enurut Mardani , duet Anies-Cak Imin masih dalam tahap awal dan belum disahkan. PKS akan mengajak Demokrat dan Nasdem bertemu untuk meminta Nasdem menjelaskan kerja sama politik antara Nasdem dan PKB yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Jakarta – Fusilatnews – Sekretaris Jendral Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam pernyataan pers Partai Demokrat menegaskan kekecewaan terhadap Anies Baswedan dan Surya Palo menyusul pemberitahuan yang disampaikan oleh Wakil Anies Baswedan di Tim 8 Sudirman Said bahwa Anies telah menyetuju permintaan Surya Palo menjadikan Muhaimin Iskandar menjadi bakal calon wakil presiden pasangan Anies Baswedan.
Sekjen Partai Demokrat kecewa kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh secara sepihak mengadakan kerjasama politik dengan PKB dan mengusung Muhaimin sebagai bacawapres pasangan Anies. Demokrat merasa dipaksa untuk menyetujui masuknya PKB dan diusungnya Muahimin Iskandar sebagai Cawapres.
Persoalannya Partai Demokrat merasa dikecewakan dan dikhianati dan Demokat akan mengadakan rapat DPP hari ini akan rapat bersama Majelis Tinggi untuk memutuskan langkah selanjutnya. Kemungkinan Partai Demokrat akan keluar dari Koalisi.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan mengkhianati Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan. “Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan Piagam Koalisi yang telah disepakati ketiga parpol,” kata Teuku dalam siaran pers Demokrat yang diterima di Jakarta, Kamis.
Teuku menyebut Anies mengkhianati apa yang telah ia sampaikan bahwa dirinya memilih Ketua Umum Partai Demokrat AHY sebagai bakal cawapres. “Termasuk, pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh bakal capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” imbuh Teuku.
Dalam siaran pers tersebut, Teuku mengungkapkan bahwa sejatinya Anies telah memilih AHY sebagai bakal cawapres. Teuku menyebut Anies telah menyampaikan kepada AHY terkait keinginannya itu.
Pertemuan akan digelar di kantor DPP PKS, Jakarta.
Sedangkan DPP PKS menanggapinya dengan kepala dingin Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menanggapi reaksi Demokrat yang marah terhadap persetujuan sepihak yang dilakukan oleh Surya Paloh, meminta agar semua berprasangka baik.
Menurut Mardani , duet Anies-Cak Imin masih dalam tahap awal dan belum disahkan. PKS akan mengajak Demokrat dan Nasdem bertemu untuk meminta Nasdem menjelaskan kerja sama politik antara Nasdem dan PKB yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Akan ada penjelasan detail (duet Anies-Cak Imin), tapi di DPP PKS,” kata Mardani kepada awak media di Jakarta, Kamis (31/8) malam.
Namun Mardani tidak menjelaskan lebih detail mengenai rencana pertemuan itu. Ia berharap pertemuan itu dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Doakan segera,” ucapnya.
Tanggapan Surya Paloh atas tudingan Demokrat
Surya Paloh menanggapi reaksi Partai Demokrat yang merasa dikhianati di Koalisi Perubahan dan Persatuan.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan kemungkinan untuk mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.
“Kemungkinan ke arah itu bisa saja terjadi tapi saya pikir belum terformalkan sedemikian rupa, jadi kita tunggu perkembangan satu dua hari ini,” kata Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (31/8) malam.
Surya Paloh menegaskan dirinya belum secara resmi memberikan persetujuan duet pasangan Anies – Cak Imin
“Kalau persetujuan dalam arti mengangguk-angguk saja kan belum tuntas sepenuhnya ya,” ujarnya.
Kemudian terkait pernyataan Partai Demokrat yang merasa dikhianati oleh Nasdem, Paloh mengatakan tentunya hal itu tentu bukan hal yang menggembirakan.
“Saya harus jelaskan dulu pasti kita dalam suasana turut prihatin ya, itu sikap saya. Apakah itu karena perasaan empati, apakah juga karena perasaan ikut prihatin. Nah saya pasti tidak bergembira menerima suatu kabar seperti itu. Kenapa? Karena harapan kita bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama itu pasti sikap Nasdem,” ujarnya.
Pada Selasa (29/8) malam, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menetapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cak Imin sebagai bakal cawapres Anies.
Sehari kemudian, pada Rabu (30/8) Anies tidak menyampaikan secara langsung keputusan itu kepada pimpinan tertinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat sebagai parpol yang tergabung dalam KPP.
Tiba- tiba saja Kamis 31 Agustus 2023 Sudirman Said memberitahu Sekjen Partai Demokrat bahwa Anies telah menyetuju permintaan Surya Palo menjadikan Muhaimin Iskandar menjadi bakal calon wakil presiden pasangan Anies Baswedan.
Masa depan bacapres Anies bagai telur diujung tanduk
Masa depan bakal calon presiden usungan Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan nasibnya akan ditentukan pada hasil pertemuan PKS, Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Anies Baswedan terkait permintaan PKS untuk menjelaskan kerja sama politik yang digagas Nasdem, Anies dan PKB yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Akan ada penjelasan detail (duet Anies-Cak Imin), tapi di DPP PKS,” kata Mardani kepada awak media di Jakarta, Kamis (31/8) malam.
Pertemuan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kantor DPP PKS

























