• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Die With Zero dalam Perspektif Islam: Zuhud atau Fatalisme?

Ali Syarief by Ali Syarief
January 5, 2026
in Feature, Spiritual
0
Die With Zero dalam Perspektif Islam: Zuhud atau Fatalisme?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Gagasan Die With Zero—mati tanpa menyisakan kekayaan—terdengar provokatif di tengah budaya modern yang memuja akumulasi. Buku karya Bill Perkins ini menampar mentalitas menabung berlebihan, menunda hidup, dan menjadikan masa tua sebagai altar pengorbanan masa muda. Namun, ketika gagasan ini dibaca dari perspektif Islam, muncul pertanyaan mendasar: apakah Die With Zero sejalan dengan zuhud, atau justru tergelincir ke dalam fatalisme yang dibungkus jargon spiritual?

Zuhud: Kritik atas Penimbunan, Bukan Anti-Kemakmuran

Islam sejak awal tidak memusuhi kekayaan. Yang dikritik bukan harta, melainkan ketergantungan pada harta. Inilah inti zuhud: harta berada di tangan, bukan di hati. Rasulullah ﷺ dan para sahabat membangun peradaban dengan kekuatan ekonomi, tetapi tidak menjadikan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.

Pada titik ini, Die With Zero menemukan momentumnya. Ia mengkritik penimbunan yang kehilangan tujuan, tabungan yang berubah menjadi berhala, serta rasa aman semu yang mengorbankan hidup hari ini demi kemungkinan esok yang belum tentu datang. Islam pun menegaskan keseimbangan ini:

“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula terlalu mengulurkannya…” (QS. Al-Isra: 29)

Ayat ini bukan nasihat keuangan semata, melainkan kritik moral: pelit dan boros sama-sama bentuk ketidakbijaksanaan. Zuhud tidak melarang menikmati dunia, tetapi melarang dunia menguasai orientasi hidup.

Ketika Zuhud Dipelintir Menjadi Fatalisme

Masalah muncul ketika Die With Zero dibaca secara mentah dan diserap tanpa hikmah. Di titik inilah ia berisiko berubah menjadi fatalisme: hidup hari ini dihabiskan, masa depan diserahkan pada slogan “rezeki sudah diatur.”

Fatalisme adalah musuh diam-diam iman rasional. Ia mematikan ikhtiar atas nama takdir, menghapus perencanaan atas nama tawakal, dan membenarkan kecerobohan dengan dalih spiritual. Padahal Rasulullah ﷺ memberi garis tegas:

“Ikatlah untamu, lalu bertawakal.”

Tawakal dalam Islam bukan sikap menyerah tanpa strategi, melainkan keberanian merencanakan tanpa diperbudak oleh ketakutan. Menghabiskan harta tanpa mempertimbangkan tanggungan keluarga, pendidikan anak, dan keberlanjutan hidup bukan zuhud—itu kelalaian yang diberi label iman.

Zuhud Aktif: Memberi Sebelum Mati, Menikmati Tanpa Menyembah

Islam tidak mengajarkan target “nol” dalam rekening saat wafat. Yang ditekankan adalah optimalisasi amanah sebelum ajal menjemput. Harta diuji bukan pada jumlahnya, tetapi pada kapan dan untuk apa ia digunakan.

Ali bin Abi Thalib pernah mengingatkan:

“Bukanlah zuhud itu meninggalkan dunia, tetapi dunia tidak menguasai hatimu.”

Zuhud yang hidup—bukan pasif—terwujud ketika seseorang:

  • menikmati dunia tanpa kehilangan kendali,
  • merencanakan masa depan tanpa menuhankan rasa aman,
  • memberi saat hidup, bukan menunggu mati untuk berbagi.

Di sinilah Die With Zero menemukan relevansinya yang paling Islami: sebagai kritik atas penundaan kebaikan dan ketamakan yang dibungkus kehati-hatian.

Penutup: Islam Tidak Memuliakan Nol, tapi Memuliakan Makna

Islam tidak mengajarkan mati miskin, apalagi hidup sembrono. Ia juga tidak memuja angka di rekening sebagai simbol kesuksesan. Yang dikejar bukan “nol” di akhir hayat, melainkan hisab yang ringan dan hidup yang bermakna.

Die With Zero menjadi problematis bila ia membenarkan hedonisme dan menormalisasi ketidakpedulian. Namun ia menjadi relevan—bahkan menampar—ketika dibaca sebagai seruan untuk hidup sadar waktu, menggunakan harta sebagai jalan kebaikan, dan membebaskan diri dari ilusi keamanan duniawi.

Pada akhirnya, Islam tidak meminta kita mati tanpa harta, tetapi mati tanpa diperbudak oleh harta. Di sanalah zuhud berdiri tegak, dan fatalisme tersingkir sebagai dalih yang malas berpikir.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ancaman Indonesia Tumbuh dari Dalam, Bukan dari Luar

Next Post

Sawit, Negara, dan Krisis Kedaulatan Agraria

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Harga Ambruk, Petani Sawit Ramai-Ramai Jual Hasil Panen ke Malaysia

Sawit, Negara, dan Krisis Kedaulatan Agraria

Hadits Dhaif Dijadikan Hujjah: Laporan Jokowi Naik Penyidikan

Bisakah Dunia Menangkap Penguasa yang Merusak Negerinya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist