• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Mei ke Memori Mati: Sejarah di Era Prabozon

Ali Syarief by Ali Syarief
June 21, 2025
in Feature, Sejarah
0
Dari Mei ke Memori Mati: Sejarah di Era Prabozon

Istimewa - VOA

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kalau Edward Carr masih hidup, mungkin beliau bakal kaget mendengar bahwa tafsir sejarah di negeri +62 kini dipegang oleh seorang pujangga Twitter bernama Fadli Zon. Bukan karena kapasitas akademiknya, tentu saja, melainkan karena keberaniannya menyebut pemerkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998 sebagai “isu yang belum lolos uji akademik”. Mungkin maksudnya belum diuji dengan Google Scholar, atau mungkin juga pakai tes DNA dari zaman Majapahit.

Tapi sudahlah, mari kita mulai dengan mengingat kembali bahwa sejarah bukanlah sekadar kumpulan tanggal, angka, dan nama pahlawan berambut klimis yang patuh pada negara. Sejarah adalah arena perebutan narasi, dan di tangan pemerintah Prabowo-Fadli, sejarah tak ubahnya seperti mie instan rasa “netral tapi pedes”—paling enak disantap saat rakyat sedang lupa arah reformasi.

Kini, sejarah Indonesia hendak ditulis ulang, tentu bukan dengan pena yang netral, tapi dengan spidol tebal berwarna merah-putih yang sudah dikontrol editor senior: Kepentingan Kekuasaan. Misi utama: “Lupakan tragedi, mari bertepuk tangan.”

Bayangkan, pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998, yang sudah dicatat oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Komnas HAM, bahkan oleh air mata para korban sendiri, kini dituduh sebagai hoaks yang tak akademis. Kalau air mata bisa dikonversi jadi disertasi, para korban mungkin sudah jadi profesor kehormatan dalam bidang “Ilmu Dilupakan Negara”.

Sungguh, ini bukan sekadar pengingkaran, tapi penghalusan sejarah dengan gilingan halus level ultrafine. Kita hampir bisa mendengar Fadli bilang, “Jangan sedih, ini semua hanya mimpi buruk kolektif. Bangun, mari kita nyanyi Indonesia Raya versi remaster!”

Tentu saja Prabowo punya konflik kepentingan. Kalau Anda adalah mantan Danjen Kopassus saat kerusuhan 1998 dan sekarang jadi presiden, lalu sahabat Anda yang juga jenderal jadi Menhan, ya minimal Anda sewa penulis independen untuk menulis sejarah, bukan kasih pena ke loyalis yang lebih fasih berpantun daripada meneliti arsip. Tapi ya, siapa kita ini? Rakyat kecil, hanya bisa menonton.

Lucunya, jika Prabowo benar ingin membersihkan namanya, mestinya sejarah justru dibuka lebar-lebar, dibedah seperti kucing di meja bedah biologi. Tapi Prabowo seperti sedang memainkan drama klasik: “Kalau tak dibuka, tak terbukti.” Mirip logika anak sekolah yang bilang, “Kalau nggak liat nilainya, berarti belum remedial.”

Kalau dulu Soeharto menulis sejarah dengan tinta militeristik, maka kini Prabowo mencoba menulis ulang sejarah dengan tinta penghapus. Yang dulu disebut pengkhianat kini bisa jadi patriot. Yang korban bisa jadi pelupa. Yang trauma malah dibilang berhalusinasi.

Dulu kita punya sejarah versi Orde Baru: PKI salah, Soeharto suci. Sekarang kita punya sejarah versi Orde Baru Remaster: Prabowo pahlawan, Fadli dosennya. Akal sehat? Libur semester.

Jadi, sebaiknya bagaimana? Mudah. Kalau Fadli Zon memang begitu terinspirasi oleh Prabowo, lebih baik dia menulis otobiografi fiktif Prabowo Subianto saja. Judulnya bisa: “Aku Bukan Dalang, Hanya Tertuduh yang Naik Tahta.” Atau, “Dari Mei ke Istana: Kisah Tentara, Twitter, dan Tafsir.” Dijamin laku keras, minimal di toko buku milik BUMN.

Akhir kata, jika sejarah adalah milik pemenang, maka marilah kita berdoa semoga pemenangnya bukan penipu ingatan. Sebab ketika kebenaran disulap jadi kabar burung, maka kita tak sedang menulis sejarah. Kita sedang bikin drama kolosal tanpa sutradara, tanpa skrip, dan penuh aktor yang lupa cara malu. ●

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menyuntik Garuda, Investasi atau Negara BerJudi?

Next Post

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Menteri Agama Atur Pengeras Suara Masjid, Ini Peraturanya

Kuota Disulap, Ibadah Dijual: Skandal Haji Era Gus Yaqut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist