• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dimana Peran Komnas HAM pada Kasus Penembakan Brigadir J dan 6 Syuhada KM50?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 11, 2022
in Feature
0
Aksi Melipat Kertas Komnas HAM, Pengacara Brigadir J Tuding Komnas HAM Bekerja untuk Polri

Foto: Konferensi pers Komnas HAM (20detik)

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews- Kehadiran Komnas HAM, pada kasus penembakan Brigadir J, banyak yang berharap, bisa menjadi sumber informasi yang akurat dan karena diduga tidak akan berfihak. Impartial. Mengingat akibat selama ini, kepercayaan masyarakat kepada Institusi Kepolisian, terdegradasi oleh banyak peristiwa yang lalu. Sehingga sudah terbangun opini didalam benak khalayak, bahwa Lembaga Kepolisian ini, lemah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan presisi.  Seringkali tidak in tune antara realita dengan pesan yang dibangun.

Jadi dimana sesungguhnya peran Lembaga Komnas HAM ini, baik pada perisitiwa penembakan Brigadir J dan Pada Peristiwa, juga kasus penembakan, KM 50? Ini yang ingin saya pertegas, supaya dapat difahami. Jangan sampai terbalik atau salah memahami.

Postulat sederhana yang saya rumuskan, tentang wilayah kerja Komnas HAM adalah; “Ketika terjadi kegiatan kekerasan atau kejahatan yang dilakukan oleh aparat negara, dalam berbagai bentuknya, kepada masyarakat civil ”.

Jelas, yah. Perisitiwa penembakan KM 50 yang telah menawaskan 6 orang syahid anggota FPI, adalah wilayah dan wewenang mutlak Komnas HAM. Komnas HAM adalah satu-satunya lembaga yang mempunyai kewenangan penuh atas perisitiwa tersebut. Dan bahkan, sejatinya, Polisi harus menyerahkan perisitwa ini, mutlak kepada Komnas HAM.

Seperti yang kita maklumi, hasil kerja Komnas HAM, atas perisitiwa KM 50 itu, berkesimpulan  bahwa peristiwa penembakan 6 laskar FPI itu, hanya sebagai pelanggaran HAM ringan. Lalu beberapa orang polisi pelaku penembakan itu dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan, dan semua eksekutornya bebas murni. Argumen hakim adalah karena “membela diri. Bukan pembunuhan”.

Peristiwa KM 50, menurut HAM Amerika adalah pelanggaran HAM.

Komnas HAM diminta Kepolisian kali ini untuk membantu ikut melakukan penyeldikan. Mungkin karena pada KM50, dianggap sukses.

Kini, mari kita nilai, apa peran Komnas HAM pada kasus Penembakan Brigadir J. Brigadir J, ditembak oleh Bharada E dan Bripka R atas perintah Irjen Pol FS, mereka semua adalah anggota polisi. Dari sini kita dapat melihat, bahwa  Komnas HAM “tidak ada sama sekali keterkaitannya” dengan peristiwa tersebut.

Satu-satunya fragmen dimana Komnas HAM terlibat dan harus berbicara serta mengawal adalah, saat penyerahan peti jenasah Brigadir J kepada keluarga, dimana Brigjend Hendra Kurniawan melarang keluarga untuk membukanya. Perisitiwa inilah, yang sesungguhnya masuk pada pelanggaran HAM, mengacu pada dalil yang saya urai diawal tadi.

Permohonan sangat dari keluarga untuk bisa membuka jenasah dengan alasan untuk menambahkan formalin ke tubuh jenazah, adalah kesempatan membuka pakaian jenazah, lalu terkuaklah misteri selama ini, sehingga kasus ini membuka tabir pandora misteri Irjen Pol Ferdy Sambo Cs itu.

Dari situlah semua elemen-elemen terkait, termasuk Kompolnas, seiring seirama menyiarkan temuan-temuanya, yang kemudian terbukti tidak akurat dan salah, masing-masing terlibat memerankan alur kisah yang dibangun diawal; Tembak Menembaklah, Pelecehan sexualah, CCTV rusaklah, bersembunyi dibalik kulkas dst.

Keberanian KAPOLRI mengungkap dan menyampaikan kesimpulan, bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo adalah termasuk sebagai tersangkanya, dinilai sebagai awal polisi mulai bekerja secara jujur, transparan dan diapresiasi oleh banyak pihak terkait. Masyarakatpun bersuka cita.

Namun, informasi terkahir dari pihak-pihak yang terkait, terus berkembang, bermunculan hal-hal yang baru.  Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin,  menduga  bahwa perisitiwa ini terkait dengan hal-hal yang lain, seperti perjudian, narkoba, dll. Tetapi hal ini diminta oleh Kadiv Humas POLRI untuk bersabar tidak dikembangkan, hingga penyidikan usai. Tetapi kuasa hukum Bharada E, justru tidak berani menyampaikan informasi apapun dari pengakuan Bhadara E, yang sedang memohon sebagai justice collaboration, sebagai saksi kunci, ketika didesak oleh host Hotman Paris dalam acara HOTROOM.

Ini semua adalah residu yang tersisa, yang harus diungkap dan dibersihkan dari semua sampah kemaksiatan di  instalasi kepolisian, untuk mengembalikan marwah kepolisian yang dipercaya rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPR Sindir Mahfud, Menteri Koordinator Apa Menteri Komentator

Next Post

Komnas HAM Bantah Tidak Berlomba dengan Polri Terkait Kasus Brigadir J

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Komnas HAM Bantah Tidak Berlomba dengan Polri Terkait Kasus Brigadir J

Komnas HAM Bantah Tidak Berlomba dengan Polri Terkait Kasus Brigadir J

Jaga Perasaan, Polri Tidak Akan Umumkan Motif Pembunuhan Brigadir J

Jaga Perasaan, Polri Tidak Akan Umumkan Motif Pembunuhan Brigadir J

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist