• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Disentil Purbaya – Dedi Mulyadi Melawan Dengan Reaktif dan Teatrikal,

Ali Syarief by Ali Syarief
October 23, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Disentil Purbaya – Dedi Mulyadi Melawan Dengan Reaktif dan Teatrikal,
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dasar Memang—sebagai content creator, Dedi Mulyadi seperti cacing kepanasan ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya uang-uang daerah yang mengendap di bank. Padahal, Purbaya tidak menyebut nama Jawa Barat, tidak juga menyebut siapa gubernurnya. Tapi entah mengapa, Dedi bereaksi paling keras, bahkan menempuh jarak jauh dari Bandung ke Jakarta hanya untuk “membuktikan” bahwa Jawa Barat bersih dari tudingan itu.

Gaya ini khas Dedi Mulyadi—reaktif, teatrikal, dan penuh pencitraan. Sebagai mantan bupati yang terbiasa tampil di media sosial dengan konten edukatif bernuansa budaya Sunda, Dedi tampaknya belum sepenuhnya beralih dari panggung YouTube ke arena birokrasi. Ia masih cenderung melihat setiap kritik sebagai tudingan personal, bukan sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang sehat.

Padahal, pejabat-pejabat daerah lain memilih diam. Mereka tahu bahwa pernyataan Purbaya bersifat umum—tentang fenomena struktural di mana dana APBD di berbagai daerah memang kerap tersimpan sementara di rekening bank. Namun Dedi berbeda. Ia langsung bergerak, mendatangi Kementerian Dalam Negeri dan Bank Indonesia untuk menelusuri data. Dalam dua hari, ia menggelar konferensi pers dan berulang kali menegaskan: tidak ada dana mengendap Rp 4,17 triliun di Pemprov Jabar.

Dari hasil pengecekan itu, Dedi menemukan bahwa kas daerah Jawa Barat per 17 Oktober hanya Rp 2,6 triliun, dan semuanya tersimpan dalam bentuk giro—bukan deposito. Ia juga menjelaskan bahwa fluktuasi kas adalah hal wajar, karena anggaran pemerintah selalu bergerak mengikuti ritme pembayaran gaji, proyek, dan kontrak kerja. Tidak ada yang istimewa di situ. Tapi yang menarik justru adalah kegelisahan yang melatarinya.

Seolah-olah Dedi ingin menegaskan, “Saya gubernur yang bersih, jangan samakan saya dengan daerah lain.” Namun dalam politik, pembelaan yang terlalu keras justru sering menimbulkan kesan sebaliknya: bahwa ada sesuatu yang ditakutkan. Alih-alih menunggu klarifikasi resmi antar lembaga, Dedi memilih panggung publik untuk menunjukkan dirinya aktif, cepat tanggap, dan transparan—atribut yang mungkin lebih berguna di dunia content creation ketimbang dalam kepemimpinan pemerintahan.

Sementara itu, Purbaya menanggapi dengan dingin. Ia bahkan menyindir bahwa Dedi mungkin “dikibuli anak buahnya”, karena data yang ia sampaikan bersumber dari Bank Indonesia. Pernyataan itu menambah bara, tetapi sekaligus menguji kedewasaan politik seorang gubernur: apakah ia akan tetap tersulut emosi, atau mulai memahami bahwa pemerintahan bukan soal membuktikan diri, melainkan soal koordinasi dan kepercayaan antar lembaga.

Sesungguhnya, perdebatan ini bukan hanya tentang angka Rp 4,17 triliun atau Rp 2,6 triliun. Ini tentang gaya kepemimpinan di era pasca-Jokowi—ketika pejabat publik semakin terbiasa menjadikan ruang publik sebagai panggung klarifikasi pribadi. Padahal, publik lebih butuh ketenangan, bukan drama. Lebih butuh kebijakan yang jelas, bukan aksi vlogging di kantor kementerian.

Jika Dedi ingin dikenal bukan hanya sebagai content creator yang lihai bercerita, tapi sebagai gubernur yang piawai mengelola pemerintahan, maka sebaiknya ia mulai belajar tenang menghadapi kritik. Tidak semua tudingan perlu ditanggapi dengan kamera dan sorotan media. Kadang, cukup dengan kerja nyata dan transparansi data.

Sebab pada akhirnya, pejabat yang benar tidak perlu membuktikan diri dengan sensasi. Yang bekerja dengan tenang tak perlu sibuk membela diri di depan publik. Dan yang memimpin dengan kepala dingin, tidak akan terlihat seperti cacing kepanasan setiap kali disinggung soal uang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Menjaga Tanah Kehidupan: Politik Penyelamatan Ruang Pertanian”

Next Post

Kiamat Awal Ketika Hakim Menerima Suap~40M

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI
News

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026
Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan
daerah

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

July 30, 2026
Next Post
Kiamat Awal Ketika Hakim Menerima Suap~40M

Kiamat Awal Ketika Hakim Menerima Suap~40M

DPD RI Desak Pemkab Klungkung Benahi Infrastruktur Nusa Penida dan Nusa Lembongan: Jembatan Kuning Terancam, Dugaan Pelanggaran Izin Marak

DPD RI Desak Pemkab Klungkung Benahi Infrastruktur Nusa Penida dan Nusa Lembongan: Jembatan Kuning Terancam, Dugaan Pelanggaran Izin Marak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Birokrasi

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

by Karyudi Sutajah Putra
July 30, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setiap ada kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gaji...

Read more
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026
Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

July 30, 2026

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist