• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Culas dalam Karung: Siapa Biang Kerok Kekacauan Harga Beras?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 2, 2025
in Economy, Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Di negeri ini, soal beras bukan semata persoalan produksi, tetapi juga erat terkait dengan sisi hilir: distribusi dan perdagangan. Baru-baru ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan 212 produsen beras bermasalah kepada Kapolri dan Jaksa Agung. Laporan ini muncul setelah ditemukannya dugaan praktik curang dalam sirkulasi beras di pasar oleh sejumlah pedagang.

Hasil investigasi dari Satgas Pangan bersama Kejaksaan, Badan Pangan Nasional, dan unsur pengawasan lainnya menunjukkan bahwa dari 268 merek beras yang diperiksa di 13 laboratorium di 10 provinsi, ditemukan fakta mencengangkan:

  • 85,56% beras premium tidak sesuai mutu,

  • 59,78% dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan

  • 21% tidak sesuai berat kemasan.

Apa itu pedagang beras culas?
“Culas” dalam konteks ini merujuk pada praktik dagang yang tidak etis: manipulasi timbangan, penipuan kualitas, pencampuran beras berkualitas rendah, pemalsuan merek, hingga penimbunan untuk menciptakan kelangkaan dan mengerek harga.

Tindakan semacam ini bukan hanya merugikan konsumen, tapi juga merusak ekosistem kepercayaan dalam dunia perdagangan pangan. Karena itu, respons tegas pemerintah untuk menyikat para pelaku tak bermoral ini menjadi keniscayaan.

Mengapa Pedagang Bisa Bertindak Culas?

Dari pengamatan yang dilakukan, ada sejumlah alasan mengapa sebagian pedagang tergelincir dalam praktik culas:

  1. Motif keuntungan instan – Demi mengejar profit besar, etika ditanggalkan.

  2. Persaingan ketat – Kondisi pasar yang brutal memicu tindakan curang agar tetap eksis.

  3. Minim pengawasan dan sanksi – Ketidaktegasan penegakan hukum menciptakan rasa aman untuk berbuat curang.

  4. Mentalitas ingin kaya cepat – Etika dagang dikesampingkan demi gaya hidup instan.

  5. Kurangnya pemahaman etika bisnis – Banyak pedagang tidak memiliki literasi moral dan etika perdagangan yang memadai.

Namun perlu disadari, culas justru menjadi bom waktu. Dalam jangka panjang, mereka bisa kehilangan pelanggan, izin usaha, bahkan menghadapi proses hukum.

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Pemerintah tidak boleh tinggal diam. Ada sejumlah langkah yang bisa diambil untuk mencegah perilaku culas dalam perdagangan beras:

  • Memperkuat pengawasan dan penindakan hukum.

  • Menerapkan sanksi tegas seperti pencabutan izin usaha atau proses pidana.

  • Memberikan pelatihan etika bisnis kepada pedagang.

  • Menyediakan insentif bagi pedagang yang jujur dan transparan.

  • Membuka akses data harga, kualitas, dan distribusi beras secara transparan.

  • Mendorong pelibatan masyarakat dalam melaporkan pelanggaran.

  • Mengembangkan sistem pengawasan digital dan sertifikasi etis.

Langkah-langkah ini bukan saja menekan praktik curang, tapi juga akan menciptakan ekosistem perdagangan pangan yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Bangsa Ini Butuh Pedagang Beras yang Bermoral

Menjadi pedagang beras di negeri agraris ini sesungguhnya merupakan profesi mulia—asal dijalankan dengan etika dan tanggung jawab. Masyarakat tidak pernah mempermasalahkan pedagang meraih keuntungan, selama dilakukan secara jujur dan adil.

Sikap “culas” hanya akan menjadi noda dalam kehidupan ekonomi kita. Karena itu, langkah cepat Menteri Pertanian layak diapresiasi. Kita butuh pedagang beras yang berdagang dengan hati, bukan dengan tipu daya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertamina Umumkan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2025

Next Post

Tanpa Jokowi, Gelar Perkara Ijazah Palsu Cacat Hukum: Harus Diundur atau Batal Demi Hukum!

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Next Post

Tanpa Jokowi, Gelar Perkara Ijazah Palsu Cacat Hukum: Harus Diundur atau Batal Demi Hukum!

Amuk Massa di Retret Sukabumi: Ketika Mayoritas Takut Melihat Minoritas

Amuk Massa di Retret Sukabumi: Ketika Mayoritas Takut Melihat Minoritas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...