Oleh: Radhar Tribaskoro
Motif itu penting dalam rekaulang kejahatan. Motif memberi pengetahuan tentang niatan atau mens-rea. Tanpa ada niat, suatu peristiwa pidana dapat dianggap bukan kejahatan.
Lain dari itu, motif menghubungkan semua kejadian sehingga tindak kejahatan menjadi dapat dimengerti. Bagi suatu masyarakat, pengertian itu penting karena dengan demikian masyarakat tercerahkan, salah dan benar ditegakkan..
Dalam konteks inilah perdebatan tentang motif pembunuhan Brigadir Josua perlu kita simak. Kita mengetahui sedikitnya ada dua motif yang melatar-belakangi pembunuhan Brigadir Josua, yaitu motif pemerkosaan dan motif persaingan dua struktur Polri. Motif mana yang benar akan memperlihatkan wajah Polri sesungguhnya dan cara kita menanggapinya.
1.Motif Pemerkosaan
Irjenpol (mantan) Ferdi Sambo mengatakan bahwa ia membunuh Josua karena Josua telah memperkosa dan membanting istrinya, Putri Cendrawati. Josua adalah ajudan Sambo dan telah 2,5 tahun melayani keluarga Sambo. Menurut sejumlah kesaksian Josua berkepribadian baik dan menjalankan
tugas-tugasnya dengan sangat baik. Ia sangat disayang bahkan dianggap anak oleh Putri Cendrawati. Ada apa sekonyong-konyong Josua memperkosa istri atasannya?
Pertanyaan ini masih menggantung. Lepas dari itu tidak semua pihak percaya dengan motif versi Sambo itu. LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) melontarkan keraguan. Menurut LPSK terdapat sejumlah kejanggalan, misalnya rumah itu tidak sepi; selain Josua dan Putri, di rumah itu ada asisten (Susi) dan supir (Kuat). Bila pemerkosaan itu benar terjadi, Putri bisa berteriak minta tolong. Hal itu tidak pernah dilakukan. Selain itu, antara korban dan pelaku pemerkosaan biasanya terdapat relasi kuasa dimana korban berstatus lebih rendah daripada pelakunya. Hubungan tersebut berkebalikan, Putri adalah istri seorang jenderal atasan dari Josua yang hanya seorang brigadir. Dengan relasi kuasa seperti itu, lebih masuk akal bila Putri memperkosa Josua. Bukan sebaliknya.
Lucunya motif pemerkosaan itu didukung oleh dua lembaga independen, yaitu Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia dan Komisi Nasional Perempuan. Kedua lembaga itu mendasarkan pandangan mereka dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para tersangka. Kedua Lembaga tersebut percaya begitu saja kepada BAP, tidak terbersit keraguan sedikitpun. Padahal pada kesempatan pertama Putri Cendrawati terbukti berdusta dengan menunjuk locus delicti di Jakarta, bukan di Magelang. Sementara kedua saksi lain, Kuat dan Susi, adalah orang gajian yang berada di bawah kuasa Putri dan Sambo. Keduanya memiliki kecenderungan untuk mendukung pernyataan majikannya.
cau demikian motif pemerkosaan tetap problematik, sulit diterima akal. an maTetapi bagaimana bila hakim mempercayainya? Pembunuhan dapat dianggap sebagainperistiwa spontan yang muncul akibat ledakan kemarahan. Sambo akan terhindar dari dakwaan pembunuhan berencana. Ia mungkin akan dipenjara beberapa tahun namun terhindar dari hukuman mati.
Bagaimana bila hakim tidak mempercayai motif itu? Jaksa dalam hal ini bisa membuktikan bahwa motif itu tidak benar. Di sini kita harus mengakui kelicikan Sambo, ia tetap bisa berkelit. Andaikan pemerkosaan itu tidak terjadi, ia tidak mengetahuinya. Ia hanya bereaksi sesuai dengan pengakuan yang ia dengar dari istrinya. Dengan kata lain, ia menjadi korban prank dari istrinya.
Putri dengan sendirinya memikul beban perancang pembunuhan berencana. Ia yang merancang semuanya, termasuk memperalat suaminya untuk melakukan pembunuhan.
2. Motif Konflik Internal Polri
Motif pelecehan dan pemerkosaan, menurut hemat saya, sulit dipercaya. Saya memiliki sedikitnya 2 alasan. Pertama, hubungan Josua dan PC adalah hubungan ibu-anak dan atasan-bawahan. Dalam sosiologi kedua jenis hubungan itu mencerminkan hubungan kuasa. Dalam hubungan kuasa, atasan mendominasi. Bila ada perkosaan, pada umumnya atasan yang memperkosa bawahan. Bukan sebaliknya. Jadi, kecil kemungkinan Josua melecehkan PC.
Alasan kedua, peristiwa itu terjadi di waktu dan tempat yang sangat salah. Sambo mengatakan bahwa Josua memperkosa istrinya di rumah Magelang. Rumah itu tidak sepi. Di situ ada ajudan, supir, dan asisten pribadi. Waktunya sore hari, dimana tidak seorang pun tidur. Betulkah Josua akan memilih tempat dan waktu seperti itu untuk memperkosa istri seorang jenderal? Josua pasti seorang idiot atau orang bosan bidup bila memilih tempat dan saat seperti itu untuk memperkosa.
Dua kelemahan teori “pemerkosaan” di atas menjadikan teori berikut ini lebih logis. Teori tersebut mengatakan bahwa kasus pembunuhan Josua oleh Sambo adalah wujud konflik antara dua kelompok di internal Polri.
Sambo adalah komandan Tim Satgasus Polri yang memiliki kekuasaan sangat besar, merentang dari Mabes Polri sampai Babinkambtimas; mulai dari menangani kasus narkoba, judi, investasi bodong, korupsi, pencucian uang, sampai terorisme; dari perekrutan, penempatan, sampai pengoperasian sumber daya manusia dan finansial. Kekuasaan Dansatgasus Sambo itu menjajari kekuasaan Kapolri itu sendiri. Itu sebabnya Satgasus itu disebut struktur informal yang berdiri berdampingan dengan struktur formal Polri sebagai mana dikenal publik.
Eksistensi Satgasus ibarat bayangan Polri, bayangan yang berada di ruang gelap. Tidak banyak orang tahu tentang Satgasus ini. Tetapi mengingat kewenangannya Satgasus itu pasti berkaitan atau sedikitnya tahu atas tindak pidana korupsi, narkoba, pembunuhan di KM50, brutalitas polisi dalam penanganan demonstrasi mahasiswa, kriminalisasi ulama dan aktivis, terhentinya kasus narkoba, investasi bodong, dsb. Dalam semua kasus itu satgasus keluar dari batas dunia terang dan gelap, dengan menjadi alat penindasan politik dan pengumpulan dana kriminal.
Kekuasaan Satgasus yang sangat berlebihan dan dunia gelap yang dijalaninya, tidak mungkin tidak, menimbulkan reaksi di tubuh Polri itu sendiri. Ada banyak orang yang tidak rela Satgasus merajalela. Mereka ingin Polri kembali ke jatidiri sebagai pengayom, penegak hukum dan pemelihara keamanan. Mereka melihat Satgasus sebagai kanker di tubuh Polri yang harus segera dicabut dan dienyahkan.
Disinilah Brigadir Josua mengambil peran. Josua adalah intel yang ditanam musuh-musuh Sambo di rumah Sambo sendiri. Tugas Yosua adalah mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Sambo dengan Satgasusnya. Celakanya, setelah dua setengah tahun bekerja dan memperoleh kepercayaan Sambo dan istrinya, Sambo belakangan mengetahui peran Josua.
Sambo tentu tidak tinggal diam, ia bermaksud menyingkirkan Josua. Untuk itu dia harus mendapatkan kerjasama istrinya karena ia tahu istrinya sangat dekat berhubungan dengan Josua. Tidak sukar meyakinkan PC.
Ketika Sambo mengungkap identitas intel Josua, PC jelas sangat marah sekaligus berduka. Josua yang ia sayangi ternyata musuh dalam selimut suaminya. Josua mengancam karir suami dan keselamatan keluarganya. Atas alasan itu tidak sukar bagi PC untuk menyetujui penyingkiran Josua.
PC bahkan menjadi bagian utama dari skenario pembunuhan Josua. Ia yang menyediakan motif. Ia yang bersandiwara bahwa telah terjadi pelecehan dan pemerkosaan itu. Tidak sulit baginya melakukan hal itu, buktinya hanya dirinya sendiri. Kesaksian KM dan asisten pribadi diciptakan oleh dirinya juga. Saya yakin tidak akan ada bukti sperma ditemukan sebagaimana mestinya terjadi dalam pemerkosaan yang gopoh dan tergesa. Bukti pendukung dan sirkumstansial pun nihil.
Tetapi Sambo keliru bila menganggap musuh-musuhnya berdiam diri. Mereka bereaksi dengan menyoroti pelbagai keanehan dan kejanggalan dalam skenario “tembak-menembak” yang dikarang Sambo. Keanehan dan kejanggalan itu mengalir di media sosial, membangkitkan rasa ingin tahu masyarakat. Dan kemarahan mereka setelah tahu kebohongan yang berada di dalam narasi Sambo.
3. Dramaturgi Sambo – Josua
Dua teori yang telah disampaikan di atas didasarkan kepada dua motif yang berbeda. Teori mana yang benar? Saya akan mencoba menguraikannya dengan menggunakan pendekatan struktur dramaturgi sebagaimana telah kita kenal selama ini. Struktur tersebut terdiri dari 6 tahapan: pengenalan tokoh, pemunculan konflik, komplikasi, klimaks, resolusi dan epilog atau penutup. Kesemua tahapan itu harus memiliki hubungan logis.
Pendekatan dramaturgi adalah pendekatan yang menjelaskan interaksi sosial sebagai pertunjukan drama di atas panggung. Para pemeran dalam drama itu memainkan karakter dirinya sendiri dengan tujuan untuk meraih dukungan atau simpati publik (Widodo 2010). Menurut hemat saya, teori ini sangat cocok dipergunakan untuk menganalisis peristiwa yang masih sedang berjalan. Kita bisa mengamati bagaimana setiap karakter membangun narasinya, menciptakan argumentasi, dan menyiasati tindakan pemeran- pemeran lain. Tetapi, apakah publik menerima narasi yang disampaikan oleh para pemeran? Publik, walau menjadi tujuan narasi, menurut hemat saya, adalah pemeran juga dalam drama ini. Bagaimana publik menjadi pemeran sekaligus penentu akhir drama, itulah narasi yang akan menjadi bagian dari maju-mundur peradaban kita.
Saya tidak ingin berpanjang-lebar. Setiap orang di republik ini memiliki bagian dan peran untuk membangun narasi publik. Narasi publik dibangun oleh publik itu sendiri.
Sampai saat ini saya menduga bahwa drama Sambo masih jauh dari selesai. Kita baru memasuki tahap dua: pemunculan konflik. Berbagai komplikasi akan muncul, dan dalam hal ini kita melihat bagaimana otoritas berusaha membatasi komplikasi itu. Misalnya, pernyataan Kapolri Sigit yang berusaha membatasi motif hanya terkait pelecehan dan perselingkuhan, yaitu drama inter-personal menyangkut diri Yosua dan PC saja. Kapolri jelas menghindari adanya motif konflik internal. Di sisi lain, Komnas HAM dan Komnas Perempuan berhasil diperalat untuk mengikuti skenario versi Polri. Tetapi bagaimana dengan pihak Polisi Bajik? Apakah mereka puas dengan narasi yang diproduksi Kapolri?
Kelompok musuh Polisi Bajingan Sambo ini terus mengirimi publik informasi keterkaitan Sambo dengan mafia perjudian 303 dan pembakaran Gedung Bundar Kejagung.
Bagaimana publik merespon kedua narasi itu?
Catatan:
- Versi utuh artikel ini dicopot oleh Facebook dengan alasan melanggar kode etik komunitas. Etika apa yang salah saya tidak tahu, Facebook pun tidak menjelaskan.
- Artikel ini dirancang untuk ditulis bersambung sesuai dengan perkembangan tahapan drama. Dari 6 tahapan, saat ini paling jauh baru mencapai tahap 2.


























