• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menyuntik Garuda, Investasi atau Negara BerJudi?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 21, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Menyuntik Garuda, Investasi atau Negara BerJudi?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Garuda itu bukan maskapai biasa. Ia lambang negara, burung sakti yang menempel di dada Pancasila. Tapi dalam kenyataan, Garuda lebih sering tampil sebagai maskapai tersesat: pesawatnya raksasa, rutenya gemuk, harga tiketnya bikin kantong keriput, tapi rekeningnya selalu kempes.

Kini pemerintah kembali memainkan satu lakon lama: menyelamatkan Garuda. Kali ini bukan lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) seperti zaman dulu, tapi lewat tangan baru bernama Danantara — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Sebuah nama yang panjangnya seperti kereta api, tapi isinya masih belum jelas apakah ini lokomotif atau gerbong kosong.

Danantara akan menyuntik Garuda sebesar Rp 20 triliun. Iya, dua puluh triliun. Nol-nya ada dua belas. Duit sebanyak itu bisa bangun ratusan sekolah, memperbaiki ribuan Puskesmas, atau memberi beasiswa hingga anak cucu. Tapi yang dipilih adalah menyuntik satu maskapai yang sudah bolak-balik gagal menyembuhkan dirinya sendiri.

Ini bukan investasi. Ini perjudian. Pemerintah sedang main dadu di meja kas negara, berharap Garuda, yang sejatinya sudah bangkrut sejak zaman batu, bisa bangkit dari kubur. Bukan karena logika bisnis, tapi demi satu kata yang sayangnya mahal sekali: gengsi.

Ya, Garuda adalah soal gengsi. Tak enak rasanya kalau maskapai nasional kita bangkrut, sementara negara tetangga sudah punya pesawat yang bisa menyajikan rendang di ketinggian 35.000 kaki. Tapi kalau tiap tahun harus disuntik, bukankah Garuda sebaiknya jadi rumah sakit saja, bukan maskapai?

Presiden Prabowo pun tak mau ketinggalan. Beliau menugasi Danantara menyelamatkan Garuda. Sebuah tugas yang lebih mirip misi penyelamatan Titanic dengan sekop kecil: semangatnya besar, tapi alatnya tak cukup.

Masalahnya, ini bukan suntikan pertama. Sudah berkali-kali Garuda diberi dana segar, modal tambahan, restrukturisasi hutang, bahkan “penyembuhan spiritual” lewat penggantian direksi. Tapi hasilnya nihil. Sama seperti memberi vitamin pada bangunan tua yang retak: tampak sehat, tapi bisa roboh kapan saja.

Garuda bukan hanya soal manajemen yang buruk. Ia sudah menjadi simbol kebiasaan buruk negeri ini: menyelamatkan yang gagal, menutup mata pada akuntabilitas, dan merayakan ilusi ketimbang evaluasi.

Sementara di luar sana, maskapai swasta berjuang tanpa disuapi negara. Mereka harus mencari untung sendiri, menekan biaya, bersaing dengan harga. Tapi Garuda tetap istimewa — bak anak sulung yang selalu diberi uang saku lebih, meskipun nilai ujiannya merah terus.

Jadi pertanyaannya sederhana: sampai kapan negara harus terus bermain judi dengan uang rakyat? Sampai kapan kita menebus gengsi dengan triliunan rupiah?

Kalau memang Garuda bisa diselamatkan, silakan buktikan. Tapi kalau lagi-lagi ia hanya jadi sumur uang yang tak pernah penuh, lebih baik pemerintah belajar satu hal yang sulit tapi penting: merelakan. Karena menyelamatkan Garuda demi gengsi bukanlah nasionalisme, melainkan kebodohan yang dibungkus simbol negara.

Dan burung Garuda, kalau terus diberi makan tanpa belajar terbang sendiri, lama-lama akan jadi ayam negeri. Gemuk, mahal, tapi tak pernah sampai ke mana-mana.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Ijazah S1 Jokowi Tak Sesuai Zaman?

Next Post

Dari Mei ke Memori Mati: Sejarah di Era Prabozon

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!
Feature

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026
Feature

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026
Feature

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Next Post
Dari Mei ke Memori Mati: Sejarah di Era Prabozon

Dari Mei ke Memori Mati: Sejarah di Era Prabozon

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Buku Tak Lagi Menumpuk Debu: Mahasiswa KKN Unhas Sulap PKBM Baji Pamae Jadi Rumah Literasi yang Hidup

Buku Tak Lagi Menumpuk Debu: Mahasiswa KKN Unhas Sulap PKBM Baji Pamae Jadi Rumah Literasi yang Hidup

July 27, 2026
Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

Sorotan Publik: Pernyataan “Tak Ada Anggaran” untuk Gaji Guru Berbanding Terbalik dengan Sejumlah Belanja Besar Pemerintah

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist