• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Demonstrasi Itu Harus Dikawal Polisi – Bukan Ditumpas – Berermin dibeberapa Negara

Polisi dan Demonstran: Cermin Buram Penegakan Hukum

Ali Syarief by Ali Syarief
August 29, 2025
in Crime, Feature
0
Demonstrasi Itu Harus Dikawal Polisi – Bukan Ditumpas – Berermin dibeberapa Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Salah satu indikator kualitas demokrasi di sebuah negara adalah bagaimana aparat keamanan memperlakukan warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Di Indonesia, sayangnya, pemandangan represif aparat terhadap pendemo seakan menjadi pola yang terus berulang. Alih-alih tampil sebagai penegak hukum yang menjunjung hak asasi, polisi kerap menampilkan wajah beringas, menyerupai militer yang sedang menumpas musuh negara.

Padahal, demonstrasi bukanlah medan perang. Ia adalah kanal sah untuk menyalurkan aspirasi, kritik, dan kontrol rakyat terhadap pemerintah. Namun, dalam banyak peristiwa, aparat kepolisian justru bersikap seolah sedang menghadapi ancaman militer. Gas air mata ditembakkan tanpa peringatan, pentungan diayunkan membabi buta, hingga pengerahan pasukan besar yang intimidatif. Sikap ini jauh dari prinsip policing by consent yang dianut di negara-negara dengan tradisi demokrasi mapan.

Mari kita bandingkan. Di Inggris, polisi dilatih dengan paradigma bahwa mereka hadir bukan untuk melawan rakyat, melainkan untuk melindungi hak rakyat, termasuk hak berdemonstrasi. Aparat baru menggunakan kekerasan jika situasi benar-benar mengancam keselamatan publik, itupun dengan prinsip proporsionalitas. Sementara di Jerman, polisi diwajibkan menjalani pelatihan panjang dalam komunikasi, negosiasi, dan manajemen konflik, sehingga interaksi dengan demonstran lebih sering diwarnai dialog daripada konfrontasi fisik.

Bandingkan pula dengan Jepang. Meski negara itu memiliki sejarah kepolisian yang hirarkis, dalam konteks demonstrasi modern, aparat lebih sering mengedepankan strategi “mengawal” massa ketimbang membubarkannya secara paksa. Polisi Jepang membentuk pagar manusia untuk mengarahkan arus demonstran, bukan untuk menekan mereka dengan kekerasan.

Kontras dengan itu, di Indonesia, perilaku aparat sering kali lebih mirip gaya militeristik. Seakan-akan, setiap pendemo adalah musuh negara yang harus dilumpuhkan. Padahal, tugas utama polisi bukanlah memenangkan pertempuran, melainkan menjaga keteraturan sosial dengan tetap menghormati hak-hak sipil.

Mengapa hal ini terjadi? Akar persoalannya bisa ditelusuri ke sistem pendidikan kepolisian itu sendiri. Akademi kepolisian di Indonesia masih sangat kental dengan nuansa militeristik, mulai dari pola disiplin, komando, hingga doktrin pengendalian massa. Paradigma ini menanamkan pola pikir “musuh versus kawan”, bukannya “pelindung versus warga negara”. Akibatnya, ketika berhadapan dengan massa aksi, refleks aparat adalah menyerang, bukan berdialog.

Sudah saatnya sistem pendidikan kepolisian dievaluasi secara serius. Pendidikan mereka perlu diarahkan pada paradigma civilian policing yang menekankan humanisme, empati, dan keterampilan komunikasi. Penegakan hukum bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga soal kepercayaan publik. Polisi yang disegani bukanlah yang ditakuti karena kekerasannya, melainkan yang dihormati karena keberpihakannya pada keadilan.

Evaluasi ini harus mencakup kurikulum, metode pelatihan, serta pola rekrutmen. Pendidikan kepolisian di abad ke-21 tidak bisa lagi berorientasi pada kekuatan semata, melainkan pada kemampuan mengelola keragaman masyarakat, dinamika sosial, serta kompleksitas demokrasi. Tanpa perubahan paradigma, polisi akan terus terjebak dalam peran yang keliru: dari aparat penegak hukum menjadi pasukan penumpas rakyatnya sendiri.

Demokrasi tidak akan tegak tanpa kebebasan berpendapat. Dan kebebasan itu tidak akan pernah aman jika aparat yang seharusnya melindungi justru tampil sebagai ancaman. Di titik inilah, reformasi pendidikan kepolisian menjadi prasyarat mutlak bagi terwujudnya demokrasi yang sehat dan beradab di Indonesia.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Spring

Next Post

Hanya Ikan Yang Mati Yang Terbawa Arus – Prabowo Segera Mencopot Kapolri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Hanya Ikan Yang Mati Yang Terbawa Arus – Prabowo Segera Mencopot Kapolri

Hanya Ikan Yang Mati Yang Terbawa Arus - Prabowo Segera Mencopot Kapolri

Ojek Online: Solidaritas Jalanan dan Kekuatan Politik Digital

Ojek Online: Solidaritas Jalanan dan Kekuatan Politik Digital

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist