• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Di Balik Peran Rusia dan China: Di Mana Posisi Indonesia?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 21, 2025
in Crime, Feature
0
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Share on FacebookShare on Twitter

 Kalau tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, bagaimana bisa mau berdamai dengan dunia?” Mari kita selesaikan juga konflik-konflik kecil di dalam negeri, supaya omongan kita di luar negeri tidak seperti anak kos yang sok bijak di forum alumni.

Fusilatnews – Kalau hidup ini seperti panggung sandiwara, maka politik internasional itu barangkali adalah pentas teater absurd. Ada aktor utama, figuran, penonton, dan juga pemain cadangan yang kadang disoraki karena terlalu kikuk memerankan perannya. Lalu Indonesia, ini yang menarik: ia sering merasa sebagai bintang moral, tapi lebih sering hanya muncul di adegan pembuka, memberi salam damai, lalu pulang lebih cepat dari acara.

Lihatlah, dunia sedang bergejolak. Di Timur Tengah, dua negara yang punya sejarah panjang dalam konflik dan klaim kebenaran—Iran dan Israel—kembali mainkan lakon lama: perang. Rudal melesat, sirene meraung, dan rakyat sipil lagi-lagi menjadi korban dari permainan kekuasaan yang tampaknya tak pernah tamat. Dalam kekisruhan itu, muncullah suara dari tanah air kita yang tercinta. Presiden Prabowo Subianto, dengan suara mantap dan nada tenang, berkata, “Kita ingin semua turunkan suhu. Kita ingin cari penyelesaian jalan keluar yang damai untuk semua pihak.”

Kalimat itu sejuk seperti embun pagi, tapi juga terdengar seperti nyanyian wajib pada upacara bendera: dihafal, dinyanyikan, tapi kurang dirasakan getarnya. Tapi, jangan buru-buru menghakimi. Sebab, niat baik harus tetap diberi tempat di panggung dunia yang makin bising oleh gelegar senjata dan kepentingan yang saling berdesakan.

Namun, mari kita bertanya dengan jujur: apa posisi Indonesia dalam konflik ini?


Konstitusi sebagai Kompas Moral

Di pasal 1 dan pasal 2 Pembukaan UUD 1945, para pendiri bangsa telah meletakkan amanat yang seakan ditulis untuk dunia yang kacau ini: “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.” Kalimat itu tidak ditulis dengan tergesa-gesa, tidak juga asal copas dari dokumen luar negeri. Ia adalah semacam sumpah, penegas bahwa Indonesia tidak boleh jadi penonton yang hanya berdiri di pinggir panggung sambil bergumam “kasihan” atau “sayang sekali.”

Namun, konstitusi tidak menulis caranya. Ia hanya memberi arah. Dan arah itu hanya bisa ditempuh bila negeri ini bukan hanya bicara soal netralitas, tetapi juga punya keberanian moral—dan kadang, keberanian politik—untuk berkata “tidak” pada ketidakadilan, dan “ya” pada perdamaian yang sejati, bukan damai palsu yang diselipkan dalam paket diplomasi penuh basa-basi.


Rusia dan China: Siapa Pemain Utamanya?

Dalam panggung konflik Iran-Israel, dua negara besar lain masuk ikut tampil sebagai pemain: Rusia dan China. Rusia—yang menurut Prabowo punya pengaruh kuat atas Iran—bermain sebagai aktor geopolitik yang mulai jenuh dengan drama barat. China, dengan wajah kalem dan dompet investasi yang tak pernah sepi, menyelinap dalam percakapan sebagai penjaja stabilitas sekaligus pencari peluang.

Prabowo cukup jujur dan lugas dalam membaca peta itu. Ia bilang, Rusia punya pengaruh besar. Dan Indonesia—yang dalam forum SPIEF 2025 di St. Petersburg itu—masih setia dengan naskah nonblok dan solusi damai, tampil bukan sebagai pembisik kebijakan, melainkan pengingat akan pentingnya berhenti saling menyerang.

Tapi adakah yang benar-benar mendengarkan Indonesia? Atau kita hanya bicara ke mikrofon yang volumenya sengaja dikecilkan?


Peran atau Pemanis?

Pertanyaan besar kita: apakah Indonesia sekadar tampil sebagai pemanis diplomasi, atau sungguh punya peran yang diperhitungkan?

Prabowo menyebut contoh Korea, tentang gencatan senjata yang tidak sempurna, tapi cukup stabil. Contoh itu bagus, walau agak usang. Dunia butuh lebih dari sekadar analogi; ia butuh tindakan konkret. Kalau Indonesia memang ingin berperan, maka setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan:

  1. Aktif menyusun inisiatif konkret perdamaian, bukan hanya dalam pernyataan pers, tapi dalam bentuk diplomasi shuttle, dialog lintas pihak, dan bahkan menjadi penengah aktif seperti Norwegia di masa lalu.
  2. Berani menyatakan posisi tegas terhadap pelanggaran HAM dan hukum internasional, termasuk bila itu dilakukan oleh pihak yang dianggap sekutu dagang atau mitra strategis.

Dunia Butuh Indonesia, Tapi Indonesia Harus Mau Hadir

Di tengah dunia yang penuh luka dan api, Indonesia tidak bisa hanya jadi penonton bersurban putih di bangku belakang. Kita harus berdiri, turun ke panggung, dan berkata: “Kami hadir, bukan hanya untuk menenangkan suasana, tapi juga untuk menunjukkan arah.”

Prabowo sudah membuka pintu itu. Tapi yang kita tunggu bukan hanya pidato, melainkan aksi. Sebab konstitusi bukan kutipan indah untuk dibacakan di podium internasional. Ia adalah panggilan yang menuntut keberanian—bahkan bila kita harus berdiri di antara dua kekuatan besar, demi kebenaran yang kadang tak punya sekutu.

Dan bila panggung itu terus saja dipenuhi oleh aktor-aktor besar yang lupa akan nilai-nilai, maka saatnya Indonesia menyelip di tengah mereka, bukan sebagai tokoh utama, tapi sebagai suara nurani.

Karena dunia tak butuh lagi pemenang, tapi penenang. Dan mungkin, hanya negara seperti kita yang masih ingat apa itu damai dalam arti yang sebenar-benarnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Proses Ubah HGB ke SHM Kini Bisa Dilakukan Secara Online Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Next Post

BREAKING NEWS: Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi Shati, Puluhan Warga Sipil Tewas Termasuk Anak-Anak

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
BREAKING NEWS: Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi Shati, Puluhan Warga Sipil Tewas Termasuk Anak-Anak

BREAKING NEWS: Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi Shati, Puluhan Warga Sipil Tewas Termasuk Anak-Anak

Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Mengapa Ijazah S1 Jokowi Tak Sesuai Zaman?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist