• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

De Militerisasi Instalasi Kepolisian

Ali Syarief by Ali Syarief
August 10, 2022
in Feature
0
De Militerisasi Instalasi Kepolisian
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews- Dengan terungkapnya, bagaimana Birgadir J dibunuh, seperti hasil autopsy didapat 5 lobang peluru dan luka-luka bekas-bekas penganiayaan, menjelaskan betapa biadabnya perilaku tersebut. Lebih dari itu, penjelasan KAPOLRI, bahwa tindakan sadistis kepada Brigadir J, dilakukan oleh dua orang rekannya, atas perintah dan arahan dari atasan langsungnya sendiri. Dan yang lebih keji lagi, terungkap bahwa Ferdy Sambo, membuat scenario, seolah-olah ini terjadi tembak menembak, dan dia sendiri seolah-olah tidak tahu menahu. Sambo membuat alibi, pada hari pembantaian itu, melakukan uji PCR. Ini kejahatan tingkat dewa kedua kalinya, setelah kita menjadi saksi bersama, terjadi pula kepada 6 syuhada FPI, yang dibunuh oleh oknum-oknum polisi itu.

Atitude polisi seperti itu, sudah harus dinilai sebagai berlebihan. Extra ordinary attitude and crimes. Polisi adalah sipil yang dipersenjatai, untuk melumpuhkan. Bukan untuk membunuh. Misinya bertugas membawa setiap perkara keranah yuridis. 

Fatsun umum, bahwa Polisi adalah badan yang dibentuk diberdayakan oleh suatu negara, dengan tujuan untuk menegakkan hukum, menjamin keselamatan, kesehatan, dan harta benda warga negara, dan mencegah kejahatan dan kekacauan sipil. Kekuatan syah mereka diberi kewenangan untuk melakukan penangkapan dan penggunaan kekuatan yang dilegitimasi oleh negara melalui monopoli atas kekerasan.

Jadi mereka adalah, organisasi resmi yang bertanggung jawab untuk melindungi warga dan raja-kayanya, membimbing warga untuk taat hukum, mencari tahu dan menyelesaikan kejahatan, dan menangkap orang yang telah melakukan kejahatan: itulah sosok Polisi yang mempunyai  Lambang dan motto Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berbunyi Rastra Sewakottama dari Bahasa Sansekerta yang berarti “Pelayan utama Bangsa”.

Pada awal pembentukan Kepolisian Negara, kepolisian sebagai perangkat Kementerian Dalam Negeri yang bertanggung jawab terkait masalah administrasi. Sementara masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung. Namun setelah keluarnya PP No. 11 Tahun 1946 tanggal  1 Juli 1946, Kepolisian Negara bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden.  Tanggal 1 Juli inilah yang kemudian  diperingati sebagai Hari Bhayangkara atau HUT Polri.

Pada peringatan HUT PORI atau Hari Bhayangkara ke 76 Tahun 2022, Kepolisian Republik Indonesia telah merilis logo HUT Bhayangkara ke 76 Tahun 2022. Tema Slogan Logo HUT Bhayangkara ke-76 Tahun 2022 yaitu PRESISI. PRESISI kepanjangan dari Prediktif Responsibilitas  Transparansi Berkeadilan. Itulah slogan hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022, tanggal 1 Juli yang lalu.

Struktur organanisasi

Sebagai Lembaga Pelayan dan Pengayom masyarakat, maka menjadi logis, bila aparatur kepolisian itu ada di organisasi yang paling bawah, yang langsung melayani rakyat. Bukan di kantor polisi yang berada diatasnya, yang tidak langsung melayani rakyat. Perhatikan bagaimana polisi Jepang, Koban Polis, bekerja. Ia bak siput merayap ke lingkungan-lingungan penduduk, sehingga tahu persis situasi dan keadaan didaerahnya. Atau seperti di Bali, ada informal Polisi Desa, yang disebut Pecalang. Mereka adalah Pelaku adat sukarela, yang bertanggung awab kepada Kepala Desa (seperti Punong Barangay – di Philipina). Keberadaannya, sangat efektif, sehingga di Bali, hampir tidak ada pencurian di desa-desa. Aman.

Professionalism

Kompetensi kepolisian, bukan bagaimana menjadi sniper (penembak jitu), atau pendekar. Ia harus seiring dengan tugas keseharianya, yaitu sebagai aparat penegak hukum. Front liner of law enforcement.  Kuat dalam wilayah yuridiksi dan ilmu-ilmu sosial kemasyarakatan lainnya.

Tugas lain yang inherent dengan kepolisian adalah sebagai communicator atau influencers. Mengajak masyarakat untuk taat hukum, turut menjaga tertib lingkungan, menjadi pagar betis untuk membendung para pelaku-pelaku kejahatan criminal di daerah masing masing.

Brigade Mobil dengan segala perlengkapan persenjataannya, biarlah mereka ditempatkan di daerah-daerah rawan seperti di Papua. Biarlah mata masyarakat, jauh dari melihat convoy mereka, supaya bisa mengurani ketegangan urat syarafnya. Traumatic bagaimana melihat polisi melakukan smackdown adik-adik mahasiswa pendemo.

Demiliterisasi

Core business kepolisian adalah Pelayan dan Pengayom masyakat, Rastra Sewakottama, bukan tentara yang tugasnya membunuh dan melumpuhkan musuh. Jadi darah yang mengalir ditubuhnya adalah hospitality. Bukan combatant. Faham akan psychological services. Atribut-atribut kemiliterannya, tidak diperlukan saat operasi pelayanan, yang membuat rakyat berjarak. Pangkat dan kepangkatan adalah strata dan hirarhi garis komando, dalam militer. Tentara hanya tunduk dan taat pada perintah komandan. Polisi tidak begitu. Ia tunduk dan taat pada aturan hukum yang berlaku. Barisan penegak hukum. Pencalang, dihormati dengan ikat kepala dan sarungannya. Bukan goloknya.

Menjadi gagah dan serem ketika kumisnya tebal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Labirin Polkam

Next Post

Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud: Sensitif, Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Tahanan Kasus KSP Indosurya Lepas, IPW Desak Mahfud Md Turun Tangan

Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud: Sensitif, Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Kemlu RI dan Singapura Berbantah Keberadaan Tersangka Korupsi Surya Darmadi

Kemlu RI dan Singapura Berbantah Keberadaan Tersangka Korupsi Surya Darmadi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist