• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Dualisme Reformasi Polri: Antara Krisis Legitimasi dan Kepatuhan pada Sistem Presidensial

fusilat by fusilat
September 30, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Target Kosongkan Rempang. Polisi Dikerahkan Mengintimidasi Warga Rempang Agar Segera Pergi dari Rumah Mereka Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pendahuluan

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan salah satu instrumen negara yang berada langsung di bawah Presiden dalam sistem presidensial. Posisi ini menuntut adanya garis komando yang tunggal, jelas, dan konsisten, demi menjamin efektivitas penegakan hukum dan keamanan nasional. Namun, pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri (TTRP) oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menimbulkan problem serius, terutama karena Presiden Prabowo Subianto telah merencanakan Komite Reformasi Polri sebagai lembaga resmi untuk tujuan serupa.

Fenomena ini menimbulkan apa yang dapat disebut sebagai dualisme kelembagaan—suatu kondisi di mana dua institusi dengan mandat serupa berjalan secara paralel, yang pada gilirannya mengancam kohesi institusional dan efektivitas kebijakan publik.


Kapolri dan Prinsip Supremasi Presiden

Dalam teori presidensialisme, sebagaimana dikemukakan Juan J. Linz, Presiden adalah pemegang kekuasaan eksekutif tunggal (the sole executive authority). Konsekuensinya, seluruh aparatur negara di bawah Presiden, termasuk Polri, wajib tunduk pada kebijakan dan arahan Presiden. Ketika Kapolri membentuk tim reformasi yang berdiri di luar skema presiden, maka hal ini dapat dipandang sebagai bentuk overlapping authority sekaligus deviation from executive supremacy.

Secara normatif, posisi Kapolri hanya sebagai pelaksana, bukan perumus kebijakan strategis yang berpotensi menggeser kewenangan Presiden. Oleh karena itu, pembentukan TTRP dapat dipandang tidak hanya problematik secara administratif, tetapi juga bermasalah dalam kerangka konstitusional.


Krisis Legitimasi Polri di Mata Publik

Pokok persoalan yang lebih mendasar adalah krisis legitimasi Polri di mata masyarakat. Survei-survei publik dalam dua dekade terakhir menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap Polri kerap fluktuatif, dengan kecenderungan menurun ketika kasus-kasus korupsi, kekerasan berlebihan, atau keterlibatan aparat dalam konflik politik mengemuka.

Budaya koruptif di internal Polri, mulai dari pungutan liar di tingkat bawah hingga gaya hidup mewah perwira tinggi, telah menciptakan persepsi negatif yang kronis. Institusi yang seharusnya menjadi penegak hukum justru kerap dianggap melanggar hukum. Dalam perspektif sosiologi kelembagaan, kondisi ini menunjukkan adanya institutional decay—kemerosotan legitimasi akibat kegagalan internalisasi nilai dan etika profesi.


Polri sebagai Alat Politik

Selain krisis legitimasi akibat praktik korupsi, Polri juga menghadapi tudingan kuat sebagai alat politik. Dalam berbagai kontestasi elektoral, baik Pemilu maupun Pilkada, netralitas Polri kerap dipertanyakan. Polri, yang semestinya bertindak sebagai institusi penegak hukum independen, justru sering terseret dalam orbit kepentingan politik rezim.

Ketika aparat penegak hukum berfungsi sebagai instrumen kekuasaan politik, maka prinsip rule of law bergeser menjadi rule by law, yakni hukum dipakai sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan, bukan untuk menegakkan keadilan. Inilah akar dari ketidakpuasan publik terhadap Polri, yang tidak bisa diatasi hanya dengan pembentukan tim reformasi baru tanpa perubahan kultur yang mendalam.


Dualisme dan Bahayanya bagi Reformasi

Kehadiran dua lembaga dengan mandat reformasi yang berbeda garis komando—TTRP bentukan Kapolri dan Komite Reformasi Polri bentukan Presiden—bukan hanya menimbulkan kebingungan birokratis, melainkan juga mengindikasikan resistensi terhadap komando presiden. Dalam perspektif tata kelola kelembagaan, dualisme semacam ini bersifat kontraproduktif karena:

  1. Menyulitkan konsolidasi agenda reformasi.
  2. Melemahkan akuntabilitas karena adanya tumpang tindih otoritas.
  3. Mengirimkan sinyal ambivalensi kepada publik bahwa reformasi Polri tidak berjalan dengan tulus.

Dengan demikian, dualisme ini lebih mencerminkan upaya mempertahankan status quo ketimbang dorongan untuk melakukan transformasi sejati.


Penutup

Reformasi Polri merupakan tuntutan rakyat, bukan proyek internal kepolisian semata. Selama kultur korup, feodalisme internal, dan ketidaknetralan politik masih melekat, maka setiap upaya reformasi hanya akan bersifat kosmetik. Kapolri, sebagai pembantu Presiden, harus menegaskan loyalitas kelembagaan dengan tunduk pada otoritas Presiden. Tanpa hal tersebut, upaya reformasi Polri tidak akan pernah menyentuh akar masalah, dan Polri akan terus berada dalam krisis legitimasi di mata publik.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SKENARIO DI BALIK PELUKAN BA’ASYIR DAN HOAX ZIONIS (Sebuah Hipotesa)

Next Post

Polisi, Sherif, Koban, dan Pecalang: Menjaga Keamanan dari Pusat Komunitas

fusilat

fusilat

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Polisi, Sherif, Koban, dan Pecalang: Menjaga Keamanan dari Pusat Komunitas

Polisi, Sherif, Koban, dan Pecalang: Menjaga Keamanan dari Pusat Komunitas

Mengapa Bali Aman? Rahasia Pecalang di Tengah Komunitas

Mengapa Bali Aman? Rahasia Pecalang di Tengah Komunitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist