” terang Ateng.

Selain itu, akses langsung masyarakat desa terhadap sumber pangan membuat mereka lebih tahan terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Di sisi lain, masyarakat kota yang sangat bergantung pada pasar lebih terdampak oleh inflasi.

BPS juga mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor perdagangan dan pertanian. Antara Februari 2024 dan Februari 2025, pekerja di sektor perdagangan bertambah 0,9 juta orang dan di sektor pertanian naik 0,89 juta orang.

Secara spasial, kemiskinan di desa turun dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen. Sementara itu, angka kemiskinan di wilayah perkotaan justru mengalami kenaikan tipis dari 6,66 persen menjadi 6,73 persen.

“Penduduk kota umumnya tidak memproduksi kebutuhan sendiri, sehingga kenaikan harga sangat berpengaruh terhadap daya beli mereka,” kata Ateng.

Meski tren kemiskinan nasional menurun, BPS mencatat indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan meningkat di kota, menandakan adanya tantangan baru dalam pengentasan kemiskinan di wilayah urban.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beras Cuma Satu: Titik! Drama Baru di Balik Penghapusan Label Premium dan Medium

Next Post

Mengumumkan Kemenangan dari Statistik: Kekeliruan Prematur Cak Imin dalam Membaca Kemiskinan

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Next Post
Mengumumkan Kemenangan dari Statistik: Kekeliruan Prematur Cak Imin dalam Membaca Kemiskinan

Mengumumkan Kemenangan dari Statistik: Kekeliruan Prematur Cak Imin dalam Membaca Kemiskinan

KIM Klaim Bakal Peroleh Dua Anggota Baru

Manajemen Politik yang Gagal: Saat Kepentingan Kekuasaan Mengorbankan Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist