FusilatNews- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan aparat keamanan bersama instansi terkait siap untuk terus mengawal dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa dan tidak mempermasalahkan jika PA 212 melakukan demo tolak kenaikan harga BBM berjilid-jilid. Seperti diketahui, massa aksi berjanji akan terus menggelar demo tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sampai tuntutannya dipenuhi.
“Kalau dia berjilid-jilid damai enggak apa-apa, yang penting jangan melakukan pelanggaran hukum. Kalau ada pelanggaran hukum, pasti kita akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan humanis,” kata Fadil di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, dikutip CNNIndonesia.com Jumat (23/9) malam.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan massa aksi pun harus melakukan unjuk rasa dengan damai dan tertib. Sebab, jika massa melakukan pelanggaran hukum dalam aksinya, maka kepolisian akan melakukan penegakkan hukum sesuai ketentuan berlaku. Namun, Fadil menyinggung soal mobilitas warga yang terganggu karena adanya penutupan jalan. “Kasihan aja saya melihat orang-orang yang berpindah dari satu titik ke titik yang lain itu harus terganggu karena ada penutupan jalan seperti ini,”ucapnya.
Fadil mengusulkan Silang Monas Barat Daya dijadikan lokasi khusus untuk menggelar demonstrasi. Selama ini, aksi biasanya dilakukan di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.
“Silang Monas Barat Daya di belakang Pos Polisi ini, tinggal kita lihat jumlah massanya berapa, kalau lebih banyak kita akan lebih dalam lagi ke dalam. Nanti kan barriernya kan dia bisa kita pindahkan,” kata Fadil di Patung Kuda, Jumat (23/9) malam.
Fadil mengatakan usul itu telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menyebut akan kembali berkomunikasi dengan Pj Gubernur DKI terkait lokasi demo itu. Ia berharap usul itu menjadi kenyataan. Menurutnya, menyampaikan pendapat adalah hak, namun ada kenyamanan warga lain yang harus diperhatikan.
“Mungkin sekarang Pak Anies kan sekarang tinggal satu bulan lagi, mungkin dengan Plt gubernur berikutnya kita akan diskusikan lebih intens, nanti dengan civil society, adek-adek mahasiswa dengan teman-teman buruh, dengan ormas saya juga akan undang,” katanya.
Sebelumnya diketahui Sejumlah organisasi massa Islam tergabung dalam gerakan tersebut seperti Front Persaudaraan Islam (FPI), PA 212, dan lainnya, akan menggelar unjuk rasa Aksi Bela Rakyat 2 (Akbar 2) atau Aksi 2309 di depan Istana Negara. Pelaksanaan sekitar pukul 13.00 WIB atau setelah ibadah Salat Jumat. Mereka akan membawa tiga tuntutan, yaitu turunkan harga BBM, turunkan harga-harga, dan tegakkan supremasi hukum.
Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas karena ada demonstrasi menolak harga BBM naik di sekitar Istana Negara. Sejumlah jalan dialihkan dan pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai.























