• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Timor Timur hingga Nunukan: Ketika Republik Lebih Sering Melepas daripada Merawat

Ali Syarief by Ali Syarief
January 22, 2026
in Feature, Politik
0
Sistem yang Buruk: Akar Masalah Indonesia Sejak Indonesia Merdeka
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief
Pengamat Politik dan Jurnalis

Indonesia pernah menjadi negara yang percaya diri memperluas wilayah. Tahun 1976, Timor Timur dianeksasi. Bukan melalui ikatan sejarah yang matang, bukan pula melalui persetujuan rakyatnya, melainkan melalui operasi kekuasaan. Republik datang membawa jargon integrasi, tetapi yang dirasakan warga adalah sepatu lars dan moncong senjata. Dua dekade kemudian, dunia menagih jawaban. Referendum 1999 menjadi palu terakhir: Timor Timur memilih pergi. Indonesia tak mampu menahan. Timor Leste lahir — dan republik kehilangan satu wilayah yang pernah diklaim dengan penuh kebanggaan.

Banyak elite di Jakarta waktu itu menertawakan masa depan Timor Leste. Negara kecil, miskin, tanpa kapasitas. Namun waktu membalik ejekan itu. Timor Leste berdiri, bertahan, membangun martabatnya sendiri. Mereka tidak kaya raya, tapi mereka merdeka menentukan nasibnya. Sementara Indonesia? Masih sibuk bertengkar tentang batas wilayah, garis peta, dan diplomasi yang sering kalah sebelum bertarung.

Hari ini, sejarah kecil kembali mengetuk pintu. Sebagian desa di Nunukan kini masuk yurisdiksi Malaysia setelah pergeseran batas. Sipadan dan Ligitan sudah lama lepas. Wilayah yang ada saja menyusut, jangankan bermimpi memperluas. Republik kini bukan lagi soal ekspansi, tapi soal kemampuan mempertahankan apa yang tersisa.

Pertanyaannya sederhana: mengapa wilayah mudah lepas?
Jawabannya tidak ada di peta. Jawabannya ada di hati rakyat.

Timor Timur pergi bukan semata karena referendum. Ia pergi karena tak pernah merasa dimiliki. Pembangunan tidak hadir, keadilan absen, suara mereka tenggelam di bawah kepentingan pusat. Maka ketika kesempatan datang, mereka memilih keluar dari rumah yang tak pernah memberi rasa pulang.

Lalu kita menatap Papua. Tanah kaya, rakyatnya miskin. Tambang menggunung, kesejahteraan menghilang. Aparat berseliweran, kepercayaan kian menipis. Luka sejarah belum sembuh, dialog tak pernah tuntas. Papua hari ini mirip Timor Timur kemarin — hanya berbeda panggung dan aktor.

Aceh beruntung menemukan jalan damai. Tapi damai itu lahir bukan dari senjata, melainkan dari pengakuan politik dan penghormatan martabat. Tanpa itu, Aceh pun bisa bernasib sama seperti Timor Timur.

Inilah ironi republik: NKRI dipertahankan lewat slogan, bukan lewat keadilan.
Padahal wilayah tidak dijaga oleh tank, tetapi oleh rasa memiliki. Ketika rakyat merasa dihargai, mereka bertahan. Ketika mereka merasa dieksploitasi, mereka mencari pintu keluar.

Timor Timur sudah pergi. Sebagian Nunukan kini bergeser. Jika pelajaran ini tak dipahami, maka pertanyaan tentang Papua dan wilayah lain akan terus menghantui. Bukan karena mereka ingin keluar. Tapi karena negara terlalu lama lupa cara merangkul.

Sejarah selalu memberi peringatan.
Masalahnya: apakah kekuasaan mau mendengar, atau kembali sibuk menyalahkan peta?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setelah Sipadan–Ligitan, Kini Nunukan: Tiga Desa Indonesia Masuk Malaysia akibat Pergeseran Batas

Next Post

Buku End Game: Testimoni Gibran Tak Layak Menjadi Wali Kota Sekalipun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Buku End Game: Testimoni Gibran Tak Layak Menjadi Wali Kota Sekalipun

Buku End Game: Testimoni Gibran Tak Layak Menjadi Wali Kota Sekalipun

Darurat Regenerasi Petani: Siapa yang Akan Menanam Pangan Kita?

ANAK MUDA MENJAUHI SAWAH, SIAPA YANG AKAN MEMBERI MAKAN NEGERI?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...