• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dalil Qot’i dari Purbaya: Ketika Kebenaran Dianggap Serangan

Ali Syarief by Ali Syarief
November 5, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Dalil Qot’i dari Purbaya: Ketika Kebenaran Dianggap Serangan
Share on FacebookShare on Twitter

“Aku tidak pernah berniat menyerang siapapun. Tapi kalau kebenaran dianggap serangan, mungkin kita terlalu lama hidup dalam kebohongan.”
— Purbaya

Kalimat ini sederhana, namun mengguncang nurani. Ia lahir bukan dari keinginan untuk menentang, melainkan dari kegelisahan terhadap zaman yang menukar nilai-nilai kebenaran dengan kepentingan. Kata-kata Purbaya seperti sebutir api kecil di tengah gelapnya dunia yang semakin alergi terhadap kejujuran.

Dalam masyarakat yang terbiasa hidup di bawah bayang-bayang kepalsuan, kebenaran sering kali tampil sebagai musuh. Ia dianggap ancaman, bukan cahaya. Padahal, kebenaran sejatinya adalah cermin — ia tidak menyerang siapapun, hanya memantulkan apa adanya. Namun bagi mereka yang nyaman dengan wajah yang palsu, cermin itu terasa menyakitkan.

Kita hidup di era ketika kejujuran sering dituduh sebagai provokasi, dan kritik dianggap sebagai penghinaan. Di sinilah makna kata Purbaya menemukan relevansinya: bahwa masyarakat yang terlalu lama hidup dalam kebohongan akan menganggap kebenaran sebagai serangan. Ia bagaikan orang yang lama tinggal dalam gelap, lalu marah ketika cahaya menembus matanya.

Filsafat di balik kalimat ini mengandung pesan moral yang dalam: kebenaran tidak memerlukan pembelaan, ia hanya perlu keberanian untuk diungkap. Namun keberanian itu, hari ini, adalah barang langka. Orang lebih suka diam demi aman, tunduk demi selamat, dan berkompromi demi jabatan. Dalam suasana semacam ini, orang yang berkata jujur akan tampak seperti pemberontak — padahal ia hanya sedang menjalankan tugas kemanusiaannya: menjadi suara nurani.

Kata-kata Purbaya juga mengandung refleksi tentang relasi antara etika dan kekuasaan. Ketika kekuasaan menindas logika dan nurani, maka yang jujur akan dianggap durhaka. Yang bicara benar akan dicap musuh. Tetapi sejarah menunjukkan, dalam benturan antara kebenaran dan kebohongan, waktu selalu berpihak pada yang tulus.

Kebenaran bukan peluru, meski sering mengenai sasaran yang tepat. Ia tidak membunuh, tetapi membangunkan. Dan mungkin di situlah letak keberaniannya — sebab tidak semua orang siap untuk bangun.

Purbaya mengingatkan kita bahwa menjadi benar di tengah dunia yang salah memang terasa seperti menyerang. Namun justru di situlah kemuliaannya. Sebab kebenaran yang tak berani menantang kebohongan hanyalah keheningan yang munafik.

Maka, jangan takut jika kebenaranmu dianggap serangan. Tak perlu membela diri. Biarlah waktu dan sejarah yang menulis siapa yang sebenarnya menyerang — dan siapa yang sedang berjuang agar cahaya tetap ada.

Kebenaran tidak pernah menyerang — ia hanya menyinari. Tapi bagi mereka yang hidup dalam gelap, cahaya selalu terasa menyakitkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berat Langkah Prabowo Lindungi Jokowi dan Luhut soal Whoosh

Next Post

Whoosh: Wo, Jangan Jadi Bemper Wi – “Jangan Pakai APBN”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Whoosh: Wo, Jangan Jadi Bemper Wi - "Jangan Pakai APBN"

Api yang Membakar Keadilan: Ketika Nama Bobby Nasution Masuk ke Meja Hakim

Api yang Membakar Keadilan: Ketika Nama Bobby Nasution Masuk ke Meja Hakim

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...