• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Catatan dari Poli Syaraf: Refleksi tentang HIV dan Risiko Kesehatan

fusilat by fusilat
February 18, 2025
in Feature, Health
0
Catatan dari Poli Syaraf: Refleksi tentang HIV dan Risiko Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh dr. Ani Hasibuan, Sp.S – Ahli Saraf di RSCM

Sebagai tenaga medis yang bertahun-tahun menangani pasien dengan HIV/AIDS, saya merasa penting untuk berbagi pengalaman ini agar kita semakin waspada dalam menjaga lingkungan keluarga, tempat tinggal, dan sekolah.

Sejak tahun 1997, saya menangani banyak pasien dengan HIV, dan hingga hari ini, jumlahnya tidak berkurang. Mayoritas dari mereka merupakan pria yang berhubungan dengan sesama jenis. Sayangnya, sebagian besar pasien yang pernah saya tangani telah meninggal dunia, termasuk yang baru saja berpulang akibat kriptokokus meningitis—infeksi jamur pada otak yang kerap terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang sangat lemah.

Dari pengamatan saya, ada dinamika sosial dalam komunitas ini yang mencerminkan hubungan antara mereka. Ada yang berperan sebagai dominan, biasanya lebih tua dan memiliki kestabilan finansial. Sementara itu, ada yang lebih pasif atau submissif, sering kali bergantung secara emosional maupun ekonomi. Di antara mereka, ada yang berasal dari keluarga menengah dengan penampilan rapi dan bersih, ada pula yang hidup dalam kondisi lebih sederhana.

Saya pernah menangani seorang mahasiswa dari universitas ternama di Jakarta yang didiagnosis dengan meningitis kriptokokus. Orang tuanya bekerja di sektor perminyakan dan tinggal di Dallas, AS, sementara ia menetap sendiri di Indonesia. Yang mengejutkan, sosok yang sering menemaninya adalah seorang aktivis LSM anti-HIV yang ternyata merupakan pasangan dominannya.

Kasus lain yang saya temui adalah seorang pria yang mengalami infeksi pada medulla spinalis akibat spondilitis TB, yang menyebabkan kelumpuhan mendadak pada kedua kakinya. Ketika dirawat, pasangan submissifnya datang menemani, namun mendapatkan perlakuan yang jauh dari empati, bahkan dibentak-bentak.

Ada juga kasus pria yang menjadi ‘piaraan bayaran’—seorang pasien asal Yogyakarta yang menghidupi istri dan anaknya dari uang yang diterima dari seorang pria yang lebih mapan. Tragisnya, ia meninggal karena toksoensefalitis, infeksi otak yang sering dikaitkan dengan sistem imun yang lemah. Selama dirawat, ia kerap menangis dan menyesali pilihannya, sementara istrinya yang berhijab datang mendampingi bersama kedua anak mereka.

Dinamika ini tidak hanya terjadi di kalangan individu yang tidak memiliki ikatan keluarga. Saya juga pernah menemui kasus kakak beradik yang sejak kecil tidur sekamar dan satu ranjang, hingga akhirnya keduanya terinfeksi HIV dan meninggal dalam ruang perawatan yang sama. Tragisnya, sang ayah tidak pernah datang menjenguk hingga mereka dikuburkan.

Pentingnya Kesadaran dan Pencegahan

Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk membekali anak-anak dengan pemahaman yang benar mengenai pergaulan dan risiko kesehatan. Jangan ragu untuk mengajarkan mereka untuk bersikap tegas ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Anak-anak harus diajarkan untuk tidak mudah tergoda oleh bujukan, rayuan, atau ancaman yang bisa membuat mereka terjebak dalam lingkungan yang berisiko.

Dari wawancara dengan banyak pasien, hampir semua dari mereka mengaku pernah mengalami kontak seksual pertama secara paksa. Setelahnya, mereka masuk ke dalam lingkungan yang memperkuat pola tersebut, hingga sulit untuk keluar.

Saya belum pernah menemui kisah yang berakhir bahagia seperti dalam dongeng. Mayoritas dari mereka yang terjebak dalam perilaku berisiko ini akhirnya mengalami berbagai komplikasi medis seperti toksoensefalitis, meningitis kriptokokus, tuberculosis, pneumonia, kandidiasis, hingga akhirnya meninggal dunia dalam kondisi yang memilukan.

Semoga kisah ini dapat menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Jaga keluarga, waspadai pergaulan, dan lindungi generasi penerus kita.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Idealnya, KPK Sita Pesawat sebagai Bukti Gratifikasi Kaesang, Bukan Hanya Pamer Penyitaan HP – Hasto

Next Post

“PESAN MORAL” UNTUK PENGUSAHA PENGGILINGAN PADI

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?
Feature

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Feature

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026
Next Post
BANSOS “HULLER”

"PESAN MORAL" UNTUK PENGUSAHA PENGGILINGAN PADI

100 Personel Disiagakan untuk Sambut Cristiano Ronaldo di Indonesia

100 Personel Disiagakan untuk Sambut Cristiano Ronaldo di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...