Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD cukup menarik perhatian karena posisinya saat ini sebagai Menko Polhukam, merupakan bagian dari pemerintah Jokowi menunjukkan keberanian dalam mengkritik kondisi atau kejanggalan yang ada di Indonesia akibat kebijakan pemerintah selayaknya oposisi pemerintah
Beberapa catatan yang harus disorot dalam debat calon wakil presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang keempat di Jakarta Convention Center (JCC) Ahad (21/1/2024 ) tadi malam yaitu menyangkut penampilan ketiga calon wakil presiden dalam berdebat dengan lawan-lawan debat mereka masing-masing.
Muhaimin Iskandar (Cak Imin )
Dimulai dari penampilan Calon Presiden nomor 1 Muhaimin Iskandar. penampilan calon wakil presiden Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam debat tadi malam nampak percaya diri, tenang, santai, berani, dan agresif.
Meski Cak Imin pernah menjadi bagian dari Pemerintah dan Partai yang dipmpinnya menjadi bagian dari pemerintah, Cak Imin nampak percaya diri dalam menunjukkan sisi berbeda dirinya dengan kebijakan pemerintah, dan berani menunjukan ciri khas kubu pro-perubahan yang melawan stauts quo regim pemerintah
Saat berada di pentas debat Cak Imin tenang, santai tapi cukup agresif. Ini ditujukkan dalam serangan – serangan terbuka, terutama pada kubu 02.Dalam permasalahan Pajak karbon Misalnya, Cak Imin menunjukkan kritiknya kepada pemerintahan Jokowi karena tak serius pelaksanaan pajak karbon, hilirisasi ugal-ugalan, hingga devisa nikel yang sangat kecil
Muhaimin melqakuan serangan provokasi, memicu emosi kubu 02 dengan menyindir Prabowo dengan membandingkan kepemilikan lahan 500 ribu hektare dengan kepemilikan tanah rakyat jelata. Mencoba memprovokasi Gibran terkait catatan Mahkamah Konstitusi.
Selanjutnya Cak Imin terdengar pribadi Jokowi dengan menyinggung masalah ijazah palsu, kurangnya penghormatan pada masyarakat adat karena mengenakan pakaian adat saat peringatan 17 Agustus setiap tahunnya.
Gibran Rakabining Raka
Penampilan Calon Wakil Presiden Pasangan nomor 2 Gibran Rakabuning Raka nampak agak kurang dewasa ditinjau dari aspek karakter dan emosi dan gaya tampilan di panggung debat. paling banyak mendapat sentimen negatif dari netizen di antara para cawapres lainnya
berdasarkan data analis media sosial Drone Emprit menurut pantauan di X periode Minggu (21/1) pukul 19.00-22.00 WIB. “Gibran Raih Sentimen Negatif Tertinggi, Dikritik karena Ejek Mahfud”
Drone Emprit menunjukkan Gibran mendapat sentimen negatif terbesar, yakni 60 persen. Sementara, sentimen positifnya 33 persen, dan sentimen netral 7 persen.
“Ini menunjukkan adanya sentimen yang kurang menguntungkan atau permasalahan yang mungkin sedang dihadapi oleh Gibran Rakabuming di media sosial selama jangka waktu yang ditentukan,” kata Ismail Fahmi, founder Drone Emprit dalam cuitannya, Senin (22/1/2024)”Gibran juga dikritik karena mengejek Prof. Mahfud dan membawa-bawa Tom Lembong,” ungkap dia.
Gibran lagi-lagi menyerang dengan istilah-istilah kepada lawan debatnya, yaitu Cak Imin dan Mahfud . Pengajuan pertanyyan ini sebenarnya tidak perlu karena sifatnya yang dangkal dan mirip pertanyaan cerdas cermat anak-anak SMP..
“Pilihan strategi debat Gibran yang mengulang lagi singkatan atau istilah konseptual, kali ini memang kembali berhasil menjebak Mahfud dan Muhaimin,” kata dia.
Tetapi Gibran menunjukkan gestur yang seharusnya tidak dilakukan karena pertanyaan sudah berhasil menjebak lawan. Gibran seharusnya menghindari sejumlah gimmik yang tidak produktif
Meski Gibran memperkenalkan diksi yang sebenarnya asing dikalangan publik terutama tentang Greenflation karena gagal dijawab dengan dengan gamblang oleh Mahfud MD tapi pada dasarnya pertanyan itu dangkal dan tidak bernilai filosofi. Karena pertanyaan yang diajukan Gibran pertanyaan yang bersifat teknis bukan pertanyaan strategis yang membutuhkan narasi yang lebih strategis terkait penanganan inflasi yang disebabkan oleh transisi energi Fosil ke enargi non fosil yang dapat diperbarui seperti pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin dan lainnya
Mahfud MD
Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD cukup menarik perhatian karena posisinya saat ini sebagai Menko Polhukam, merupakan bagian dari pemerintah Jokowi menunjukkan keberanian dalam mengkritik kondisi atau kejanggalan yang ada di Indonesia akibat kebijakan pemerintah selayaknya oposisi pemerintah
Mahfud beran mengkritik subsidi pupuk, food estate, petani dan peternak yang tidak berdaulat hingga impor pangan.yang keseluruhan produk kebijakan pemerintah Jokowi mengikuti sikap PDIP saat ini yang bergeser dari partai penguasa menjadi partai “oposisi”


























