• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dedi Mulyadi dan Semiotika Kasundaan: Antara Rakyat dan Kearifan Lokal

Ali Syarief by Ali Syarief
February 23, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Elektabilitas Dedi Mulyadi Meningkat Klaim Suara RK berpindah ke Dirinya
Share on FacebookShare on Twitter

Pada awalnya, saya kurang srek dengan Dedi Mulyadi. Sebagai sesama orang Sunda, model dan gayanya terasa sulit diterima dalam kultur ningrat Kasundaan yang selama ini saya kenal. Namun, setelah menyaksikan sepak terjangnya secara lebih luas, saya disadarkan bahwa ia adalah representasi baru dari karakter Sunda yang sejati—bukan hanya dalam simbol atau estetika, tetapi dalam sikap dan tindakan nyata.

Dalam sejarah dunia, kita sering menemukan sosok yang awalnya ditentang karena tidak sesuai dengan pakem tradisional, tetapi pada akhirnya justru menjadi representasi otentik dari budaya mereka. Salah satu contohnya adalah Abraham Lincoln di Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga miskin, tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, dan sering dipandang sebelah mata oleh kaum aristokrat. Namun, justru dari kesederhanaannya itulah ia mampu memahami dan mengartikulasikan kehendak rakyat. Lincoln pernah berkata, “Government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the Earth.” Kata-kata ini mencerminkan bagaimana seorang pemimpin yang lahir dari rakyat dapat memiliki keberpihakan yang tulus kepada mereka. Dedi Mulyadi memiliki esensi yang sama—ia hadir bukan sebagai elit ningrat Sunda, tetapi sebagai rakyat yang berbicara dengan bahasa rakyat.

Mang Ihin (Solihin GP), Pak Mashudi, Pak Aang Kunaefi, dan Pak Yogi S Memet adalah contoh pemimpin Sunda yang memiliki karakter kuat dan memahami akar budaya Kasundaan dengan baik. Namun, Dedi Mulyadi membawa sesuatu yang berbeda. Ia menampilkan wajah Sunda yang lebih inklusif, lebih komunikatif, dan lebih dekat dengan realitas masyarakat bawah. Dalam banyak hal, ia bisa dibandingkan dengan Mahatma Gandhi, yang meskipun berasal dari kasta atas di India, memilih hidup dalam kesederhanaan dan berjuang bersama rakyatnya. Gandhi pernah berkata, “The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others.” Dedi pun mengabdikan dirinya dengan cara yang mirip—terjun langsung ke tengah masyarakat, memahami problem mereka, dan memberikan solusi nyata tanpa sekadar retorika.

Salah satu ciri khas yang sulit disangkal dari Dedi Mulyadi adalah keberpihakannya kepada nilai-nilai budaya Sunda dalam keseharian, yang ia tunjukkan tanpa terjebak dalam simbolisme kosong. Ia menghidupkan kembali filosofi Kasundaan dalam bentuk nyata: silih asah, silih asih, silih asuh. Dalam hal ini, ia memiliki kemiripan dengan Nelson Mandela, yang dalam perjuangannya melawan apartheid di Afrika Selatan tidak sekadar berteriak soal keadilan, tetapi juga mempraktikkannya dengan membangun komunikasi lintas ras dan kelompok. Mandela mengatakan, “I never lose. I either win or learn.” Dedi pun tidak mudah menyerah dalam menghadapi kritik dan cemoohan, tetapi terus membuktikan dirinya melalui kerja nyata.

Sebagai sosok yang lahir dari rakyat jelata dan tumbuh menjadi pemimpin yang memahami denyut nadi masyarakatnya, Dedi Mulyadi adalah khasanah baru dalam budaya Sunda. Ia menunjukkan bahwa Kasundaan bukan hanya tentang estetika atau adat istiadat semata, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bersikap dan berbuat bagi orang lain. Ia membawa esensi nilai-nilai Sunda yang sejati dalam tindakan nyata—dan itulah yang membuatnya sulit untuk disangkal sebagai seorang Sunda sejati. Sebagaimana kata-kata Theodore Roosevelt, “Do what you can, with what you have, where you are.” Dedi Mulyadi melakukan yang terbaik dengan apa yang ia miliki, di tempat ia berasal, dan itulah yang membuatnya tetap relevan di hati rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kejutan Baru dari Gubernur Dedi Mulyadi, Ubah Mobil Dinas Jadi RS Berjalan.

Next Post

Polri Dituding Intimidasi Band Sukatani, Publik Kecam Pembungkaman Ekspresi Seni

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN
Feature

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026
Feature

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Next Post
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Polri Dituding Intimidasi Band Sukatani, Publik Kecam Pembungkaman Ekspresi Seni

Saatnya Guru Menagih Janji Prabowo

Saatnya Guru Menagih Janji Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

June 11, 2026
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...