Hasil rapat evaluasi program Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2024. menetapkan target mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.
Jakarta – Fusilatnews – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Salahuddin Uno mengekspresikan optimismenya bahwa target tersebut akan tercapai. karena berdasarkan pengumpulan data pihaknya, PPP mendapatkan sentimen positif dari masyarakat.
“Kita sudah mendapatkan data internal dan kita crosscheck dengan hasil kampanye maupun pengumpulan data melalui kualitatif dan kuantitatif. Maka Alhamdulillah kita bisa menyatakan dari rapat bappilu ini bahwa atas izin Allah PPP akan lolos parliamentary threshold,” ujar Sandiaga usai rapat Bappilu PPP, di kawasan Kebayoran, Jakarta, Kamis (18/12) malam.
Dalam 40 hari terakhir masa kampanye, para calon anggota legislatif (caleg) dari PPP akan memanfaatkan momentum untuk bertemu rakyat. Termasuk dalam menyampaikan program, visi, dan misi yang diusung partai berlambang Ka’bah itu.
“Sehingga kita bisa memastikan PPP mendapatkan dampak suara yang signifikan untuk 14 Februari 2024 dengan tagline ‘Harga Murah, Kerja Mudah, dan Hidup Berkah’,” ujar Sandiaga.
PPP sendiri memiliki empat kelompok yang merupakan camtive pemilih tradisional PPP yang menjadi sasaran mereka dalam menyampaikan gagasannya. Pertama adalah kalangan para ulama, kyai, dan nyai dari pondok pesantren.
Kedua adalah kalangan ibu-ibu. Ketiga adalah generasi milenial dan Z yang jumlah pemilih dari kelompok tersebut pada Pemilu 2024 melebih 50 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Terakhir adalah pengusaha dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini tadi yang kita garis bawahi dan kita sangat optimis untuk mencapai target kita di Pemilu 2024,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu.
Sekretaris Jenderal PPP, Arwani Thomafi juga mengatakan bahwa partainya terus bekerja untuk menghadapi Pemilu 2024. Salah satu targetnya adalah lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Oleh karena itu, ia tak terlalu ambil pusing terhadap munculnya “Pejuang PPP” yang menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebab dalam sebuah kontestasi, ada saja sikap sejumlah kader yang tak sejalan dengan keputusan partai.
“Kalau dari berbagai pemberitaan atau dinamika pilpres sekarang ini, semua partai, baik dari survei maupun fakta di lapangan, ada saja pendukung partai A mendukung calon yang berbeda dengan partainya,” ujar Arwani, Kamis malam.
“Seperti Pak JK yang Golkar itu kan dukung 01,” sambungnya.
Arwani membantah adanya perpecahan dalam partai berlambang Ka’bah itu. Ia menegaskan, PPP solid dalam mewujudkan target lolos ke parlemen dan memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Kami fokus sekarang ini pada mereka yang bener-bener pejuang di akar rumput ya. Mereka yang siang malam benar-benar mencari suara buat PPP. Bukan mereka yang duduk di meja konferensi pers, ngaku sebagai pejuang ya,” ujar Arwani.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP akan menegakan konstitusi di partainya. Meski, ia belum enggan menyebut, apakah adanya sanksi atau hukuman terhadap kader yang tergabung dalam “Pejuang PPP” itu.
“Kami akan menegakkan dan juga menyiapkan langkah-langkah penegakan konstitusi partai,” ujar anggota Komisi I DPR itu.
Pekan ini, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas partai politik. PDI-P memiliki elektabilitas tertinggi dengan 16,4 persen, disusul Partai Gerindra dengan 14,6 persen.
Menurut Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes dalam paparannya, Rabu (27/12/2023), elektabilitas PDIP sudah mulai dibuntuti oleh Gerindra. Di urutan ketiga sampai kedelapan masing-masing ditempati oleh Partai Golkar (11,9 persen), Partai Keadilan Sejahtera (11,8 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (9,2 persen), Partai Nasdem (6,4 persen), Partai Amanat Nasional (5,2 persen), dan Partai Demokrat (4,8 persen).
Kemudian ada Partai Persatuan Pembangunan (3,5 persen), Partai Perindo (1,5 persen), dan Partai Solidaritas Indonesia (1,3 persen). Sisanya partai yang mendapatkan elektabilitas di bawah elektabilitas 1 persen yakni Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Garuda hingga Partai Ummat.
Sementara itu, sebanyak 5,9 persen responden belum menentukan pilihan dan 6,4 persen responden tidak menjawab. Menurut Arya, tingkat elektabilitas partai politik masih dinamis.
“Tergantung mobilisasi kampanye partai atau caleg dan efek ekor jas capres-cawapres,” ujar Arya.
Survei terbaru CSIS digelar pada 13-18 Desember 2023. Jumlah sampel 1.300 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error lebih kurang 2,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Perlu diketahui ratusan anggota aktif PPP itu menamakan diri Pejuang PPP. Mereka mendeklarasikan dukungan di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, tak jauh dari kediaman Prabowo, Kamis (28/12). Acara deklarasi turut dihadiri Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani.
Piagam deklarasi dibacakan oleh Koordinator Nasional Pejuang PPP sekaligus Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP 2020-2025, Witjaksono. “Kami atas nama Pejuang PPP menyatakan dengan tegas mendukung Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 2024-2029,” ujarnya.
Witjaksono mengatakan, keputusan mendukung Prabowo-Gibran diambil setelah pihaknya membuat kajian matang dan menerima dorongan dari para kiai, alim ulama, serta kader di daerah. Keputusan mendukung pasangan nomor urut 2 itu juga mempertimbangkan tantangan ekonomi geopolitik serta keamanan global yang semakin tidak menentu.
























