• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Megawati. Jokowi hingga Cak Imin: Semua Bersatu, Demokrasi Membisu – Koalisi Totalitas

Ali Syarief by Ali Syarief
July 24, 2025
in Feature, Politik
0
Dari Megawati. Jokowi hingga Cak Imin: Semua Bersatu, Demokrasi Membisu – Koalisi Totalitas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam tatanan demokrasi modern, kehadiran oposisi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar kekuasaan tetap terkontrol. Demokrasi tak pernah dirancang untuk kenyamanan kekuasaan, tapi justru untuk menciptakan ketegangan sehat antara kekuatan yang berkuasa dan yang mengawasi. Namun, Indonesia tengah menghadapi anomali serius: pemerintah tanpa lawan, sistem tanpa penyeimbang, dan demokrasi yang kehilangan oposisi sejatinya.

Pasca kemenangan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih 2024, dinamika politik semakin menunjukkan pola konsolidasi kekuasaan tanpa sekat. Partai-partai besar dan menengah berduyun-duyun mendekat ke lingkar kekuasaan. Bahkan partai yang sebelumnya memainkan peran oposisi pun mulai kehilangan suara. Di titik ini, ancaman oligarki dan autokrasi tersembunyi menjadi nyata.

Jokowi dan PSI: Politik Dinasti dalam Panggung Demokrasi

Warisan kekuasaan Presiden Joko Widodo tidak berhenti di akhir masa jabatannya. Lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep, serta posisi wakil presiden yang ditempati Gibran Rakabuming, Jokowi memperluas pengaruhnya dalam format kekuasaan baru. PSI kini menjadi mesin politik keluarga, dan kehadirannya dalam pemerintahan mendatang tak lain adalah bentuk kelanjutan Jokowiisme.

Dengan Golkar yang semakin cair dan PPP yang terkooptasi, Jokowi berhasil membentuk jejaring kekuasaan yang nyaris tak tergoyahkan. Tak heran bila partai-partai yang seharusnya bisa menjadi pengimbang justru ikut menari dalam simfoni kekuasaan.

PDIP dan Megawati: Menimbang Ulang Jalan Oposisi

PDIP, yang seharusnya menjadi tumpuan harapan oposisi, hingga kini belum tegas bersikap. Meski secara formal masih berada di luar pemerintahan, namun manuver politik Megawati dan elite partai tidak menunjukkan resistensi terhadap kekuasaan. Bahkan Prabowo, dalam beberapa kesempatan, menyebut PDIP sebagai “adik” dari Gerindra—sebuah metafora persaudaraan politik yang memberi sinyal pelunakan sikap.

Kritik tajam terhadap RUU kontroversial seperti RUU TNI dan revisi KUHAP tak terdengar dari kubu PDIP. Suara mereka senyap, memberi kesan bahwa partai ini sedang dalam masa transisi psikologis: menimbang antara harga diri sebagai oposisi atau kenyamanan sebagai bagian dari kekuasaan.

PKB dan NU: Dari Mitra Strategis Menuju Koalisi Permanen?

Tambahan penting dalam bab konsolidasi kekuasaan ini adalah kedekatan Prabowo dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam acara Harlah ke-27 PKB, Prabowo secara eksplisit menyatakan bahwa ia “merasa nyaman di tengah PKB dan NU.” Ia bahkan menyebut PKB sebagai partai yang selalu hadir dalam momen kritis bangsa dan mengapresiasi NU sebagai stabilisator nasional.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyambut pernyataan itu dengan kalimat yang tak kalah signifikan: “PKB apa kata Pak Prabowo.” Ini bukan sekadar gestur politik, tapi sinyal kuat bahwa PKB berkomitmen memperkuat dan melanjutkan koalisi kekuasaan hingga pemilu 2029 dan seterusnya.

Koalisi ini bukan sekadar elektoral, melainkan ideologis. Prabowo menyebut Islam moderat ala NU sebagai wajah Islam rahmatan lil alamin yang dapat diterima lintas kelompok. Ini memberikan landasan simbolik yang kuat untuk legitimasi pemerintahan tanpa oposisi: kekuasaan yang dilengkapi dengan sokongan moral dan spiritual.

Demokrasi Tanpa Penyeimbang: Jalan Sunyi Masyarakat Sipil

Konsolidasi kekuasaan lintas partai dan ormas ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar: jika semua kekuatan berada di dalam lingkar kekuasaan, siapa yang akan menjadi pengawasnya? Ketika Gerindra, PDIP, PKB, Golkar, PAN, PPP, bahkan PSI bergandengan tangan membentuk “kabinet persatuan total”, maka tidak ada lagi aktor politik yang benar-benar berfungsi sebagai oposisi.

Lord Acton mengingatkan bahwa “kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut pasti korup secara absolut.” Tanpa oposisi, tanpa tekanan, tanpa kritik keras dari dalam sistem, demokrasi menjadi panggung kosong yang hanya menyisakan akrobat kekuasaan. Di tengah kekosongan itu, masyarakat sipil diharapkan mengambil alih peran oposisi—tapi apakah cukup kuat? Apakah tidak justru akan ditekan dengan label-label seperti anti-NKRI, anti-pemerintah, radikal, atau pengganggu stabilitas?

Penutup: Demokrasi di Persimpangan Jalan

Indonesia kini berada di titik krusial sejarahnya. Tiga kekuatan utama—Jokowi melalui PSI, Prabowo melalui Gerindra, dan Megawati melalui PDIP—tampaknya sedang menjajaki arah menuju kolaborasi kekuasaan permanen. Jika PKB dan NU ikut bergabung dalam poros itu, maka kita tak hanya berbicara soal koalisi pemerintahan, tapi tentang koalisi sistemik yang menyelimuti seluruh ruang kekuasaan: eksekutif, legislatif, dan bahkan moral-spiritual.

Demokrasi tanpa oposisi bukanlah demokrasi, melainkan ilusi kebebasan yang menutupi wajah otoritarianisme. Dan ketika rakyat hanya menjadi penonton, maka sejarah tak lagi ditulis oleh suara mayoritas, melainkan oleh mereka yang mengendalikan panggung dan menggenggam mikrofon.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polda Sita Ijazah Asli SMA dan S-1 Jokowi? Menjadi Pertanyaan Hukum

Next Post

Stigma Jokowi Pendusta dan Bukti Polling: Saat Kebenaran Tak Lagi Dipercaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Stigma Jokowi Pendusta dan Bukti Polling: Saat Kebenaran Tak Lagi Dipercaya

Stigma Jokowi Pendusta dan Bukti Polling: Saat Kebenaran Tak Lagi Dipercaya

MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

JANGAN SALAHKAN HUJAN! INILAH BIANG KELADI MELAMBUNGNYA HARGA BERAS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist